SKI Asy-Syifa

Opinions

Tatalaksana Galau

Tatalaksana Galau

Dimarahi orang tua, galau…

Nilai ujian tidak sesuai harapan, galau…

Teman kelas tiba-tiba tidak mau diajak bicara, galau…

Seakan tak ada habisnya, beragam istilah muncul dan terus dipergunakan oleh kalangan muda dalam kehidupan sehari-hari, salah satunya yakni kata GALAU. Belum diketahui pasti kapan kata galau ini mulai dipergunakan, namun galau merupakan kata yang umum terdengar dan eksis di kalangan anak muda. Hanya saja, terkadang cukup sulit untuk menentukan batasan dari makna galau.

Ada yang mengartikan galau adalah perasaan kacau di mana sulit untuk menentukan pilihan atau ragu-ragu. Ada juga yang mengartikan galau itu ketika pikiran seseorang sedang kosong dan kekosongan tersebut juga berasal dari hati, di  mana yang dimaksud perasaan kacau karena cinta. Sedangkan menurut KBBI, galau artinya kacau. Jadi, bisa disimpulkan bahwa galau adalah keadaan kacau, bingung dalam menentukan masa depan atau cemas dalam menentukan pilihan.

Hayo, siapa yang sering galau?

Pada dasarnya manusia adalah makhluk yang sering dilanda kecemasan. Ketika sedang menghadapi suatu masalah dan tidak siap untuk menghadapinya maka pikiran akan menjadi kacau dan itu sudah menjadi fitrah. Bahkan Rasulullah sendiri pernah mengalaminya pada tahun ke-10 masa kenabiannya saat ditinggal wafat oleh pamannya, Abu Thalib, dan istri yang sangat dicintainya, Khadijah binti Khuwailid. Khalifah Abu Bakar Ash-Shidiq saat melakukan hijrah bersama Rasulullah, ketika berada di dalam gua Tsur, merasa cemas dan khawatir akan kejaran kaum Musyirikan yang memburu Rasulullah. Hingga turunlah ayat yang menjadi obat penenang bagi kegalauan dan kesedihan yang mereka berdua alami. Allah berfirman, “Janganlah kamu bersedih, sesungguhnya Allah bersama kamu.” (QS. At-Taubah : 40).

Bahwasanya, sedih atau galau adalah perasaan yang lumrah bagi manusia. Tapi, jika terlalu sedih atau galau juga tidak baik. Ingat, segala sesuatu yang berlebihan itu tak pernah baik! Beruntungnya, Allah SWT selalu memberikan solusi bagi setiap permasalahan hambanya, termasuk perasaan yang sedang dilanda kegalauan dan kesedihan. Betapa Allah sangat menyayangi hambanya, ya!

Apa saja, sih, cara mengatasinya? Yuk baca ulasan berikut :

  1. Sabar

Sabar adalah hal yang pertama kali dilakukan Rasulullah ketika dihadapi berbagai cobaan, sebab sabar merupakan bingkai yang dapat meneguhkan jiwa dan membuat seseorang lebih mampu menghadapi setiap masalah yang dihadapi. Sabar juga dapat menstabilkan pikiran yang kacau sehingga pikiran menjadi lebih tenang. Bersabar memang bukan pekerjaan yang mudah , tapi ingatlah firman Allah SWT, “Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah : 153).

  1. Mengadukan Semua Masalah Kepada Allah

Ketika kita sedang menghadapi suatu permasalahan, kita pasti akan mengeluh dan mencari seseorang yang dapat dijadikan sebagai tempat untuk mengadu dan mencurahkan isi hati. Allah SWT telah mengingatkan hamba-Nya agar mengadukan semua itu kepada-Nya dan hanya kepada-Nya lah tempat kita bergantung. Allah SWT berfirman, “Hanya kepada-Mu lah kami menyembah dan hanya kepada-Mu lah kami meminta pertolongan.” (QS. Al-Fatihah : 5)

  1. Berpikir Positif

Salah satu cara yang mudah dan membantu kita untuk mengatasi galau sehingga beban pikiran yang kita rasakan akan menjadi ringan dan segala bentuk kesulitan yang kita rasakan akan terasa lebih mudah adalah dengan berfikir positif. Allah SWT akan memberikan jalan terbaik bagi hamba-Nya dalam mengatasi suatu permasalahan, Allah SWT berfirman, “Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. Al-Insyirah : 5-6)

  1. Lakukan Hal yang Bermanfaat

Dalam sebuah hadist yang riwayatkan oleh Abu Hurairah Ra., Rasulullah SAW bersabda “Bersemangatlah untuk mendapatkan apa yang bermanfaat bagimu, mintalah pertolongan kepada Allah, dan jangan lemah. Jika kalian mengalami kegagalan, jangan ucapkan, ‘Andai tadi saya melakkan cara ini, harusnya akan terjadi ini…dst.’ Namun ucapkanlah, ‘Ini takdir Allah dan apa saja yang Dia kehendaki pasti terjadi.’ Karena berandai-andai membuka peluang setan.” (HR. Ahmad 9026, Muslim 6945, Ibn Hibban 5721)

Rasulullah mengingatkan kita untuk melakukan hal yang bermanfaat baik itu untuk dunia maupun akhirat sehingga kita tidak memilik waktu luang dan terhindar dari melakukan perbuatan yang tidak bermanfaat.

  1. Menghindari Panjang Angan-angan

Jika kita terlalu berambisi untuk mendapatkan kesuksesan maka akan memperparah kegalauan yang kita alami. Kita akan terus berangan-angan hingga terbuai dalam mimpi-mimpi kosong tanpa ada makna. Rasulullah dan para sahabatnya mencela orang yang suka panjang dalam berangan-angan. Diriwayatkan oleh Abu Hurairah Ra., Rasulullah SAW bersabda, “Hati orang tua seperti anak muda dalam dua hal, dalam cinta dunia dan panjang angan-angan.” (HR. Bukhari 6420)

Ali bin Abi Thalib juga berkata,”Yang paling aku takutkan menimpa kalian adalah mengikuti hawa nafsu dan panjang angan-angan. Mengikuti hawa nafsu bisa menjadi penghalang untuk memihak kebenaran. Panjang anga-angan bisa melupakan akhirat. Ketahuilah bahwa dunia akan berlalu.”

  1. Dzikrullah

Orang yang senantiasa mengingat Allah dalam setiap perbuatan yang dikerjakannya akan membuat jiwanya menjadi lebih tenang. Kecemasan dan kesedihan yang ada di dalam dirinya perlahan-lahan akan berkurang sebab Allah menjanjikan kepada hamba-Nya yang selalu mengingat-Nya akan diberikan ketenteraman dalam hati. Berbeda dengan orang yang lalai dalam mengingat Allah maka hati mereka akan dilanda kegalauan dan ketidaktenteraman. “Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah.” (QS. Ar-Ra’d : 28)

  1. Memperbanyak Mendengar dan Membaca Al-Qur’an

Rasulullah bersabda membaca Al-qur’an dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari merupakan ibadah yang paling isteimwa. Al-Qur’an merupakan keistimewaan yang diberikan Allah kepada kita karena membaca, mendengarkan, mengkaji dan mengamalkan isinya akan membuat hati menjadi tenang, aman, tenteram dan damai sehingga menjadi obat yang ampuh dalam mengatasi galau. Rasulullah bersabda, “Tidak berkumpul suatu kaum di salah satu rumah Allah, sedang mereka membaca kitab-Nya dan mengkajinya, melainkan mereka akan dilimpahi ketenangan, dicurahi rahmat, diliputi para malaikat, dan disanjungi oleh Allah di hadapan para makhluk dan disisi-Nya.” (HR. Abu Daud).

Alhamdulillah, bagaimana? Masih galau juga? Yuk, cobalah solusi-solusi di atas!

 

Sumber :

Voa-islam.com, Mutiarapublic.com, Konsultasisyariah.com

Tinggalkan Balasan

Recent Posts

Dibalik Kebaikan Donor Darah

  donor/do·nor/ n  1 penderma; pemberi sumbangan; 2 penderma darah (yang menyumbangkan darahnya untuk menolong orang lain yang memerlukan): — darah. Donor darah merupakan istilah yang sudah tidak asing lagi di telinga kita. Darah yang telah didonorkan ini kemudian akan ditransfusikan kepada orang yang membutuhkan. Transfusi darah bertujuan untuk mengembalikan darah yang hilang misalnya saat operasi atau pada cedera parah. […]

Api yang Berbeda

Ya dia adalah Bilal, seseorang yang sontak membuat geger penyelenggaraan Ospek waktu itu. bagaimana tidak, dia satu-satunya maba yang berani menentang senior, karena sikap senior yang tidak bisa diterima. Di saat kami dimarah-marah oleh senior, kami hanya bisa diam dan menundukkan kepala, tetapi tidak dengan dia, dia berani mengatakan salah jika salah dan menunjukkan benar […]

Seluk Beluk Sel Darah dan Keunikan disetiap Komponennya

Oleh Muhammad Alfaridzi   إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِأُولِي الْأَلْبَابِ الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) […]

Event SKI Asy-Syifa

no event