SKI Asy-Syifa

Lifestyle

KADAR SEMANGAT IBADAH MASIH NAIK TURUN? APA YANG SEBAIKNYA YANG PERLU DIKOREKSI?

KADAR SEMANGAT IBADAH MASIH NAIK TURUN? APA YANG SEBAIKNYA YANG PERLU DIKOREKSI?

Assallammu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh…

Saudaraku…
Dalam beribadah seringkali kita mengalami gundah gulana, kadang kala kita semangat, kadang kalapun lemas melemas menjadi malas. Wajarkah? Hmmmm wajar-wajar saja karena kita manusia, yang memilliki kadar keimanan yang naik turun, hal ini dijelaskan dalam dalam Al-Qur’an surah Al-Ahzab ayat 22 yang artinya “Dan itulah yang menambah iman mereka dan ketundukan”(Qs. Al-Ahzab:22).

Kata menambah dalam surat tersebut sudah cukup jelas menyatakan bahwa manusia memang tak pernah stabil. Tak pernah seimbang, walaupun pernah itu hanya sekejap. Selalu saja ada godaan, godaan-godaan syaitan yang begitu halus, hingga tanpa sadar sudah begitu jauh kita terlena.

Lalu bagaimana? Masih bisakah kita menghantam nafsu? Masih bisakah kita menepis aral? Ooh jelas tentu masih bisa, seperti firman Allah : “Kun Fayakun” “Jadilah, maka terjadilah”. Nah atas kehendak Allah semua pasti bisa, asalkan kita mau bertekad besar.

Sahabatku, ketika ibadah kita runyam, banyak bolong, lalu kusut bagaikan kertas yang sudah lusuh, maka kegiatan, atau keinginan yang kita inginkan ikut-ikutan tak lancar juga, bahkan sampai ke titik hal yang kita tidak inginkan. Itu karena apa? Karena Allah sedang cemburu kepada hambaNya yang mementingkan hal-hal dunia hingga melalaikan ibadahnya. Oleh karena itu, yuk sama-sama perbaiki hubungan kita sama Do’i ya Do’i, Dia Orang Istimewa, siapa lagi kalau bukan Allah, sang Maha Pencipta, sang Maha pengatur.

Lalu apa saja yang perlu kita koreksi atau perbaiki agar ibadah kita mulai stabil lagi? Ayo kita baca dan renungkan secara bertahap :

  1. Niat

“Dari Umar radhiyallahu’ anhu, bahwa Rasulullah Shallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Amal itu tergantung niatnya, dan seseorang hanya mendapatkan sesuai niatnya. Barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, dan barang siapa yang hijrahnya karena dunia atau karena wanita yang hendak dinikahinya, maka hijrahnya itu sesuai ke mana ia hijrah”. (HR. Bukhari, Muslim, dan empat imam Ahli Hadits).

Nah loh, gimana niat-niat kita sudah lurus belum? Hmmm, ayo gimana? Yup sobat, ternyata jika niat kita salah maka efeknya ke semangat kita dalam beribadah, coba deh yuk mulai sekarang kita perbaiki sama-sama niat-niat kita J Bismillah…

2. Berlebihan (Ghuluw) dan Terlalu Bersemangat dalam Beribadah,

Ketika baca yang kedua rasa-rasanya kaya ada yang aneh gitu ya, ya kali terlalu bersemangat dalam beribadah salah?. Wkwk gk salah kok, cuman segala sesuatu yang berlebihan emang gak baik, gak percaya ? yuk simak firman Allah berikut ini :

“Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah disetiap (dikirim) masjid, makan dan minumlah, dan jangan berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebihan.” (QS. Al-A’raaf: 31).

Nah loh jelaskan? Jadi dalam beribadah juga sebaiknya kita biasa-biasa saja, maksudnya sesuai dengan porsi kita, jadi jangan sampai karena semangatnya shalat tahajud langsung 12 rakaat nah malam beriutnya jadi 8, 6, terus, 2, terus hilang… kan gk enak kalau gitu ya gk? Nah yuk, sekarang kan udah tau, mending kita buat target, tulis dibuku, hari ini tilwah 1 juz, shlat dhuha, puasa, shalat tahajud 2 rakaat dll. Setelah itu evaluasi dan perbaiki pada esok harinya, masa kalah sama syaitan mereka aja semangat terus menjerumuskan manusia, maka manusia harus lebih cerdas dan tangguh dari syaitan. Yaa.

3. Jauhi Maksiat

“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” (QS.Al-Israa/17:32).

 Mendekatinya saja kita tidak boleh, apalagi melakukannya, definisi maksiat di sini umum ya, bisa masuk ke hal-hal yang tidak bermanfaat, atau hal-hal lainnya. Oleh karena itu sekarang  lakunlah hal-hal yang bermanfaat untuk dirimu, dan sekitarmu. Karena “Sebaik-sebaik manusia yang paling bermanfaat bagi manusia”(HR. Ahmad, ath-Thabrani, ad-Daruqutni).

4. Lingkungan

“Dan bersabarlah kamu bersama dengan oramg-orang yang menyeru Rabbnya di pagi dan di senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya. Dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka karena menharapkan perhiasan kehidupan dunia ini. Dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaanya itu melewati batas.” (QS. Al-Kahfi/18:28). Nah loh, yukk intropeksi diri lingkungan kita bagaimana? Rekan-rekan kita bagaimana?, karena lingkungan dan orang-orang di sekitar kita akan sangat mempengaruhi kadar semangat kita dalam beribadah.

5. Mengingat Mati, Surga, dan Neraka

“ Setiap orang yang berjiwa akan mati. Dan sungguh-sungguh pada hari kiamat sajalah disempurnkan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam Surga, maka ia telah berhasil. Kehidupan dunia tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. (QS. Ali Imran; 185).

Saudaraku, mengingat kematian bahkan sangat dianjurkan, karena dengan begitu kita akan selalu ingat bahwa dunia ini hanya sementara, selain itu kita akan semangat untuk terus beribadah. Dalam ayat-ayat Allah yang begitu tersusun rapi nan indah jelas dan sungguh jelas terukir segala pedoman kehidupan kita, jadi teruslah semangat dalam beribadah dan terus selami ayat-ayat Allah J.

“Allahumma inni a’udzu buka mial ‘ajzi, wal kasali, wal jubni, wal haromi, wal bukhl. Wa a’udzu bika min ‘adzabil qobri wamin fitnatil wahyaa wal mamaat.”

Artinya : Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan, rasa malas, rasa takut, kejelekan di waktu tua, dan sifat kikir. Dan aku juga berlindung kepada-Mu dari siksa kubur dan bencana kehidupan dan kematin.”  (HR. Bukhari no. 6367 dan muslim no. 2706).

Itulah sebait do’a yang diajarkan Rasulullah SAW kepada umatnya. Semoga kita selalu berada dalam lindungan Allah.Terimakasih Wassallammu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh.

Dikutip oleh : (PenaSaban).

Daftar Pustaka :

ad-Da’as, A. U. (2014). Riyadhush Shalihat. Kartasura, Solo: Pustaka Iltizam.
https://rumasysho.com/13108-dalil-iman-itu-bertambah-dan-berkurang.html

Tinggalkan Balasan

Recent Posts

DIET UNTUK PENDERITA DM

Hiperglikemi merupakan suatu kondisi peningkatan kadar glukosa dalam darah melebihi batas normal. Hiperglikemia adalah salah satu tanda khas pada orang diabetes mellitus (DM). Hal yang menjadi perhatian pada penderita DM adalah makanan atau nutrisi harian, yang akan mempengaruhi kadar glukosa darahnya. Prinsip pengaturan makan pada  penyandang DM hamper sama dengan anjuran makan untuk masyarakat umum, […]

KADAR SEMANGAT IBADAH MASIH NAIK TURUN? APA YANG SEBAIKNYA YANG PERLU DIKOREKSI?

Assallammu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh… Saudaraku… Dalam beribadah seringkali kita mengalami gundah gulana, kadang kala kita semangat, kadang kalapun lemas melemas menjadi malas. Wajarkah? Hmmmm wajar-wajar saja karena kita manusia, yang memilliki kadar keimanan yang naik turun, hal ini dijelaskan dalam dalam Al-Qur’an surah Al-Ahzab ayat 22 yang artinya “Dan itulah yang menambah iman mereka dan ketundukan”(Qs. […]

Kekurangan cairan saat berpuasa? Ini solusinya!

Tak terasa kita sudah memasuki bulan puasa, apa saja sih yang sudah teman-teman persiapkan untuk menjaga kesehatan dalam berpuasa ? Kita perlu tau nih ternyata ada banyak hal yang perlu kita siapkan agar ibadah puasa kita berjalan lancar dan optimal, yaitu salah satunya adalah sahur. Sahur merupakan kegiatan makan dan minum rutin kita pada saat […]

Event SKI Asy-Syifa

no event