SKI Asy-Syifa

Opinions

Masih Baper Melihat Orang Menikah

Masih Baper Melihat Orang Menikah

TIPS (COCOK BUAT MAHASISWA)

AGAR TIDAK MUDAH BAPER NIKAH

 

Bismillah. Assalaamu’alaykum Pembaca Setia web skifkunram J

Sudah dapat undangan pernikahan berapa di bulan Syawal? Banyak ya J

Hari Patah Hati Nasional, begitulah hastag yang ngetrend saat tanggal 7-07-2017, Muzammil dan Sonia menikah. Padahal, seharusnya lebih utama mendoakan agar kedua mempelai sakinah, mawaddah, warohmah. Bahkan ada meme yang viral di media sosial tentang baper nikah alias bawa perasaan nikah dan tingkatannya. Ketika Raisa, penyanyi terkenal menikah dikatakan baper tingkat nasional. Song Jong Ki menikah disebutkan baper tingkat internasional, terlebih Muzammil dilabelkan baper tingkat dunia akhirat.

Sumber gambar : www.gantungankunci

Baper nikah adalah timbulnya rasa ingin menikah. Adakah pembaca pernah terpikir darimana datangnya istilah baper? Istilah baper baru booming di kalangan anak muda yang berstatus jomblo yang bermerek belum laku-laku. Akibat dari pengaruh media sosial, istilah ini viral semakin meluas, bahkan anak-anak seusia SD bisa enteng mengucapkan kata baper. Biasanya caption yang membuat hati pembaca meleleh, membuat virus baper ini menjamur dan akhirnya pembaca ikut-ikutan trend. Apalagi sekarang, yang menikah itu adalah para pasangan yang labelnya sholeh dan sholehah, In Syaa Allah. Sehingga, baper ini merambat juga di kalangan mahasiswa yang sedang belajar menjadi sholeh dan sholehah. Jadi, yang baper-baper nih ikut-ikutan.

Kata baper nikah juga familiar di kalangan mahasiswa, bagaimana tidak? mahasiswa yang sedang kuliah dengan tugas yang tak berujung, tiba-tiba mendapat banyak undangan pernikahan dari keluarganya, seniornya di kampus, bahkan teman kelasnya. Sehingga, penyakit baper ini mudah menjangkit mahasiswa. Tentu, bisa mengganggu kefokusan mahasiswa dalam menempa diri menjadi an agent of change, karena membuang waktu untuk membicarakan baper nikah, apalagi kalau sudah bersosmed ria membicarakan baper nikah. Akibatnya tugas kuliah tidak diselesaikan dengan maksimal, karena kebanyakan sosmed baper nikah.

Renungan buat kita. Imam Nawawi dan Syaikhul islam Ibnu Taimiyah adalah dua ulama besar yang menjomblo hingga akhir hidupnya. Mereka mengabdikan seluruh hidupnya untuk agama, hampir tidak ada waktu memikirkan pasangan hidup. Kalau sanggup menjomblo mengikuti jejak beliau-beliau, boleh-boleh saja, asalkan tingkat spirit keilmuan bisa seperti dua ulama tersebut. Masih berniat berlarut-larut dalam baper?

Baiklah, supaya penyakit pembaca bisa disembuhkan, berikut tips dari hasil wawancara dan kajian tatalaksana cinta agar tidak mudah baper nikah.

  1. Dekatkan diri pada Allah dan cintai Rasululullah ﷺ. Apakah selama ini kita sudah mengetahui siapa Rabb kita? Agama kita? Nabi kita? atau pemahaman kita tentang 3 prinsip pokok itu masih dangkal? Bisa jadi, karena masih dangkal, akhirnya kita terlena baper nikah dan melupakan kematian. Seberapa peduli hambaNya kepada Allah, itulah kadar peduli Allah kepada hambaNya.

Sumber Gambar : http://www.imgrum.tumblr/pejuang/kamusukabaper

  1. Bahagiakan orang tua dan keluarga sebelum berniat membahagaikan anak orang lain. Buktikan dengan nyata untuk orangtua mimpi-mimpi sukses yang ingin kita wujudkan. Karena triliun teori akan kalah dengan satu aksi. Karena orang tua adalah orang yang paling berjasa dalam hidup setelah Rasululullah ﷺ. Mereka bersusah payah mencari uang untuk biaya kuliah anaknya.
  2. Perbanyak berpuasa. Jika merujuk pada hadits R. Muslim, Aisyah r.a. memang mengatakan sunnah menikah di bulan Syawal, karena Rasululullah ﷺ menikahinya setelah bulan Ramadhan. Namun, Rasululullah ﷺ juga dalam HR. Muslim meganjurkan agar berpuasa. Artinya, jika belum mampu menikah, maka berpuasa (pedoman jomblo fisabilillah).
  3. Jadikan pernikahan yang dilihat sebagai motivasi pelajaran sebelum menuju proses itu. Karena menikah harus mempersiapkan banyak hal seperti ilmu rumah tangga, mental, finansial, niat yang lurus, hati yang bersih dan lain-lain.
  4. Penuhi waktu dengan kegiatan-kegiatan bermanfaat. Kisah nyata di UNRAM, terdapat mahasiswi saat masa S-1 nya, beliau ikut 8 organisasi, sibuk memikirkan kegiatan satu ke kegiatan lainnya di organisasi, Ikut kajian-kajian islami, tentunya belum lagi memikirkan tugas kuliah yang tak berujung. Bahkan bisa bekerja sambil menuntaskan skripsi. Namun Alhamdulillah mahasiswi itu bisa cumlaude. Saat S-2 di lur negeri pun, beliau tak kalah sibuk karena ikut di 2 organisasi, ditambah dengan tugas yang tak pernah ada tanda koma. Bahkan bisa bekerja sebagai tour guide orang indonesia yang jalan-jalan di luar negeri. Alhamdulillah, selesai S-2 beliau dipertemukan dengan jodohnya yang juga tidak sempat baper karena sibuk meningkatkan kualitas diri. Artinya, dengan kesibukan bermanfat dengan niat karena Allah berarti tidak mengizinkan baper hinggap terlalu lama. Berkuliah berarti belajar, bukan untuk baper-baper. Berkuliah untuk meningkatkan kualitas diri, bukan tebar pesona.

Bagaiamana? Semoga yang membaca ini, setelah berusaha mencintai Rabb dan NabiNya serta membahagiakan keluarga, bisa dipertemukan dengan orang yang mencintai Allah dan Rasulnya sebagai jodoh dunia dan akhirat. Aamiin Ya Rahiim J.

Sumber

  1. https://konsultasisyariah.com/5557-anjuran-menikah-di-bulan-syawal.html
  2. https://muslimah.or.id/6281-anjuran-menikah-di-bulan-syawwal.html
  3. https://muslim.or.id/377-puasa-syawal-puasa-seperti-setahun-penuh.html
  4. Wawancara dengan muslimah dan muslim yang sudah menikah tanpa pacaran tapi semasa mahasiswa tidak sempat baper, muslim dan muslimah yang sudah alumni tapi tidak berniat pacaran dan tidak mudah baper, dan mahasiswa dan mahasiswi aktif yang menjomblo fisabilillah (Wilayah Universitas Mataram).

By : NAIBS

2 tanggapan untuk “Masih Baper Melihat Orang Menikah”

Tinggalkan Balasan

Recent Posts

Air Zamzam dengan Segudang Manfaat Didalamnya

Jabir bin Abdullah radhiallahu anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah shallahu ‘alaihi wassalam bersabda, “Air zamzam  mendatangkan khasiat dengan niat untuk apa air itu diminum”. (HR. Ibnu Majah) Ibnu Abbas radhiallahu anhu menambahkan dalam riwayatnya, “Air zamzam memenuhi tujuan untuk apa ia diminum; jika engkau meminumnya dengan niatan untuk menyembuhkan penyakitmu, Allah akan menyembuhkan penyakitmu dan jika […]

Dibalik Kebaikan Donor Darah

  donor/do·nor/ n  1 penderma; pemberi sumbangan; 2 penderma darah (yang menyumbangkan darahnya untuk menolong orang lain yang memerlukan): — darah. Donor darah merupakan istilah yang sudah tidak asing lagi di telinga kita. Darah yang telah didonorkan ini kemudian akan ditransfusikan kepada orang yang membutuhkan. Transfusi darah bertujuan untuk mengembalikan darah yang hilang misalnya saat operasi atau pada cedera parah. […]

Api yang Berbeda

Ya dia adalah Bilal, seseorang yang sontak membuat geger penyelenggaraan Ospek waktu itu. bagaimana tidak, dia satu-satunya maba yang berani menentang senior, karena sikap senior yang tidak bisa diterima. Di saat kami dimarah-marah oleh senior, kami hanya bisa diam dan menundukkan kepala, tetapi tidak dengan dia, dia berani mengatakan salah jika salah dan menunjukkan benar […]

Event SKI Asy-Syifa

no event