SKI Asy-Syifa

Kajian Rutin Sabtu Pagi

Neuroimmunology dalam Islam

Oleh: TGH Hasanain Junaini, Lc, M.H

(Pengasuh Ponpes Nurul Haramain Narmada, Lombok Barat)

 

Menjawab fenomena hidup ini, bisa dari yang paling besar dan juga dari yang paling kecil”

Neurologi merupakan jembatan satu-satunya yang bisa digunakan manusia untuk menghubungkan ilmu-ilmu material dan nonmaterial. Pembangunan sosial bisa seimbang antara pembangunan fisik dan mental.

Terdapat istilah “otak hati (qolbu)” yaitu otak yang berkuasa di manusia. Islamic neuroscience menjelaskan bagaimana ilmu-ilmu manusia bisa lebih luas lagi mengenal otak hati.

Dari An Nu’man bin Basyir radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَلاَ وَإِنَّ فِى الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ . أَلاَ وَهِىَ الْقَلْبُ

Ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah bahwa ia adalah hati (jantung)” (HR. Bukhari no. 52 dan Muslim no. 1599).

 

“Demi jiwa dan penyempurnaan (ciptaannya), maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya, sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya” (QS. Asy-Syams [91]: 7-10).

Perbuatan à Action theory. Hati (qolbu) memberikan perintah kepada otak.

Di dalam kitab keanehan hati tulisan Imam Al-Ghazali, sebelum otak, hati ini memberi perintah kepadanya. Hati ini memiliki dua perangkat, yaitu:

  1. Material : Anggota tubuh (perangkat paling lemah)
  2. Nonmaterial : Ilmu, hikmah, akal (perangkat yang kuat)

Otak hati akan bertanya dulu kepada ilmu, hikmah, dan akal, barulah memerintahkan

anggota tubuh untuk melakukan pekerjaan.

 

Orang-orang neuroscience à membangun negara itu dengan membangun hati setiap orang

Orang-orang materialism à membangun negara dengan membangun materialnya

 

Francis Fukuyama mengatakan jika manusia meneruskan peradaban dengan ilmu hati ini, maka peradaban akan terus maju, namun jika manusia meneruskan dengan ilmu materialistik, maka peradaban akan mati.

Kita semua memiliki modal (contoh: waktu) yang sama, namun mengapa hasilnya berbeda-beda? Karena setiap orang memaksimalkan modal itu dengan cara berbeda. Orang yang punya ilmu dan hikmah serta menggunakan akal akan sangat berbeda dengan orang yang tidak memiliki dan memaksimalkan semua itu.

 

Ketika didengarkan ayat-ayat Al-Qur’an, 79% responden mengalami perubahan, yaitu adanya harapan yang muncul à hati tenang à menguatkan sistem imun.

Neutron à akan muncul jika ada keseimbangan komunikasi proton dan electron.

Al-Qur’an itu obat, baik isi kalimatnya menjelaskan tentang obat, meningkatkan kecerdasan, ketika mendengarkannya, dan dalam proses membacanya.

Cara memperkuat imun à banyak membaca Al-Qur’an, berdzikit mengingat Allah, taat kepada Allah, banyak bersujud

Cerdas itu ketika kita bisa mengeluarkan kembali informasi yang sudah masuk ke dalam diri kita. Al-Imam An-Nawawi berkata orang yang menghafalkan Al-Qur’an dapat merapikan sel-sel di otak seperti halnya mengklasifikasikan buku-buku di rak buku, sehingga nantinya akan gampang untuk dicari.

 

Tambahan dr. Arfi Syamsun, M.Si.Med, Sp. KF

Psikoneuroimmunology bukan ditemukan dari kedokteran Islam. Pada beberapa pasien yang diberi bimbingan psikologis yang baik dan kemudian diterapi, terdapat peningkatan kadar CD4 yang signifikan dibandingkan dengan pasien yang tidak mendapat bimbingan psikologis yang baik.

Di Surabaya, terdapat seorang dokter bernama dr. M. Saleh, meneliti tentang shalat tahajud. Terdapat 2 kelompok anak pesantren, yang pertama melaksanakan shalat tahajud selama 40 hari berturut-turut, yang kedua tidak shalat tahajud. Kemudian, beliau membandingkan profil imunitas kedua kelompok tersebut. Hasilnya, kelompok yang melaksanakan shalat tahajud memiliki imunitas humoral dan seluler yang lebih baik daripada kelompok yang lain.

Kesimpulannya adalah ketika psikologi kita baik, maka imunitas kita juga akan membaik.

 

“Agama berkorelasi secara signifikan dengan sains”

 

Hari/Tanggal   : Sabtu, 21 Oktober 2017

Tempat            : Masjid Baabul Hikmah Universitas Mataram

Tinggalkan Balasan

Recent Posts

Kegiatan Kesmas Al-Wafi 2018

Transfusi darah adalah kegiatan dalam membantu penyembuhan manusia ketika kadar darah dalam tubuh dibawah yang seharusnya. Menyumbangkan darah kepada orang lain yang amat membutuhkannya menurut kesepakatan para ahli fikih termasuk dalam kerangka tujuan syariat Islam, yaitu menghindarkan salah satu bentuk kemudaratan yang akan menimpa diri seseorang. Meskipun pada hakikatnya darah yang dikeluarkan dari tubuh manusia […]

7 Cara Menenangkan Hati

Selama manusia hidup, kesenangan dan kesedihan selalu bergantian mengisi hari-hari. Permasalahan yang terus-menerus datang, baik itu ringan maupun berat, akan memberikan dampak pada hati seseorang. Ketika dihadapkan dengan masalah, manusia sering menghindarinya. Namun, dengan menghindari masalah yang dimiliki, hati akan merasa tidak tenang. Dalam Islam, kita diajarkan cara untuk membuat hati menjadi tenang dan selalu […]

Tutur Kata yang Baik

Saudaraku.. Mungkin dari kita sering atau suka menggunakan kata-kata yang tidak baik. Kata dusta. Kata hinaan. Serta ujaran kebencian. Kata-kata tersebut diucapkan baik saat bercanda, atau sedang serius, marah, dan sebagainya. Ada pula yang mengatakannya demi memuaskan diri saja. Atau ingin menjatuhkan suatu tokoh yang terkenal. Wahai saudaraku, apakah baik sikap muslim seperti itu ? […]

Event SKI Asy-Syifa

no event