SKI Asy-Syifa

Islamic Study

Berbuat Baik pada Orang Tua

Berbuat Baik pada Orang Tua

Belasan tahun tlah kita lalui hidup di muka bumi ini..

Dengan segala upaya dan usaha diri..

Benarkah ini hasil kerja keras pribadi?

Ataukah ada yang membantu lagi?

Tentu, Orang tua kita lah yang selalu mendampingi..

Meski hati kita tak slalu mengingat akan kedua insan ini..

Sepenuh jiwa raga mereka dipikirkan untuk sang buah hati..

Berharap kita hidup sebagai insan mandiri..

Dari Abdullah bin ‘Amru radhiyallahu ‘anhuma dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya termasuk diantara dosa terbesar adalah seseorang melaknat kedua orang tuanya sendiri, ” Beliau ditanya; “Bagaimana mungkin seseorang tega melaknat kedua orang tuanya?” Beliau menjawab: “Seseorang mencela (melaknat) ayah orang lain, kemudian orang tersebut membalas mencela ayah dan ibu orang yang pertama.” (HR. Bukhari No.5973)

Diantara kita, mungkin, pernah ada rasa kecewa atau sedih kepada kedua insan tercinta kita. Namun pantaskah kita menyalahkan mereka? Ketika segala upaya dan daya mereka gunakan untuk kebaikan kita? Tak terpikirkan kah kita akan kebaikan mereka yang rela membanting tulang dan memberikan seluruh yang dimilikinya untuk sang anak tersayang?

Saudaraku, sungguh, rasa kesal, kecewa, dan perasaan negatif yang kita miliki pada orang tua tidak akan pernah menjadi alasan valid untuk kita membenci atau meninggalkan mereka. Naudzubillahiminzalik..

Kalau pun ada kesalahan mereka di mata kita, bukan kah ada beribu, berjuta kebaikan yang mereka berikan pada kita? Yang mereka usahakan di tiap detik hidup mereka? Tak terpikirkah oleh kita bahwa kebaikan itu sungguh banyak sehingga tak pantas kita mengeluh kepada mereka?

Lupakanlah rasa kecewa yang mungkin ada, istighfar, astaghfirullah, sudah banyak dosa kita telah melalaikan kewajiban kita sebagai anak. Akan lebih baik hidup ini dengan berbahagia dan membahagiakan mereka selama ada kesempatan.

وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا ۖ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَبِذِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينِ وَالْجَارِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَنبِ وَابْنِ السَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ مَن كَانَ مُخْتَالًا فَخُورًا – 4:36

Dan sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Dan berbuat-baiklah kepada kedua orang tua, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat dan tetangga jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahaya yang kamu miliki. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang sombong dan membanggakan diri. (Q.S. An-Nisa : 36)

Saudaraku, berbuat baiklah kepada orang tua kita. Berikanlah kebaikan yang bisa kita miliki selagi sempat. Agar kelak bisa bersama di surga. Bukan kah engkau ingin akhir yang bahagia? Lantas saat ada kesempatan ini, tidak kah engkau mau mengusahakan kebaikan untuk mereka?

Dengarlah ucapan mereka, curhat mereka, tawa, canda, kebahagiaan, dan segala yang masih bisa engkau dengar dari mereka. Nikmatilah kesempatan yang ada, jangan sampai menyesal karena lupa.

Lihatlah wajah mereka, berikan senyuman yang bahagia, dan jadilah anak yang soleh dan solehah. Tidak kah engkau ingin meninggikan derajat orang tua di hadapan-Nya? Kelak akan menjadi nikmat tersendiri di akhirat sana. Gunakan waktu yang ada, selama engkau masih bisa bertemu mereka..

Ucapkan rasa cinta kita, berikan kabar bahagia dan usaha terbaik kita untuk mereka. Tentu kau akan jadi orang tua dan merasakan hal yang sama. Tidak kah engkau ingin punya keluarga bahagia? Yang bersama-sama berusaha agar hidup sesurga? Maka ucapkanlah kalimat yang membawa kita ke sana.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلا مِنْ ثَلاثَةٍ : إِلا مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

“Jika manusia mati, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: (1) sedekah jariyah, (2) ilmu yang diambil manfaatnya, (3) anak shalih yang selalu didoakan orang tuanya.” (HR. Muslim, no. 1631)

Terakhir, berdoalah selalu untuk mereka..

Ucapkan diwaktu yang dianjurkan..

Berharap kebahagiaan mereka hingga ke surga..

Sambil berusaha yang terbaik sesuai tuntunan..

Semoga Allah berikan kemudahan bagi kita untuk berbakti kedua orang tua, dan menjadi anak yang soleh dan solehah. Aamin Yaa Rabbal ‘Alamiin..

 

Ditulis oleh Azhar Rafiq @Pagutan, Kota Mataram, NTB pada hari Jum’at, 21 Safar 1439H/10 November 2017

Tinggalkan Balasan

Recent Posts

DIET UNTUK PENDERITA DM

Hiperglikemi merupakan suatu kondisi peningkatan kadar glukosa dalam darah melebihi batas normal. Hiperglikemia adalah salah satu tanda khas pada orang diabetes mellitus (DM). Hal yang menjadi perhatian pada penderita DM adalah makanan atau nutrisi harian, yang akan mempengaruhi kadar glukosa darahnya. Prinsip pengaturan makan pada  penyandang DM hamper sama dengan anjuran makan untuk masyarakat umum, […]

Kekurangan cairan saat berpuasa? Ini solusinya!

Tak terasa kita sudah memasuki bulan puasa, apa saja sih yang sudah teman-teman persiapkan untuk menjaga kesehatan dalam berpuasa ? Kita perlu tau nih ternyata ada banyak hal yang perlu kita siapkan agar ibadah puasa kita berjalan lancar dan optimal, yaitu salah satunya adalah sahur. Sahur merupakan kegiatan makan dan minum rutin kita pada saat […]

Yuk Intip, Apa Saja Makna Dan Tujuan Berpuasa!

Bulan Ramadhan sudah di depan mata, get yourself ready! Bulan Ramadhan ini adalah bulan yang penuh berkah dan tentu saja sudah dinanti-nantikan oleh seluruh umat muslim. Bukan hanya sekedar banyaknya diskon-diskon pakaian, makanan yang beraneka ragam atau moment berkumpul dengan keluarga saja. Lebih dari itu semua, banyak banget hal yang bisa kita dapatkan di bulan […]

Event SKI Asy-Syifa

no event