SKI Asy-Syifa

Figure

Zaid bin Tsabit : Figur Pemuda Zaman Now!

Sebagai seorang pemuda, kita memiliki potensi yang luar biasa untuk menjadi orang yang bermanfaat bagi keluarga, bangsa, dan negara kita. Nah, di zaman now, pemuda-pemudi memiliki idola yang mereka jadikan panutan. Sudahkah kita menjadikan Rasulullah sebagai suri tauladan hidup kita? sudahkan kita mengenal para sahabat beliau yang sangat luar biasa?. Kali ini mari kita membahas salah satu figur pemuda yang dapat menginspirasi kita.

 

Sebaik-baik pemuda adalah Zaid bin Tsabit” (Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam).

 

“Zaid adalah seorang pemuda yang cerdas dan kami tidak meragukannya(Abu Bakar As Shidiq)

 

“Siapa yang ingin bertanya tentang Al Qur’an, datanglah kepada Zaid bin Tsabit” (Umar Bin Khattab)

 

“Zaid adalah pengganti roda pemerintahan ketika aku  menunaikan haji” (Utsman bin Affan)

 

Dari pujian Rasulullah dan para sahabat terhadap kecerdasan Zaid, maka tak diragukan lagi keilmuan sosok pemuda bersejarah nan fenomenal ini. Tak sampai disitu, Umar dan Abu Bakar juga memercayakan dan mewakilkan beliau dalam masalah kebendaharaan negara kepada pemuda luar biasa ini.

Sebelumnya, mari kita taaruf dengan Zaid bin Tsabit…

Nama beliau adalah Zaid bin Tsabit bin Adh-Dhahhak bin Zaid Ludzan bin Amru bin Abdi Auf bin Ghanm bin Malik An-Najjari Al-Anshari. Ibunya adalah An Nawwar bintu Malik bin Muawiyyah. Ada beberapa pendapat yang menyebutkan nama kuniah beliau; Abu Said, Abu Tsabit, Abu Dhahhak, Abu Kharijah, atau Abu Abdirrahman.  Beliau termasuk seorang pembesar dari kalangan shahabat, penulis wahyu, gurunya para pembaca Al Qur`an, ahli ilmu waris, sekaligus mufti (ahli fatwa) Madinah.

Beliau menjadi seorang anak yatim yang berumur 11 tahun saat Rasulullah datang ke negeri Madinah. Ayahnya telah meninggal saat perang Bu’ats beberapa tahun sebelum hijrahnya Rasulullah. Beliau dilahirkan pada sekitar tahun 10 sebelum hijrah, kurang lebih 10 tahun lebih muda dari Ali bin Abi Thalib. Keluarga beliau termasuk kelompok awal penduduk Madinah yang menerima Islam.

 

Saudaraku, berikut adalah lah kelebihan- kelebihan Zaid Bin Tsabit:

  1. Zaid bin Tsabit an-Najjari al-Anshari (612 – 637/15 H)), (Bahasa Arab: زيد بن ثابت), atau yang lebih dikenal dengan nama Zaid bin Tsabit, adalah salah seorang sahabat Rasulullah SAW dan merupakan penulis wahyu dan surat-surat Rasulullah SAW.
  2. Zaid bin Tsabit merupakan keturunan Bani Khazraj, yang mulai tinggal bersama Nabi Muhammad ketika beliau hijrah ke Madinah.
  3. Ketika berusia berusia 11 tahun, Zaid bin Tsabit telah dapat menghafal 11 surah Al-Quran.
  4. Zaid bin Tsabit turut serta bersama Nabi dalam perperangan Khandaq dan peperangan-peperangan lainnya. Dalam peperangan Tabuk, Nabi menyerahkan bendera Bani Najjar yang sebelumnya dibawa oleh Umarah kepada Zaid bin Tsabit. Ketika Umarah bertanya kepada Rasulullah SAW, ia berkata: “Al-Quran harus diutamakan, sedang Zaid lebih banyak menghafal Al-Quran daripada engkau.”
  5. Kekuatan daya ingat Zaid bin Tsabit telah membuatnya diangkat penulis wahyu dan surat-surat Nabi Muhammad SAW semasa hidupnya, dan menjadikannya tokoh yang terkemuka di antara para sahabat lainnya.
  6. Diriwayatkan oleh Zaid bin Tsabit bahwa: Rasulullah SAW berkata kepadanya, “Aku berkirim surat kepada orang, dan aku khawatir, mereka akan menambah atau mengurangi surat-suratku itu, maka pelajarilah bahasa Suryani”, kemudian aku mempelajarinya selama 17 hari, dan bahasa Ibrani selama 15 hari.
  7. Pada zaman kekhalifahan Abu Bakar dan Umar, Zaid bin Tsabit adalah salah seorang yang diamanahkan untuk mengumpulkan dan menuliskan kembali Al-Quran dalam satu mushaf. Dalam perang Al-Yamamah banyak penghafal Al-Quran yang gugur, sehingga membuat Umar bin Khattab cemas dan mengusulkan kepada Abu Bakar untuk menghimpun Al-Quran sebelum para penghafal lainnya gugur. Mereka kemudian memanggil Zaid bin Tsabit dan Abu Bakar mengatakan kepadanya: “Anda adalah seorang pemuda yang cerdas dan kami tidak meragukanmu.”
  8. Setelah itu Abu Bakar menyuruh Zaid bin Tsabit untuk menghimpun Al-Quran. Meskipun pada awalnya ia menolak, namun setelah diyakinkan akhirnya Zaid bin Tsabit dengan bantuan beberapa orang lainnya pun menjalankan tugas tersebut.
  9. Zaid bin Tsabit telah meriwayatkan sembilan puluh dua hadist, yang lima di antaranya disepakati bersama oleh Iman Bukhari dan Imam Muslim. Bukhari juga meriwayatkan empat hadist yang lainnya bersumberkan dari Zaid bin Tsabit, sementara Muslim meriwayatkan satu hadist lainnya yang bersumberkan dari Zaid bin Tsabit. Zaid bin Tsabit diakui sebagai ulama di Madinah yang keahliannya meliputi bidang fiqih, fatwa dan faraidh (waris).
  10. Zaid bin Tsabit diangkat menjadi bendahara pada zaman pemerintahan Khalifah Abu Bakar dan Khalifah Umar. Ketika pemerintahan Khalifah Utsman, Zaid bin Tsabit diangkat menjadi pengurus Baitul Maal. Umar dan Utsman juga mengangkat Zaid bin Tsabit sebagai pemegang jabatan khalifah sementara ketika mereka menunaikan ibadah haji.
  11. Zaid bin Tsabit meninggal tahun 15 Hijriah. Putranya, Kharijah bin Zaid, menjadi seorang tabi’in besar dan salah satu di antara tujuh ulama fiqih Madinah pada masanya.

Zaid bin Tsabit meninggal tahun 15 Hijriah. Ketika Zaid bin Tsabit wafat, Abu Hurairah berkata, ”Telah wafat orang terbaik dari umat ini. Semoga Allah menjadikan Ibnu Abbas sebagai penggantinya.”

Itulah sekelumit tentang Zaid Bin Tsabit, dan masih banyak fakta yang belum terkuak tentang rahasia kecerdasannya. Intinya, keimanan juga ketaqwaan menjadi rahasia Zaid Bin Tsabit mencapai kegemilangan masa muda. Karena orang-orang kafir dapat mudah menyerang pemuda muslim, ketika mereka sudah tidak disibukkan lagi dengan ilmu. Nah, semoga dari biografi singkat beliau ini dapat kita ambil hikmah agar kita memacu diri dalam mengasah keilmuwan kita yang dapat mengantarkan kita pada ridho Allah Sang Maha Rasyiid.

 

Sumber :

  1. Islamichistory
  2. net
  3. Islampos
  4. Amaliyah
  5. Tashfiyah

 

Tinggalkan Balasan

Recent Posts

Kegiatan Kesmas Al-Wafi 2018

Transfusi darah adalah kegiatan dalam membantu penyembuhan manusia ketika kadar darah dalam tubuh dibawah yang seharusnya. Menyumbangkan darah kepada orang lain yang amat membutuhkannya menurut kesepakatan para ahli fikih termasuk dalam kerangka tujuan syariat Islam, yaitu menghindarkan salah satu bentuk kemudaratan yang akan menimpa diri seseorang. Meskipun pada hakikatnya darah yang dikeluarkan dari tubuh manusia […]

7 Cara Menenangkan Hati

Selama manusia hidup, kesenangan dan kesedihan selalu bergantian mengisi hari-hari. Permasalahan yang terus-menerus datang, baik itu ringan maupun berat, akan memberikan dampak pada hati seseorang. Ketika dihadapkan dengan masalah, manusia sering menghindarinya. Namun, dengan menghindari masalah yang dimiliki, hati akan merasa tidak tenang. Dalam Islam, kita diajarkan cara untuk membuat hati menjadi tenang dan selalu […]

Tutur Kata yang Baik

Saudaraku.. Mungkin dari kita sering atau suka menggunakan kata-kata yang tidak baik. Kata dusta. Kata hinaan. Serta ujaran kebencian. Kata-kata tersebut diucapkan baik saat bercanda, atau sedang serius, marah, dan sebagainya. Ada pula yang mengatakannya demi memuaskan diri saja. Atau ingin menjatuhkan suatu tokoh yang terkenal. Wahai saudaraku, apakah baik sikap muslim seperti itu ? […]

Event SKI Asy-Syifa

no event