SKI Asy-Syifa

Opinions

Kasih Sayang dan Valentine’s Day

Kasih Sayang dan Valentine’s Day

Setiap manusia memiliki fitrah untuk berkasih sayang kepada sesama manusia lainnya, baik kepada orang tua, keluarga, teman, sahabat atau lawan jenis. Tak hanya kepada sesama manusia, fitrah kasih sayang tersebut juga bisa tercurahkan kepada ciptaan Allah yang lainnya. Salah satu contohnya terlihat saat memasuki bulan februari, dapat kita jumpai baik di media masa maupun dunia nyata seperti di mall, toko-toko kue, dan tempat hiburan lainya berlomba-lomba menarik perhatian para kaum muda untuk menyambut hari kasih sayang atau yang lebih dikenal dengan “Valentine’s Day”. Konsep kasih sayang ini kian hari semakin melenceng dari konsep awalnya. Tepat pada tanggal 14 februari, tidak sedikit di antara mereka yang memanfaatkan hari tersebut untuk melakukan hal-hal yang bisa dikatakan tidak ada manfaatnya, bahkan menjerumuskan ke hal-hal yang negatif, seperti berpesta, saling bertukar kado, memberi bunga dan cokelat, bahkan ke luar dengan pasangan atau pacar yang notabene belum sah menjadi miliknya, demi merayakan Valentine’s Day atau hari kasih sayang ini.

Sebenarnya sejarah apa di balik fenomena  hari yang disebut-sebut sebagai kasih sayang ini sehingga terkesan menjadi hari yang istimewa dan disambut dengan berbagai kemeriahan? Mari simak sejarahnyaJ

  • Sejarah valentine’s day

The world book encyclopedia, vol.20 (1993) menuliskan banyak versi mengenai Valentines’s Day. Perayaan Lupercalia  merupakan rangkaian upacara penyucian di masa Romawi Kuno (13-18 februari). Dua hari pertama dipersembahkan untuk Dewi Cinta (queen of feverish love) Juno Februata. Pada hari ini, para pemuda mengundi nama gadis-gadis dalam kotak. Lalu setiap pemuda mengambil nama secara acak dan gadis yang namanya keluar harus menjadi pasangannya selama setahun untuk bersenang-senang dan sebagai obyek hiburan. Pada 15 februari, mereka meminta perlindungan dewa Lupercalia dari gangguan serigala. Selama upacara ini kaum muda mencambuk dengan kulit binatang dan para wanita berebut untuk dicambuk karena beranggapan dengan dicambuk mereka lebih subur.

Ketika agama Kristen katolik masuk Roma, mereka mengadopsi upacara ini dan merubahnya ke nuansa kristiani, antara lain mengubah nama gadis-gadis dengan nama paus atau pastor. Di antara pendukungnya adalah Kaisar Constantine dan Paus Gregory I. Agar lebih mendekatkan lagi pada ajaran Kristen, pada 496 M Paus Gelasius I menjadikan upacara Romawi Kuno ini menjadi Hari Perayaan Gereja dengan nama Saint Valentine’s Day untuk menghormati St. Valentine yang meninggal pada 14 Februari. (The World Book Encyclopedia, 1998).

The Catholic Encyclopedia Vol. XV sub judul St. Valentine menuliskan ada 3 nama Valentine yang mati pada 14 Februari, seorang di antaranya dilukiskan sebagai yang mati pada masa Romawi. Namun demikian tidak pernah ada penjelasan siapa “St. Valentine” termaksud, juga dengan kisahnya yang tidak pernah diketahui ujung-pangkalnya karena tiap sumber mengisahkan cerita yang berbeda.

  • Menurut versi pertama, Kaisar Claudius II memerintahkan menangkap dan memenjarakan St. Valentine karena menyatakan Tuhannya adalah Isa al-Masih dan menolak menyembah Tuhan-tuhan orang Romawi. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan. Orang-orang yang mendambakan doa St. Valentine lalu menulis surat dan menaruhnya di terali penjaranya.
  • Versi kedua menceritakan bahwa Kaisar Claudius II menganggap tentara muda bujangan lebih tabah dan kuat dalam medan peperangan dari pada orang yang menikah. Kaisar lalu melarang para pemuda untuk menikah, namun St. Valentine melanggarnya dan diam-diam menikahkan banyak pemuda sehingga ia pun ditangkap dan dihukum gantung pada 14 Februari 269 M (The World Book Encyclopedia, vol. 20, 1993).
  • Ken Sweiger dalam artikel “Should Biblical Christians Observe it?” (korrnet.org) mengatakan “kata Valentine berasal dari bahasa latin yang artinya: yang Maha perkasa, Maha kuat dan Maha Kuasa” kata ini ditujukan kepada Nimrod dan Lupercus, Tuhan orang Romawi.

Maka disadari atau tidak, jika kita meminta orang menjadi “to be my Valentine”, hal itu berarti melakukan perbuatan yang dimurkai Tuhan (karena memintanya menjadi “Sang Maha Kuasa”) dan menghidupkan budaya pemujaan kepada berhala. Dalam Islam hal ini disebut Syirik  (menyekutukan Allah) dan termasuk dalam dosa besar.

Perayaan hari valentine biasanya dijadikan momentum untuk berpesta, bisa kita saksikan disekitar kita, khususnya di kota-kota besar yang banyak merayakan hari valentine dengan keluar bersama pasangannya “kencan”, hal tersebut dapat menjerumuskan dalam perbuatan yang lebih berbahaya lagi (berhubungan seksual) “na’udzubillah”. Hal ini juga bisa kita lihat di berita-berita terjadi kenaikan penjualan kondom.  Oleh Karena itu menurut salah satu dokter spesialis kulit dan kelamin di Mataram yakni dr. Yunita Hapsari, M.Sc., Sp.KK yang diwawancarai pada hari kamis, 9 februari 2017 menyatakan bahwa ada dua momentum pasien penyakit menular seksual (PMS) meningkat, yakni saat tahun baru dan pasca hari valentine. Salah satu penyakit menular seksual yang sering terjadi adalah “Gonore” atau yang lebih dikenal dengan kencing nanah. Kencing nanah pada pria lebih mudah diketahui dengan gejala nyeri saat berkemih dan nyeri ini khas seperti rasa terbakar. Lain halnya dengan perempuan yang sulit dideteksi dini karena asimptomatis (tanpa gejala) dan baru menimbulkan gejala setelah beberapa minggu berhubungan seks. Pada perempuan pun biasanya tidak terlalu diperhatikan karena secara fisiologis perempuan mengalami keputihan, sedangkan keputihan tersebut ada yang fisiologis dan patofisiologis.

Walaupun masih belum ada penelitian mengenai data tersebut, tetapi tidak dipungkiri hari valentine biasanya dijadikan momentum bagi pria dan wanita untuk terjerumus dalam perzinahan, salah satunya seks bebas. Beliau juga menuturkan bahwa pasien yang datang dari berbagai usia dan pekerjaan, baik dari remaja SMP, mahasiswa dan karyawan.

Karena tingginya faktor resiko terjangkit infeksi menular seksual, hal ini juga  tidak bisa lepas dengan peningkatan kasus HIV/AIDS. Berdasarkan data dari yayasan spiritia jumlah HIV & AIDS yang dilaporkan 1 januari sampai dengan 31 maret 2016 adalah HIV sebanyak  32,711 dan AIDS sebanyak 7,864. Jumlah kumulatif  kasus HIV/AIDS di provinsi Nusa Tenggara Barat sendiri adalah HIV sebanyak  1,092 dan AIDS sebanyak 632. (http://spiritia.or.id/Stats/Statistik.php).

 

Ikhwahfillah, itulah sejarah dan dampak dari peringatan “valentine’s day” yang selama ini telah dianut oleh masyarakat di Indonesia pada umumnya, dan tidak lain valentine’s day merupakan suatu kebiasaan atau ritual orang kafir (non muslim).

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ketika ditanya mengenai valentine’s day menjawab:

Tidak boleh merayakan valentine’s day karena sebab-sebab berikut:

  1. Bahwa itu adala hari raya bid’ah, tidak ada dasarnya dalam islam
  2. Bahwa itu akan menimbulkan kecemburuan
  3. Bahwa itu akan menyebabkan sibuknya hati dengan perkara-perkara bodoh yang bertolak belakang dengan tuntunan para salaf.

Lalu, bagaimana seharusnya kita menyikapinya?

  1. Allah SWT berfirman :

وَلا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولا

Artinya: Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.   ( QS Al-Isra:36)

  1. “Bukan termasuk golongan kami orang yang menyerupai selain kami. Janganlah menyerupai Yahudi dan Nasrani.” (HR. Tirmidzi)
  2. Rasulullah SAW bersabda “Barangsiapa meniru suatu kaum, maka ia termasuk dari kaum tersebut.” (HR. At-Tirmidzi).
  3. Kemudian salah satu ayat tentang larangan Allah terhadap zina terdapat pada QS.Al-Isro ayat 32 yang artinya “Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk”
  4. Mari Ittiba’ (mengikuti Al-Qur’an dan Sunnah dilandasi dengan ilmu) dan jangan Taqlid (ikut-ikutan tanpa landasan ilmu dan Al-Qur’an serta Sunnah)

Oleh sebab itu pada hari tersebut tidak boleh ada simbol-simbol perayaan, baik berupa makanan, minuman, pakaian, dan sebagainya. Hendaknya setiap muslim merasa mulia dengan agamanya dan tidak menuruti setiap ajakan yang dapat menodai akidahnya. Semoga Allah melindungi kaum muslimin dari setiap fitnah dan semoga Allah menjadikan kita hidup penuh dengan kecintaan dan kasih sayang yang tulus. Allah Subhanahu wa taa’la berfirman, artinya: “Kecintaan-Ku adalah bagi mereka yang saling berkorban mencintai Aku dan yang saling mengunjungi Karena Aku” (HR. Ahmad).

Tinggalkan Balasan

Recent Posts

Air Zamzam dengan Segudang Manfaat Didalamnya

Jabir bin Abdullah radhiallahu anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah shallahu ‘alaihi wassalam bersabda, “Air zamzam  mendatangkan khasiat dengan niat untuk apa air itu diminum”. (HR. Ibnu Majah) Ibnu Abbas radhiallahu anhu menambahkan dalam riwayatnya, “Air zamzam memenuhi tujuan untuk apa ia diminum; jika engkau meminumnya dengan niatan untuk menyembuhkan penyakitmu, Allah akan menyembuhkan penyakitmu dan jika […]

Dibalik Kebaikan Donor Darah

  donor/do·nor/ n  1 penderma; pemberi sumbangan; 2 penderma darah (yang menyumbangkan darahnya untuk menolong orang lain yang memerlukan): — darah. Donor darah merupakan istilah yang sudah tidak asing lagi di telinga kita. Darah yang telah didonorkan ini kemudian akan ditransfusikan kepada orang yang membutuhkan. Transfusi darah bertujuan untuk mengembalikan darah yang hilang misalnya saat operasi atau pada cedera parah. […]

Api yang Berbeda

Ya dia adalah Bilal, seseorang yang sontak membuat geger penyelenggaraan Ospek waktu itu. bagaimana tidak, dia satu-satunya maba yang berani menentang senior, karena sikap senior yang tidak bisa diterima. Di saat kami dimarah-marah oleh senior, kami hanya bisa diam dan menundukkan kepala, tetapi tidak dengan dia, dia berani mengatakan salah jika salah dan menunjukkan benar […]

Event SKI Asy-Syifa

no event