SKI Asy-Syifa

Islamic Study

“Think with your Heart”, Berpikir (Memahami) dengan Hati

أَفَلَمْ يَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَتَكُونَ لَهُمْ قُلُوبٌ يَعْقِلُونَ بِهَا أَوْ آذَانٌ يَسْمَعُونَ بِهَا ۖ فَإِنَّهَا لَا تَعْمَى الْأَبْصَارُ وَلَٰكِنْ تَعْمَى الْقُلُوبُ الَّتِي فِي الصُّدُور

Maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat berfikir atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada. (Al Quran Surat 22 Al Hajj ayat 46)

Al-Quran juga menggambarkan :

وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِنَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ لَهُمْ قُلُوبٌ لاَ يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لاَ يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ آذَانٌ لاَ يَسْمَعُونَ بِهَا أُولَئِكَ كَاْلأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ أُولَئِكَ هُمُ الْغَافِلُ

Kami telah menjadikan untuk isi neraka Jahanam, kebanyakan dari manusia dan jin. Mereka mempunyai hati , tetapi tidak digunakan untuk berfikir( memahami) . Mereka mempunyai mata, tetapi tidak digunakan untuk melihat. Mereka mempunyai telinga, tetapi tidak digunakan untuk mendengar. Mereka itu seperti hewan ternak, bahkan lebih hina lagi, Mereka itulah orang-orang yang lalai. (QS. Al-A’râf [7]: 179).

Allah swt. berfirman berkaitan dengan orang-orang yang beriman yang beruntung yang akan mewarisi surga: “Mereka itulah orang yang akan mewarisi, [yakni] yang akan mewarisi surga firdaus. Mereka kekal di dalamnya.” (al-Mu’minuun: 10-11)

Dalam menafsirkan ayat ini, Ibnu Katsir mengatakan bahwa Ibnu Abi Hatim berkata dan perkataannya tersebut condong untuk di-sanad-kan kepada Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Tak seorang pun dari manusia yang telah diciptakan Allah swt. melainkan ia telah disiapkan dua tempat atau dua posisi. Satu tempat berada di surga, sedangkan yang lain berada di neraka. Orang-orang yang akan ditetapkan bangunan rumahnya di surga, sedangkan rumahnya yang ada di neraka akan dirobohkan.”

Kaum yahudi yang terkenal cerdas ditunjukkan banyak mukjizat tetapi mereka tidak menggunakan hati untuk berpikir dan memahami . Firman Allah di bawah ini sebagai celaan dan kecaman terhadap Bani Israil atas sikap mereka setelah menyaksikan tanda-tanda kekuasaan Allah dan kemampuan-Nya menghidupkan orang yang sudah mati.

Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi. Padahal di antara batu-batu itu sungguh ada yang mengalir sungai-sungai daripadanya dan di antaranya sungguh ada yang terbelah lalu keluarlah mata air daripadanya dan di antaranya sungguh ada yang meluncur jatuh; karena takut kepada Allah. Dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan.” (QS. 2:74)

Apakah mukjizat ditunjukkan kepada kita juga saat ini ?

The question, “Why are miracles performed for ancient communities not witnessed or performed for us?” has thus been answered. Only God decides to work miracles and the time when they shall be demonstrated.

Contoh bagaimana berpikir dengan hati ( al quran mendahului Ilmu Pengetahuan)

Pada proses pembelajaran tentang biolistrik dan konsep nyeri blok homeostasis kita mempelajari tentang reseptor yang terletak di dermis, sehingga kita juga mengenal bahwasanya apabila seseorang terkena luka bakar grade3 ( lapisan dermis rusak) orang tersebut tidak dapat mersakan sensasi pada kulitnya.

Luka bakar grade III · Menyebabkan kerusakan jaringan yang permanen · Rasa sakit kadang tidak terlalu terasa karena ujung-ujung saraf dan pembuluh darah sudah hancur. · Luka bakar meliputi kulit, lemak subkutis sampai mengenai otot dan tulang

Sehingga kita dapat mengingat ayat ini:

Sesungguhnya orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan azab, Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana” (QS. Annisa: 56)

Atau di blok biomedik kita juga belajar tentang kelainan kromosom (genotip laki-laki /perempuan) 46XY/46XX. , kromosom Y membawa sifat-sifat kelelakian, sedangkan kromosom X berisi sifat-sifat kewanitaan. Di dalam sel telur ibu hanya dijumpai kromosom X, yang menentukan sifat-sifat kewanitaan.

Di dalam air mani ayah, terdapat sperma-sperma ( nutfah) yang berisi kromosom X atau kromosom Y saja. Jadi, jenis kelamin bayi bergantung pada jenis kromosom kelamin pada sperma yang membuahi sel telur, apakah X atau Y. Dengan kata lain,  penentu jenis kelamin bayi adalah sperma, yang berasal dari ayah. Pengetahuan tentang hal ini, yang tak mungkin dapat diketahui di masa Alquran diturunkan, adalah bukti akan kenyataan bahwa Al Qur’an adalah kalam Allah. Mari simak surah An-Najm [53] ayat 45-46:  Dialah yang menciptakan berpasang-pasangan pria dan wanita, dari nutfah (sperma), apabila dipancarkan.”

Sesungguhnya Learning Obyektif ( tujuan pembelajaran) yang utama bagi kita sebagai muslim salah satunya adalah bagaimana kita dapat meningkatkan keimanan kita kepada al quran sebagai kita suci yang berasal dari Alloh SWT sang pencipta.

Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al Quran itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?

(QS Fushilat : 53)

 

Oleh : dr. Seto Priyambodo, M.Sc

Tinggalkan Balasan

Recent Posts

Kegiatan Kesmas Al-Wafi 2018

Transfusi darah adalah kegiatan dalam membantu penyembuhan manusia ketika kadar darah dalam tubuh dibawah yang seharusnya. Menyumbangkan darah kepada orang lain yang amat membutuhkannya menurut kesepakatan para ahli fikih termasuk dalam kerangka tujuan syariat Islam, yaitu menghindarkan salah satu bentuk kemudaratan yang akan menimpa diri seseorang. Meskipun pada hakikatnya darah yang dikeluarkan dari tubuh manusia […]

7 Cara Menenangkan Hati

Selama manusia hidup, kesenangan dan kesedihan selalu bergantian mengisi hari-hari. Permasalahan yang terus-menerus datang, baik itu ringan maupun berat, akan memberikan dampak pada hati seseorang. Ketika dihadapkan dengan masalah, manusia sering menghindarinya. Namun, dengan menghindari masalah yang dimiliki, hati akan merasa tidak tenang. Dalam Islam, kita diajarkan cara untuk membuat hati menjadi tenang dan selalu […]

Tutur Kata yang Baik

Saudaraku.. Mungkin dari kita sering atau suka menggunakan kata-kata yang tidak baik. Kata dusta. Kata hinaan. Serta ujaran kebencian. Kata-kata tersebut diucapkan baik saat bercanda, atau sedang serius, marah, dan sebagainya. Ada pula yang mengatakannya demi memuaskan diri saja. Atau ingin menjatuhkan suatu tokoh yang terkenal. Wahai saudaraku, apakah baik sikap muslim seperti itu ? […]

Event SKI Asy-Syifa

no event