SKI Asy-Syifa

Islamic Study

Futur

Futur

Kok males banget yaa rasanya, bahkan untuk melepas baju aja malas, apalagi untuk mengulang pelajaran dan hal ini semakin berat tatkala mendengar adzan panggilan shalat, selalu rasanya ingin di kasur, namun anehnya kalau buka hp buat chat di medsos atau ngegame, rasanya ingin berlama-lama meski harus meninggalkan banyak tugas.

Dulu si Andi rajin banget ikut kajian dan halaqah, tapi sekarang dichat aja sulit. Akhi Husni selalu pertama hadir di kampus dan menjadi teladan, tapi saat ini tampak murung dan susah diajak ngobrol. Adalagi si Dina yang selalu pakai hijab syar’i dan selalu menjaga lisan, tapi kok sekarang mulai pendek kudungnya dan rajin ngerumpi sama cowok. Kasihan lagi si Tina, dulu selalu rajin baca Al Qur’an dan buku² islami, tapi sekarang hobinya baca novel dan nonton film korea.

Inilah yang disebut Futur : “suatu keadaan yang dimana rasanya susah berbuat baik padahal sebelumnya menjadi Teladan dalam kebaikan, atau juga munculnya sikap malas / berlambat-lambat / lemah setelah sebelumnya rajin, semangat dan pantang menyerah.”

Siapa pun kita pasti pernah berbuat salah ataupun mendapat serangan futur yang menjadikan banyak agenda kebaikan dan tugas yang Terlantar, permasalahannya bukan pada futurnya tapi pada “Bagaimana Bersikap tatkala Futur?”, Hanya Malaikat yang nggak pernah Futur, Allah berfirman :

يُسَبِّحُونَ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ لَا يَفْتُرُونَ

“Mereka (para Malaikat) selalu bertasbih tidak henti-hentinya malam dan siang.” (Al-Anbiya’ 20)

Seseorang yang terbiasa futur dan membiarkan dirinya terus futur, dapat masuk dalam kategori kemunafikan yang membahayakan agamanya, sehingga Nabi ﷺ bersabda :
” لِكُلِّ عَمَلٍ شِرَّةٌ ،
“Setiap perbuatan memiliki kondisi seseorang bersemangat didalamnya,

وَلِكُلِّ شِرَّةٍ فَتْرَةٌ ،
Dan pada setiap kondisi semangat muncul rasa malas (lemah),

فَمَنْ كَانَتْ فَتْرَتُهُ إِلَى سُنَّتِي فَقَدْ أَفْلَحَ،
Maka barangsiapa yang kelemahannya menuju Sunnah-ku maka ia telah Beruntung,

وَمَنْ كَانَتْ إِلَى غَيْرِ ذَلِكَ فَقَدْ هَلَكَ “.
Dan barangsiapa yang kelemahannya diluar itu maka ia telah Binasa.” (HR Ahmad)

Apa yang dimaksud dengan futur yang mengarah pada sunnah Rasulullah, Sahabat Umar bin Khattab berkata : “Sesungguhnya hati memiliki kondisi semangat dan lemah, maka apabila ia semangat, maka perbanyaklah Amalan² baik yang Sunnah. Dan apabila ia lemah, maka Istiqomahlah dalam melaksanakan kewajiban² dari Allah.”

Intinya apabila seseorang berada dalam kondisi lemah / malas, maka jangan sampai hal itu menjadikan ia meninggalkan kewajiban seperti Shalat 5 waktu, pakai hijab bagi muslimah, berakhlak mulia dsb.

Seseorang yang terbiasa futur menjadikan dirinya tidak pernah menyelesaikan permasalahan dalam hidupnya, ikut halaqah nggak selesai, kuliah nggak selesai, baca buku nggak selesai, nulis skripsi nggak selesai, buat program gagal, buka usaha ditinggal, PKL nggak jelas, sukanya pacaran / ta’aruf ; giliran suruh nikah : kabur, banyak nongkrong, banyak teori tanpa aksi, sukanya bikin panas / masalah namun tak bisa memberikan solusi.

Simpelnya kalau kepepet baru menyesal dan menghalalkan segala cara agar bisa menyelesaikan masalah. Sungguh beruntung mereka yang futur, tapi berada dalam jalan yang Sunnah…

Kenapa ??? Berikut Manajemen Mengahadapi Futur :

1. Seorang Muslim harus disiplin, cirinya ia memiliki rencana dan target² dalam hidup sehingga apabila ia terserang futur, maka hal itu tidak merusak dari agenda kebaikan harian, karena ia punya standar minimal. Contohnya :

Seseorang yang terbiasa datang ke masjid 15 menit sebelum adzan, bila futur datang tatkala adzan.

Seseorang yang terbiasa shalat malam 11 rakaat, bila ia futur maka ia memasang target minimal 5 rakaat.

Seseorang yang terbiasa shalat sunnah nawafil 12 rakaat, bila futur tetap menjaga 2 rakaat sebelum subuh dan 2 rakaat setelah isya.

Seseorang yang terbiasa membaca Al Qur’an 1 juz, bila futur tetap membaca 1 lembar.

Seseorang yang terbiasa berinfak 1 juta dalam sebulan, bila futur tetap berinfak 500 ribu.

Seseorang yang terbiasa dzikir pagi dan sore, bila futur tetap menjaga bacaan Ayat Kursi dan 3 surat terakhir dari Al Qur’an.

2. Sungguh Mulia orang² Shaleh yang apabila datang rasa futur, tidak mengurangi semangat mereka dalam ibadah dan berbuat baik, namun mereka menjaga diri dari kemaksiatan serta memperbanyak doa.

Diantara doa yang selalu dijaga Rasulullah ﷺ dalam banyak kondisi :

” اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ ؛

“Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari :

الْهَمِّ وَالْحَزَنِ، وَالْعَجْزِ وَالْكَسَلِ،

Kecemasan, Kesedihan, Kelemahan, Kemalasan,

وَالْجُبْنِ وَالْبُخْلِ، وَضَلَعِ الدَّيْنِ وَغَلَبَةِ الرِّجَالِ.“

Ketakutan, Kekikiran, Terlilit hutang serta Terjajah orang.”

Sungguh doa ini mengandung perlindungan dari 8 perkara yang menggangu kehidupan seorang Muslim, sehingga Nabi memperbanyak membacanya tatkala beliau telah berada di atas hewan kendaraannya.

3. Sebagaimana doa, Dzikir memiliki peranan penting dari berlarutnya rasa malas (futur) dalam diri seseorang, karena kebanyakan penyebab futur adalah kemaksiatan yang menjadikan hatinya keras, sehingga dzikirlah melembutkan hati yang keras.

Rasulullah ﷺ selalu membahasi lisan beliau dengan dzikir, diantara dzikir yang melawan futur adalah memperbanyak :

” لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ “

Dzikir ini merupakan harta simpanan yang besar di surga.

Bila kita perhatikan kondisi sekitar, kita mudah mendapatkan orang yang suka mengghibah dan berbicara yang tidak manfaat muncul dari pribadi yang jarang berdzikir, dan hal ini menjadikan ia tidak merasa bahwa “Allah selalu mengawasi amal perbuatannya”.

4. Carilah teman yang Shaleh dan bergaullah dengannya, yang bila bertemu dengannya iman kita bertambah. Adapun teman yang buruk, maka mereka seburuk-buruk teman yang membawa pada kesengsaraan dunia & akhirat serta penyebab seringnya seseorang menyimpang dari kebenaran dan menjadi futur.

الْأَخِلَّاءُ يَوْمَئِذٍ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ إِلَّا الْمُتَّقِينَ

“Teman-teman (yang mengajak pada kemaksiatan) karib pada hari itu saling bermusuhan satu sama lain, kecuali mereka yang bertakwa.” (Az-Zukhruf 67)

Bahkan Rasulullah ﷺ bersabda :

” لَا تُصَاحِبْ إِلَّا مُؤْمِنًا،

“Janganlah engkau berteman kecuali dengan orang beriman,

وَلَا يَأْكُلْ طَعَامَكَ إِلَّا تَقِيٌّ ”

Dan janganlah memakan makananmu kecuali orang Bertaqwa.” (HR Abu Dawud)

Dalam hadits lain, Rasulullah ﷺ bersabda :

” الْمَرْءُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ،

“Seseorang tergantung (terpengaruh) oleh agama (pemahaman) teman dekatnya,

 

فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِطُ ”

Maka perhatikanlah kepada siapa ia bersahabat.” (HR Ahmad)

5. Memperbanyak muhasabah (evaluasi) amal pribadi setiap harinya, khususnya sebelum tidur serta mengingat kematian agar memperbanyak istighfar dan melapangkan hati terhadap banyak perkara hidup.

Seseorang yang tidak terbiasa muhasabah, ibarat seseorang yang mengendarai mobil / motor di jalanan panjang tanpa pernah menservis kendaraannya di bengkel, sehingga ada titik dimana kendaraan tersebut mogok atau meledak tanpa ia sadari.

Sungguh beruntung mereka yang selalu bermuhasabah dan menambal dari kekurangan dirinya dengan istighfar dan memperbaiki apa yang rusak & salah.

Futur bisa menjadi penyakit mematikan bila seseorang tidak memenej dirinya di dalamnya, namun futur bisa menjadi obat terbaik guna meningkatkan semangat dan kemampuan saat ia memahami kondisi tersebut.

Saudara/i ingatlah bahwa hidup ini cuma sekali dan terbatas, maka Tinggalkanlah jejak² kebaikan yang memberikan keuntungan di dunia dan akhirat, jadilah seseorang yang selalu memberi manfaat dan menjadi pintu kebaikan bagi orang lain.

والسلام

Ditulis oleh Ustadz Jundi

Tinggalkan Balasan

Recent Posts

Kekurangan cairan saat berpuasa? Ini solusinya!

Tak terasa kita sudah memasuki bulan puasa, apa saja sih yang sudah teman-teman persiapkan untuk menjaga kesehatan dalam berpuasa ? Kita perlu tau nih ternyata ada banyak hal yang perlu kita siapkan agar ibadah puasa kita berjalan lancar dan optimal, yaitu salah satunya adalah sahur. Sahur merupakan kegiatan makan dan minum rutin kita pada saat […]

Yuk Intip, Apa Saja Makna Dan Tujuan Berpuasa!

Bulan Ramadhan sudah di depan mata, get yourself ready! Bulan Ramadhan ini adalah bulan yang penuh berkah dan tentu saja sudah dinanti-nantikan oleh seluruh umat muslim. Bukan hanya sekedar banyaknya diskon-diskon pakaian, makanan yang beraneka ragam atau moment berkumpul dengan keluarga saja. Lebih dari itu semua, banyak banget hal yang bisa kita dapatkan di bulan […]

Kegiatan Kesmas Al-Wafi 2018

Transfusi darah adalah kegiatan dalam membantu penyembuhan manusia ketika kadar darah dalam tubuh dibawah yang seharusnya. Menyumbangkan darah kepada orang lain yang amat membutuhkannya menurut kesepakatan para ahli fikih termasuk dalam kerangka tujuan syariat Islam, yaitu menghindarkan salah satu bentuk kemudaratan yang akan menimpa diri seseorang. Meskipun pada hakikatnya darah yang dikeluarkan dari tubuh manusia […]

Event SKI Asy-Syifa

no event