SKI Asy-Syifa

Islamic Study

Takdir

Kenapa dan Kenapa…!!??

Betapa seringnya kita Berpikir dan Bertanya : Kenapa? Kenapa saya dilahirkan di Indonesia? Kenapa saya dilahirkan dalam keadaan kedua orang tua saya Miskin? Kenapa saya tidak seperti Budi yang Kaya, Putih, Macho, Pintar lagi Ganteng / atau Kenapa saya tidak seperti Ira yang Tinggi, Cantik, Cerdas, Rajin, disenangi banyak orang karena anaknya Pejabat lagi Pintar?

Kenapa kulit saya berwarna sawo matang lalu Bapak saya cuma pegawai biasa,? Kenapa saya tinggal di negara Asia yang Berkembang lagi banyak Kemiskinan?

Anda akan terus bertanya “kenapa” dan terus mengeluh bila Anda tidak beriman kepada Allah dan beriman kepada ketentuan & ketetapan Allah yang penuh dengan hikmah & kebaikan.

Baiklah, tema ini panjang dan penuh pertanyaan tapi kita akan membahas dengan simpel dan ringkas..

Ketahuilah bahwa Allah Maha Adil dan tidak sekalipun Mendzolimi hamba-Nya :

(إِنَّ اللَّهَ لَا يَظْلِمُ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ ۖ وَإِنْ تَكُ حَسَنَةً يُضَاعِفْهَا وَيُؤْتِ مِنْ لَدُنْهُ أَجْرًا عَظِيمًا)

Sungguh, Allah tidak akan menzhalimi seorangpun walaupun sebesar zarrah, dan jika ada kebajikan (sekecil zarrah), niscaya Allah akan melipat gandakan-nya dan memberikan pahala yang besar dari sisi-Nya. (An-Nisa’ 40)

(إِنَّ اللَّهَ لَا يَظْلِمُ النَّاسَ شَيْئًا وَلَٰكِنَّ النَّاسَ أَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ)
Sesungguhnya Allah tidak menzhalimi manusia sedikit pun, tetapi manusia itulah yang menzhalimi dirinya sendiri. (Yunus 44)

Bukti paling jelas dalam perkara ini :

1. Bahwa Allah melipat gandakan 1 Kebaikan dengan Banyak Pahala ber-kali² lipat hingga Ratusan dan Jutaan, adapun 1 Keburukan : Allah cuma hitung 1 dosa.

2. Allah tidak akan pernah Mengazab makhluk-Nya di dunia ataupun memasukkan mereka ke dalam Neraka kecuali Allah telah berikan kepada mereka berbagai macam Kenikmatan dan Kesenangan di dunia serta telah datang kepada mereka keterangan yang jelas tentang Agama yang Benar.

Dan Allah mengulang istilah ini ber-kali² dalam Al Qur’an, Ketahuilah bahwa Inti dari Keyakinan seorang Muslim terhadap Takdir adalah :

1. Bahwa segala sesuatu yang terjadi di alam semesta telah Allah Tentukan dan semuanya telah Tertulis,

(وَعِنْدَهُ مَفَاتِحُ الْغَيْبِ لَا يَعْلَمُهَا إِلَّا هُوَ ۚ
Dan disisi Allah lah kunci-kunci semua yang gaib ada pada-Nya; tidak ada yang mengetahui selain Dia.

وَيَعْلَمُ مَا فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ ۚ
Dia mengetahui apa yang ada di darat dan di laut.

وَمَا تَسْقُطُ مِنْ وَرَقَةٍ إِلَّا يَعْلَمُهَا
Tidak ada sehelai daun pun yang gugur yang tidak diketahui-Nya.

وَلَا حَبَّةٍ فِي ظُلُمَاتِ الْأَرْضِ
Tidak ada sebutir biji pun dalam kegelapan bumi,

وَلَا رَطْبٍ وَلَا يَابِسٍ إِلَّا فِي كِتَابٍ مُبِينٍ)
dan tidak pula sesuatu yang basah atau yang kering, yang tidak tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh). (Al-An’am 59)

akan tetapi hanyalah Allah yang Mengetahui semua itu karena ;

2. Allah memberikan pilihan pada semua Makhluk-Nya, sehingga dengannya Allah Tidak Mendzolimi hamba-Nya…

(وَقُلِ الْحَقُّ مِنْ رَبِّكُمْ ۖ
Dan katakanlah (Muhammad), “Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu;

فَمَنْ شَاءَ فَلْيُؤْمِنْ وَمَنْ شَاءَ فَلْيَكْفُرْ ۚ)
barangsiapa menghendaki (beriman) hendaklah dia beriman, dan barangsiapa menghendaki (kafir) biarlah dia kafir.” (Al-Kahfi 29]

(إِنَّا هَدَيْنَاهُ السَّبِيلَ إِمَّا شَاكِرًا وَإِمَّا كَفُورًا)
Sungguh, Kami telah menunjukkan kepadanya (setiap manusia) jalan yang lurus; ada yang bersyukur dan ada pula yang kufur. (Al-Insan 3)

Sehingga dengan 2 kaidah diatas seorang Muslim terbebas dari 2 Penyimpangan dalam masalah ini :

1. Golongan Pasrah* adalah Mereka yang Meyakini bahwa segala sesuatu Telah dikehendaki sehingga seseorang tidak bisa memilih atau berusaha (ikhtiar).

Tipikal utama mereka : dikit² bilang ; “inikan sudah ditakdirkan, gue pasrah aja deh : kita sudah nggak bisa berubah”

*Istilah dulunya : Jabariyah.

2. Golongan Kekuasaan-ku^ adalah Mereka yang Meyakini bahwa Mereka lah yang Menentukan Takdir Mereka dengan semua Usaha mereka sampai Mereka Meyakini bahwa Allah tidak Mengetahui Perbuatan mereka kecuali setelah Mereka Berbuat.

Tipikal utama Mereka Menganggap Allah Bodoh dan segala sesuatu ada pada Tangan mereka.

^istilah lamanya : Qodariyah

Lalu Apa sich Hikmah dari 2 Kaidah diatas :

1. Agar seorang Hamba selalu Berprasangka Baik pada Allah dan Tidak Pernah Berputus Asa pada Rahmat-Nya.

2. Agar seseorang Tidak Bangga & Sombong dengan apa yang ia miliki dan apa yang ia telah lakukan dari kebaikan, karena “ia tidak tahu ending dari kehidupan-nya..!”

3. Tidak Mengecap (Menghukumi atau Menstempel) seseorang dalam Kehidupan-nya sampai Ia mengetahui endingnya sehingga dengannya Ia tidak Menghukumi seseorang di Surga atau Neraka.

4. Terus Beribadah kepada Allah dan Istiqomah di jalan-Nya dengan Banyak Berdoa.

5. Bersyukur pada setiap Nikmat yang Allah Berikan dan Sabar Terhadap Musibah yang Menimpa-nya baik hal itu Ketentuan Allah (contoh : lahir di afrika , kulit hitam dsb) ataupun Ujian guna Meningkatkan kualitas iman-nya agar Ia tidak berkeluh kesah dan menyalahkan Allah, karena Allah telah memberikan kepada setiap makhluk Kelebihan : dengan usahalah seseorang Mengetahui & Mendapat Kelebihan tersebut.

(مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي أَنْفُسِكُمْ
Setiap bencana yang menimpa di bumi dan yang menimpa dirimu sendiri,

إِلَّا فِي كِتَابٍ مِنْ قَبْلِ أَنْ نَبْرَأَهَا ۚ
semuanya telah tertulis dalam Kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami mewujudkannya.

إِنَّ ذَٰلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ.
Sungguh, yang demikian itu mudah bagi Allah.

لِكَيْلَا تَأْسَوْا عَلَىٰ مَا فَاتَكُمْ
Agar kamu tidak bersedih hati terhadap apa yang luput dari kamu,

وَلَا تَفْرَحُوا بِمَا آتَاكُمْ ۗ
dan jangan pula terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu.

وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ)
Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong dan membanggakan diri. (Al-Hadid 22-23)

6. Agar seseorang selalu Mengagungkan Allah dan Mengikuti Petunjuk Rasulullah, karena Allah telah menurunkan Hujjah yang jelas kepada setiap hamba-Nya sehingga tiada alasan bahwa Allah Mendzolimi Makhluk-Nya.

7. Tenangnya jiwa seorang Muslim bahwa “apa yang ditakdirkan untuknya tidak akan meleset (luput) darinya, dan apa yang tidak ditakdirkan untuknya tidak akan ia dapatkan”, sehingga dengan kaidah ini seorang Muslim Menerima Ketentuan Allah dan Ridha kepada Takdir-Nya.

Jadi Pernyataan yang Benar ; bukan Kenapa Saya begini?, Tapi Kenapa Anda terus Begitu, padahal Allah telah Memberikan kepada Anda Kesempatan Umur guna Berubah dan Memilih Pilihan untuk menjadi lebih baik…!

(إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ ۗ)
Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri. (Ar-Ra’d 11)

Jadi Anda tidak perlu bertanya kenapa saya lahir Miskin? Tapi yang Benar, Kenapa Anda Mati dalam keadaan Miskin?

Kenapa Anda masih Nganggur, padahal Allah sudah Berikan Anda otak guna berfikir, anggota tubuh guna bekerja..?

Jadi bila ada Keburukan, maka datangnya dari diri Anda dan bukan dari Allah ; Adapun semua Kebaikan adalah Murni dari Rahmat Allah dan Kebenarannya..?

(مَا أَصَابَكَ مِنْ حَسَنَةٍ فَمِنَ اللَّهِ
Kebaikan apa pun yang kamu peroleh, adalah dari sisi Allah,

وَمَا أَصَابَكَ مِنْ سَيِّئَةٍ فَمِنْ نَفْسِكَ)
dan keburukan apa pun yang menimpa-mu, itu dari (kesalahan) dirimu sendiri. (An-Nisa’ 79)

Semoga Allah Melapangkan Hati kita semua guna Memahami Agama Allah & Istiqomah diatas jalan-Nya…

 

oleh : Ustadz Jundi Al Maahy

Tinggalkan Balasan

Recent Posts

Dua Kader SKI Asy-Syifa Silaturrahim ke Universitas Indonesia

Zakiyuddin Abd. Azam (kiri) dan Azhar Rafiq (kanan) di UI (5/11) مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ أَوْ يُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ “Barang siapa yang ingin dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi”. [Muttafaqun ‘alaihi]. Mataram-Para mahasiswa kedokteran kerap dianggap sangat sibuk mengurus perkuliahan, tidak sempat untuk menjadi […]

Berbuat Baik pada Orang Tua

Belasan tahun tlah kita lalui hidup di muka bumi ini.. Dengan segala upaya dan usaha diri.. Benarkah ini hasil kerja keras pribadi? Ataukah ada yang membantu lagi? Tentu, Orang tua kita lah yang selalu mendampingi.. Meski hati kita tak slalu mengingat akan kedua insan ini.. Sepenuh jiwa raga mereka dipikirkan untuk sang buah hati.. Berharap […]

Neuroimmunology dalam Islam

Oleh: TGH Hasanain Junaini, Lc, M.H (Pengasuh Ponpes Nurul Haramain Narmada, Lombok Barat)   “Menjawab fenomena hidup ini, bisa dari yang paling besar dan juga dari yang paling kecil” Neurologi merupakan jembatan satu-satunya yang bisa digunakan manusia untuk menghubungkan ilmu-ilmu material dan nonmaterial. Pembangunan sosial bisa seimbang antara pembangunan fisik dan mental. Terdapat istilah “otak […]

Event SKI Asy-Syifa

no event