SKI Asy-Syifa

Islamic Study

Beriman kepada Kitab-kitab Allah

Beriman kepada Kitab-kitab Allah

Diantara rukun iman yang enam adalah beriman kepada kitab-kitab Allah, yaitu kitab-kitab yang Allah turunkan kepada para RasulNYa sebagai rahmat untuk para makhluknya dan sebagai petunjuk hidup untuk kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Dari hal ini kita mengatahui bahwasanya tidaklah seorang rasul diutus melainkan diturunkan kepadanya kitab, sebagaimana firman Allah ta’ala dalam QS. al-Baqarah : 213,

كَانَ النَّاسُ أُمَّةً وَاحِدَةً فَبَعَثَ اللَّهُ النَّبِيِّينَ مُبَشِّرِينَ وَمُنْذِرِينَ وَأَنْزَلَ مَعَهُمُ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ

“Manusia itu adalah umat yang satu. (setelah timbul perselisihan), maka Allah mengutus para nabi, sebagai pemberi kabar gembira dan pemberi peringatan, dan Allah menurunkan bersama mereka Kitab yang benar”.

Adapun dalil terkait dengan bahwasnya kitab-kitab dahulu sudah dirubah yaitu firman Allah yang artinya,

“Maka celakalah orang-orang yang menulis kitab dengan tangan mereka (sendiri) kemudian mereka berkata “ini dari Allah” dengan maksud menjualnya dengan harga murah”. (QS al-Baqarah : 79)

Beriman kepada kitab-kitab Allah mencakup 4 hal :

1. Kita beriman bahwasanya kitab-kitab tersebut datang dari Allah subhanahu wata’ala kemudian diturunkan kepada para Rasul. Namun, yang perlu kita yakini bahwasanya kitab-kitab yang berada di tangan para ummat sekarang ini telah hilang keasliannya. Karena isinya telah dirubah terkecuali kitab Al quran yang telah dijamin keasliannya hingga hari kiamat kelak. Sehingga al-Qur’an berlaku hukumnya sampai hari kiamat.

Allah subhanahu wata’la berfirman:
إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ

Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya (QS. al-Hijr : 9)

2. Beriman dengan apa-apa yang kita ketahui dari nama-namanya seperti al-Quran yang diturunkan kepada Nabi kita Muhammad Sallahu’alaihiwasallam, kemudian Taurat yang diturunkan kepada nabi Musa ‘alaihissalam, Injil yang diturunkan kepada Nabi Isa ‘alaihissalam, Zabur yang diturunkan kepada Nabi Daud dan shuhuf Ibrohim ‘Alahimussalam. Adapun nama-nama kitab yang tidak diketahui namanya kita mengimaninya secara umum.

3. Membenarkan berita-berita yang terdapat di dalamnya seperti kabar-kabar dari al Quran dan kabar-kabar yang belum dirubah dari kitab-kitab terdahulu.

4. Mengamalkan hukum-hukum yang tidak dimansyukh (dihapus) dari kitab-kitab tersebut, ridho serta tunduk kapada hukum tersebut baik kita mengetahui hikmah dibalik hukum tersebut maupun tidak. Serta hukum yang tidak terdapat dalam al-Qur’an namun terdapat dalam kitab-kitab terdahulu, telah dihapus oleh al-Qur’an. Allah berfirman dalam QS al-Ma’idah : 48,

وَأَنْزَلْنَا إِلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ الْكِتَابِ وَمُهَيْمِنًا عَلَيْهِ

“Dan Kami telah menurunkan kitab (Al Qur’an) kepadamu (Muhammad) dengan membawa kebenaran, yang membenarkan kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya dan menjaganya”.

Artinya adalah bahwa al-Quran merupakan kitab yang membenarkan semua kitab-kitab terdahulu. Menjaganya dalam terjemahan di atas maksudnya adalah tidak boleh bagi seseorang untuk berhukum dengan kitab-kitab terdahulu kecuali apabila sesuai dengan hukum yang ada pada al-Qur’an.

Buah dari beriman kepada kitab-kitab Allah

1. Kita bisa mengatahui bagaimana pertolongan Allah azza wajalla kepada hamba-hambaNya tatkala Allah menurunkan kitab kepada setiap kaum sebagai petunjuk kepada jalan yang benar.

2. Kita mengetahui hikmah Allah tatkala menurunkan syariat kepada setiap kaum sesuai dengan keadaan kaum tersebut. Dikarenakan setiap Nabi membawa kitab yang berisi syariat yang sesuai dengan kebutuhan kaum pada saat itu. Allah ‘azza wajalla berfirman dalam QS al-Maidah : 48,

لِكُلٍّ جَعَلْنَا مِنْكُمْ شِرْعَةً وَمِنْهَاجًا

“Untuk setiap ummat diantara kalian kami berikan syariat (aturan) dan jalan yang terang”.

3. Dari sini kita juga mengetahui bahwasanya kitab yang diturunkan kepada Nabi kita Muhammad Shallallahu’alaihi wasallam yaitu Al quran berlaku untuk semua ummat semenjak diutusnya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam di muka bumi ini. Selain itu, al-Quran juga berlaku sampai hari kiamat, karena beliau Shallallahu’alaihiwasallam diutus untuk semua ummat hingga hari kiamat.

Sehingga terbantahlah orang-orang yang beranggapan bahwasanya al-Qur’an sudah tidak relevan lagi untuk zaman sekarang. Sehingga hanya cocok untuk orang-orang yang hidup pada zaman Nabi shallallahu’alaihiwasallam saja.

Wallahu’alam, washallahu ‘alaihiwasallam wa ‘ala aalihi washahbihi ajma’iin.

Oleh : Ust. Salman Abu syafiiq al atsari

Sumber rujukan : Syarah al-Utsul ats-Tsalatsah karya syaikh Muhammad bin sholih Al utsaimin rahimahullah ta’ala.

Tinggalkan Balasan

Recent Posts

DIET UNTUK PENDERITA DM

Hiperglikemi merupakan suatu kondisi peningkatan kadar glukosa dalam darah melebihi batas normal. Hiperglikemia adalah salah satu tanda khas pada orang diabetes mellitus (DM). Hal yang menjadi perhatian pada penderita DM adalah makanan atau nutrisi harian, yang akan mempengaruhi kadar glukosa darahnya. Prinsip pengaturan makan pada  penyandang DM hamper sama dengan anjuran makan untuk masyarakat umum, […]

Kekurangan cairan saat berpuasa? Ini solusinya!

Tak terasa kita sudah memasuki bulan puasa, apa saja sih yang sudah teman-teman persiapkan untuk menjaga kesehatan dalam berpuasa ? Kita perlu tau nih ternyata ada banyak hal yang perlu kita siapkan agar ibadah puasa kita berjalan lancar dan optimal, yaitu salah satunya adalah sahur. Sahur merupakan kegiatan makan dan minum rutin kita pada saat […]

Yuk Intip, Apa Saja Makna Dan Tujuan Berpuasa!

Bulan Ramadhan sudah di depan mata, get yourself ready! Bulan Ramadhan ini adalah bulan yang penuh berkah dan tentu saja sudah dinanti-nantikan oleh seluruh umat muslim. Bukan hanya sekedar banyaknya diskon-diskon pakaian, makanan yang beraneka ragam atau moment berkumpul dengan keluarga saja. Lebih dari itu semua, banyak banget hal yang bisa kita dapatkan di bulan […]

Event SKI Asy-Syifa

no event