SKI Asy-Syifa

Figure

Bidadari Besi : Khaulah Binti Al-Azwar

Dear muslimah

Sesungguhnya Islam memiliki banyak figur muslimah yang keren. Contohnya seorang bidadari besi ini. Yuk, baca tuntas tentang bidadari besi berikut, siapa tahu dapat menjadi inspirasi kita di akhir zaman ini.

 

Suatu peperangan yang dipimpin oleh Khalid bin Walid. Saudaranya, Dhirar bin Azwar tertawan oleh pasukan Romawi. Khalid bin Walid dan segenap pasukan muslimin pun berusaha untuk memenangkan pertarungan yang berlangsung sengit. Di tengah peperangan yang menggebu, muncullah seorang penunggang kuda yang begitu tangguh di atas kudanya. Ia merangsek maju dengan tombak di tangannya. Ia mengenakan pakaian yang menutupi sekujur tubuhnya dan hanya matanya yang terlihat. Prajurit penuggang kuda ini bertempur dengan sangat berani dan tangguh. Banyak kaum muslimin kagum dengan kemampuan bertarungnya. Ia memporak-porandakan barisan kaum Romawi dan membangkitkan lagi semangat kaum muslimin.

 

Rafi’ Bin Humairoh adalah salah satu pejuang. Dia menggambarkan bagaimana ksatria itu menancapkan barisan musuh, menghilang di tengah mereka, muncul kembali beberapa saat dengan darah menetes dari tombaknya. Dia membelok lagi dan mengulangi perbuatannya tanpa rasa takut, beberapa kali. Semua tentara Muslim khawatir tentang dia dan berdoa untuk keselamatannya. Rafi’ ‘dan yang lainnya berpikir bahwa dia adalah Khalid, yang sangat terkenal karena keberanian dan rencana militernya yang jenius. Tapi tiba-tiba Khalid tampil dengan sejumlah ksatria. Rafi’ bertanya kepada pemimpin:

 “Siapa ksatria itu? Demi Allah, dia tidak memperhatikan keselamatannya!”

Para pasukan kaum muslimin pun bertanya-tanya akan misteri sosok sang penunggang kuda itu. Rafi’ bin Umairoh pun menjawab “itu adalah Khalid bin Walid” sambil meyakinkan jawabannya, tetapi ia tak tampak seperti Khalid bin Walid dalam hatinya berkata. Sebagian mereka pun mengira dan yakin bahwa ia adalah Khalid bin Walid “Sang Pedang Allah”, karena dari cara bertempur sama seperti Khalid bin Walid yang gagah nan berani pula.

Khalid bin Walid pun berkata, “demi Allah, aku lebih terkejut dari pada kalian”. Khalid bin Walid yang turut menyaksikan keberanian sang prajurit merasa kagum dan berseru agar kaum muslimin membantunya.  “Wahai kaum muslimin, satukan semua bala tentara dan bantulah penunggang kuda yang mempertahankan agama Allah!”, seru Khalid bin Walid kepada seluruh kaum muslimin.

Maka bergeraklah seluruh pasukan bersama panglima Khalid bin Walid ke dalam pertempuran dan berakhir dengan sebuah kemenangan. Usai peperangan, rasa penasaran masih menyelimuti benak kaum muslimin. Siapakah gerangan yang ada di balik pakaian yang tertutup itu? Sang prajurit yang gagah dan berani. Khalid bin Walid pun mendekatinya dan bertanya, ”Engkau yang selama ini membuat kami penasaran dan heran. Aku ingin engkau membuka kain yang menutupi wajahmu dan beritahulah kepada kami tentang kamu sebenarnya!”

Khaulah pun terdiam dan menjawab perlahan,

Wahai pimpinan kami, sesungguhnya alasan aku tidak mau memperlihatkan diriku kepadamu karena aku malu kepadamu. Engkau adalah seorang pimpinan yang agung, sementara aku hanyalah seorang wanita lemah yang harus tertutup. Sesungguhnya aku melakukan hal ini karena hatiku terbakar dan merasa sakit hati.”

Maa Syaa Allah…

Khaulah adalah putri salah satu kepala suku Bani Asad, dan keluarganya memeluk Islam pada masa awal. Nama ayahnya adalah Malik atau Tariq Bin Aws. Al-Azwar adalah nama panggilannya. Saudaranya, Dirar, adalah ksatria dan penyair sukunya, dan terkenal karena kebijaksanaannya. Cintanya pada adiknya dan kepercayaan diri pada kemampuannya adalah hal yang legendaris. Mereka adalah saudara kandung yang sangat saling terikat sehingga dia adalah rekannya kemanapun dia pergi. Dirar melatihnya pada semua seni pedang dan Khaulah juga menjadi seorang srikandi yang sempurna. Selain itu, Khaulah menguasai seni puisi.

Khaulah menjadi legenda selama hidupnya dan tetap menjadi legenda sampai hari ini.  Dia memberi contoh kepada pria dan wanita bahwa orang harus berjuang untuk apa yang dia percaya, dan tidak pernah menerima kekalahan. Allahu Akbar!

 

Sumber :

  1. Albashiroh
  2. Kiblat muslimah
  3. Islam Womens – Jewels of Islam

Tinggalkan Balasan

Recent Posts

Kekurangan cairan saat berpuasa? Ini solusinya!

Tak terasa kita sudah memasuki bulan puasa, apa saja sih yang sudah teman-teman persiapkan untuk menjaga kesehatan dalam berpuasa ? Kita perlu tau nih ternyata ada banyak hal yang perlu kita siapkan agar ibadah puasa kita berjalan lancar dan optimal, yaitu salah satunya adalah sahur. Sahur merupakan kegiatan makan dan minum rutin kita pada saat […]

Yuk Intip, Apa Saja Makna Dan Tujuan Berpuasa!

Bulan Ramadhan sudah di depan mata, get yourself ready! Bulan Ramadhan ini adalah bulan yang penuh berkah dan tentu saja sudah dinanti-nantikan oleh seluruh umat muslim. Bukan hanya sekedar banyaknya diskon-diskon pakaian, makanan yang beraneka ragam atau moment berkumpul dengan keluarga saja. Lebih dari itu semua, banyak banget hal yang bisa kita dapatkan di bulan […]

Kegiatan Kesmas Al-Wafi 2018

Transfusi darah adalah kegiatan dalam membantu penyembuhan manusia ketika kadar darah dalam tubuh dibawah yang seharusnya. Menyumbangkan darah kepada orang lain yang amat membutuhkannya menurut kesepakatan para ahli fikih termasuk dalam kerangka tujuan syariat Islam, yaitu menghindarkan salah satu bentuk kemudaratan yang akan menimpa diri seseorang. Meskipun pada hakikatnya darah yang dikeluarkan dari tubuh manusia […]

Event SKI Asy-Syifa

no event