SKI Asy-Syifa

Opinions

Sudahkah Aku Mengenal Tauhid?

Sudahkah Aku Mengenal Tauhid?

Sebelumnya saya ingin bercerita mengenai perjalanan yang saya lalui dalam upaya untuk mencari tahu apa itu Tauhid. Berawal dari ibadah yang hanya didasari rasa takut kepada Neraka Allah, lalu berubah menjadi rasa harap, harapan memperoleh Syurga Allah. Namun, rasanya ada yang kurang, yakni rasa cinta. Tak bosan-bosan dalam sujud meminta agar diberi petunjuk untuk bisa mengenal siapa yang saya ibadahi, sehingga saya bisa cinta kepada-Nya. Saya tidak tahu harus belajar ilmu apa. Saya tidak mengenal tauhid itu apa. Hingga Allah menjawab doa tersebut, mempertemukan dengan para penerus risalah kenabian (tauhid adalah inti dakwah para nabi dan rasul), penerus dakwah tauhid, yang sungguh-sungguh dalam mendakwahkan Tauhid.

Tauhid adalah ilmu yang paling sulit, karena masalah hati dan keyakinan. Tak cukup dipelajari setahun, dua tahun, lima tahun bahkan sepuluh tahun, karena hati ini dapat dibolak-balik hingga jasad terpisah dari ruh. Tauhid mencakup apa yang wajib berupa hak-hak Allah, yakni mengEsakan Allah dengan hak-ha-kNya dan kekhususan-Nya. Mencakup tauhid Rububiyah (perbuatan-perbuatan Allah), Ibadah (Uluhiyah), serta nama dan sifat-Nya.

Setiap orang beriman mengetahui kalimat Laa ilaaha illallaah. Kalimat tersebut adalah kunci Syurga. Namun, kalimat tersebut memiliki 7 syarat:

  1. ILMU

Diibaratkan seperti gigi terhadap kunci. Tapi ingat setiap kunci ada giginya. Apabila gigi-giginya sempurna maka akan terbuka pintu Syurga. Semua diketahui dengan menuntut ilmu. Sehingga ilmu yang paling agung sekali lagi adalah ilmu Tauhid, karena mengantarkan orang yang beriman berjumpa dengan Allah.

  1. YAKIN

Meyakini bahwa tidak ada Tuhan yang berhak diibadahi selain Allah.

  1. IKHLAS

Tidak riya’, tidak ingin dipuji.

  1. ASH-SHIDQU

Jujur dalam mengucapkan.

  1. AL-MAHABBAH

Mencintai apa yang dicintai Allah. MengEsakan Allah dalam segala bentuk ibadah. Mencintai kajian tauhid. Memikirkan bagaimana menyebarkan dakwah tauhid.

  1. MENERIMA

Abu Thalib, paman Nabi, membenarkan agama yang dibawa keponakannya. Akan tetapi, ia tidak menerimanya. Ia berkata “Seandainya tidak takut celaan dari kaumku maka aku akan menerima..”

  1. PATUH

Allah telah berjanji dalam surat An-Nur ayat 55, akan menjadikan ahlu tauhid berkuasa di muka bumi, kejayaan agama, keamanan dan hidayah, serta dimasukkan ke pintu syurga mana saja.

Semoga Allah selalu menunjukkan kebenaran dan memberikan kita hidayah untuk menerima kebenaran. Wallahuta’ala a’lam.

-Siti Ulfatunnajiyah-

Disarikan dari Daurah Kitab Tauhidul Ibadah

Syaikh Abdurrahman bin Musa Alu Nasr Hafizahullah

Tinggalkan Balasan

Recent Posts

MEDICAL QURBAN FEST 1439H – Fakultas Kedokteran Universitas Mataram

[Medical Qurban Fest 1439 H] Assalamualaikum Ikhwahfillah… Panitia Qurban Fakultas Kedokteran Universitas Mataram menerima dan menyalurkan hewan qurban kepada KORBAN GEMPA LOMBOK… Pemilihan hewan qurban dapat dilihat pada poster di atas. Bagi yang ingin mendaftar dapat menghubungi: – Chairul (085274959906) – Tiara (087754844610) No. Rekening: 2690283461 TIARA KUSUMA DN SAWENGI BCA KCP PRAYA Mari berbagi […]

Ingin Kulit Bersih Setiap Saat? Berwudhulah

Kulit adalah organ tubuh terbesar yang terdiri dari epidermis, dermis, dan aksesoris, seperti rambut, kuku, sebasea (kelenjar minyak), dan kelenjar keringat. Sekitar 10 partikel tersebar ke kulit dari udara setiap harinya dan sekitar 10% kulit kita mengandung bakteri. Karena kulit terus terpapar oleh lingkungan sekitar, kulit memainkan peran penting dalam melindungi tubuh kita dari patogen […]

Bagaimana Metabolisme Tubuh Kita Saat Puasa?

  Puasa merupakan ibadah yang biasa dilaksanakan oleh umat Islam, baik itu puasa wajib maupun sunnah. Puasa tidak hanya semata – mata sebagai ibadah, namun juga melatih kita untuk menahan hawa nafsu dan meningkatkan ketaatan kita kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Bulan lalu umat Islam telah melaksanakan ibadah wajib puasa Ramadhan selama sebulan penuh, kemudian […]

Event SKI Asy-Syifa

no event