SKI Asy-Syifa

Kajian Rutin Sabtu Pagi

Taaruf VS Pacaran Part II

Oleh : Ustadz Ahmad Mujahidin

QS. Ar-Ra’d ayat 23-24

“(yaitu) surga ‘Adn yang mereka masuk ke dalamnya bersama-sama dengan orang-orang yang saleh dari bapak-bapaknya, isteri-isterinya dan anak cucunya, sedang malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu. (sambil mengucapkan): “Salamun ‘alaikum bima shabartum”. Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu.”

Adakah surga untuk satu keluarga? Ada.. dalilnya adalah ayat di atas. Surga ‘Adn disediakan oleh Allah untuk orang-orang saleh dari bapak-bapaknya, isteri-isterinya dan anak cucunya.

Tujuan kita hidup di muka bumi sebenarnya adalah mencari ridha Allah. Di dalam Al-Qur’an surah Ali-Imran ayat 14:

“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).”

 

Allah menganugerahkan kenikmatan kepada kita untuk menikmati keindahan dunia, yang pertama  itu adalah kecintaan terhadap wanita.

Cinta bisa membawa anugerah dan musibah. Suatu saat ada seorang pemuda pernah sakit-sakitan setelah ia menolong seorang gadis yang terjatuh sapu tangannya. Setelah memberikan sapu tangan itu, tak sengaja ia melihat wajah gadis itu. Sepulangnya ke rumah, ia merasa menyesal akhirnya ia sakit. Kabar tentang sakitnya didengar oleh sang gadis.

 

Sang gadis mengirimkan sebuah surat, “wahai fulan, aku telah mendengar kabar bahwa kau dalam keadaan sakit. Saat perjumpaan kita, ketika kau mengembalikan sapu tangan kepadaku, aku yakin itulah yang menjadi penyabab kenapa kamu bisa seperti sekarang ini. Sesungguhnya apa yang kau rasakan, begitu pula yang aku rasakan. Sekarang aku berikan pilihanku padamu, seandainya kau mau, datanglah ke rumahku pada hari sabtu jam 8”

Jawaban si fulan, “wahai fulanah, salamun ‘alaikum, aku memang sakit, tetapi ketahuilah, sakit yang aku derita bukan karena aku cinta padamu dan aku jatuh cinta padamu, aku sakit karena aku merasa bahwa aku manusia yang lemah, yang tergoda oleh salah satu ciptaan Allah. kemudian dengannya hampir saja aku melakukan kemaksiatan. Sesungguhnya dunia dan isinya tidak ada artinya bagiku dibandingkan kecintaanku kepada Allah.”

Mencintai Allah itu adalah sesuatu yang pasti mendapatkan balasan.

“Dari Abu Hurairah –radhiyallahu ‘anhu-, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Allah Ta’ala berfirman: Aku sesuai persangkaan hamba-Ku. Aku bersamanya ketika ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku saat bersendirian, Aku akan mengingatnya dalam diri-Ku. Jika ia mengingat-Ku di suatu kumpulan, Aku akan mengingatnya di kumpulan yang lebih baik daripada pada itu (kumpulan malaikat). Jika ia mendekat kepada-Ku sejengkal, Aku mendekat kepadanya sehasta. Jika ia mendekat kepada-Ku sehasta, Aku mendekat kepadanya sedepa. Jika ia datang kepada-Ku dengan berjalan (biasa), maka Aku mendatanginya dengan berjalan cepat.”

(HR. Bukhari no. 6970 dan Muslim no. 2675).
Mencintai Allah balasannya luar biasa. Sementara mencintai manusia, balasannya sudah jelas begitu rupa. Jika tidak bertepuk sebelah tangan akan mendapat kebahagiaan, tapi ingat kebahagiaan itu adalah kebahagiaan yang semu. Ketika kita ingin mendapatkan hal-hal yang kita inginkan, jangan sampai melakukan hal-hal yang tidak dibenarkan Allah dan RasulNya.

Hijrah dan Cinta

Hijrah cintaku menguatkan alasanku untuk menjadi manusia yang lebih baik. Namun saat sinarnya datang menjemputku mana mungkin aku berlari. – OST Film Hijrah Cinta

Jomblo dalam ketaatan itu lebih indah daripada bersama dalam kemaksiatan…
Jatuh cinta sebelum menikah itu adalah ujian…

Kesepian itu datang ketika kita lupa bahwa Allah bersama kita. La tahzan, innallah ma’anaa, Jangan bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita. Ayo Semangat Jomblo!

Dulu aku senang untuk berbicara berdua bersamamu. Namun kini aku lebih senang untuk berdua bersama Allah di sepertiga malam, untuk berbicara tentang kamu.

Karena mendoakan adalah cara mencintai yang paling rahasia. Rasa cinta itu tidak usah dipublikasikan, cukup doakan saja.

Jodoh tidak serta merta menjadi dekat karena kamu pacaran, juga tidak menjadi jauh gara-gara kamu jomblo. Jodoh itu bukan seberapa lama kamu dengannya, tapi  seberapa yakin kamu kepadanya. Ketika Zulaikha mendekati Yusuf, Yusuf menjauhinya, tapi saat Zulaikha mengejar cinta Allah, Allah datangkan Yusuf untuknya. Allah tidak akan memberikan apa yang ditakdirkan menjadi milik kita menjadi milik orang lain. Hijrah itu bukan hanya niat tapi juga taat. Sabar dalam penantian, benahi diri, dekat dan cintai Allah, persiapkan diri menjadi sebaik-baiknya maka itu adalah makna hijrah.

Jodoh bukan hanya karena cinta, tapi lebih dari itu, kita akan hidup bersamanya, maka dari itu bersabar adalah kuncinya. Percayalah Allah tidak pernah mengecewakan hambaNya.

Jangan buat ia jatuh cinta jika kamu tidak berniat menikahinya…

 

Pacaran dan taaruf menjadi dua kata yang seolah-olah bertolak belakang. Kita sebagai orang muslim, harus memaknainya berdasarkan Al-Qur’an dan Hadis. Sekarang itu banyak kesalahan pemahaman tentang taaruf, atau pacaran islami, dan sejenisnya.

Apa itu Taaruf?

Ketika kita punya niat untuk menjadikan seseorang sebagai teman hidup kita di dunia dan di akhirat, setelah itu kita datang kepada orang tuanya untuk mengatalan isi hati kita. Tapi sebaiknya membawa teman untuk menemani sebagai perantara.

Taaruf yang sebenarnya ketika seseorang punya niat kepada orang lain. kemudian niatnya itu disampaikan ke orang lain. Islam mengatur dengan cara yg elegan.

Siti khadijah ketika tertarik kepada Rasulullah, dia datang kepada pamannya Rasul, Abu Thalib, supaya menyampaikan niatnya.  Apa faedahnya? Kalau diterima tidak terlalu sombong, kalau ditolak tidak terlalu sakit. Karena perantara itu akan mengatakannya dengan cara yang baik.

Kepada ikhwan-ikhwan, “kalau bukan karena sunatullah saya tidak akan memberikan putri saya kepada kalian. Tapi karena itu sunatullah, maka saya akan memberikannya dengan syarat,

Istri saya mengandung dan menyapih anak saya selama 30 bulan, kemudian kami membesarkannya, itu tanda saya mencintai anak saya, oleh karena itu, saya ingin orang yang membawa anak saya harus mencintainya sebagaimana saya mencintainya”

Ketika seorang akhwat disakiti oleh suaminya, maka ayahnya yang paling tersakiti, karena beliau yang menyerahkan anaknya kepada suaminya.

 

Fir’aun adalah manusia terkejam di dunia ini. Tapi lihatlah perilakunya kepada istrinya, apa yang dikatakan siti asiyah, “engkau sedang mengkhawatirkan anak laki-laki yang akan mengganggu jabatanmu, tapi coba kau lihat di depan kita ada seorang anak laki-laki imut.” Fir’aun ketika istrinya memohon, Fir’aun mengatakan,” kalau begitu peliharalah ia”. Fir’aun tidak pernah membentak atau memukul istrinya.

 

Kepada akhwat, jika ingin diperlakukan baik oleh suaminya, harus dengan cara yang benar.

Yang ikhwan, ketika taaruf, kenapa kita membawa orang lain (tapi jangan membawa teman yang terlalu pandai berbicara)?

Salman Al-Farizi ketika ingin meminang akhwat, ia membawa seorang teman untuk menemaninya, kemudian yang berbicara dengan panjang lebar adalah temannya itu. Akhirnya, ayahnya mengatakan keputusan ada pada putrinya. Putrinya mengatakan ,” maaf ayah, saya tidak bisa menerimanya, tapi sebentar dulu Ayah, tolong sampaikan kepadanya aku menerima temannya itu”.

Salman Al-Farizi ketika mendengar kabar bahwa pinangannya ditolak, ia mengatakan “Alhamdulillah.. maka kami akan pamit pulang.” Namun, ketika diberitahu bahwa sang putri menerima pinangan temannya, ia mengatakan, “Akhi, semua persiapan pernikahan yang telah aku siapkan, aku berikan kepadamu”.

 

Kenapa harus taaruf?

Taaruf adalah cara yang dibenarkan oleh Allah. Karena Allah tidak ingin melihat hambaNya tersakiti.

Cinta terlarang diawali dengan kompromi. Yaitu ketidak jelasan kita menentang pacaran itu. Saat ini kebanyakan orang tidak malu berduaan di tempat sepi maupun ramai, tapi justru yang melihatnya yang malu. Jangan pernah ada kompromi, seperti misalnya:

“yang tidak boleh kan pegangan tangan, saya kan gak pegangan tangan, saya ngobrolnya berjauhan, bahkan menggunakan media yang lain”

Kalau kita membiarkan hati kita terjebak di sana. Kompromi akan berkembang menjadi coba-coba, yaitu ketika membiarkan perasaan menguasai dirinya.

 

Sekarang ini banyak playboy fisabilillah, mereka sampai mengatasnamakan Allah. Ada contoh, di Jakarta, putrinya jam setengah satu malam diantarkan dua pemuda yang baru pulang sholawatan. Ibunya bertanya, “nak.. kenapa kamu melakukan hal seperti ini”, anaknya menjawab, “ibu, saya pernah berkenalan dengan seorang laki-laki di FB, kalau dia menulis status di FB, ibu akan melihatnya akan melihatnya sebagai pria yang soleh seperti aku melihatnya sebagai sosok imam yang luar biasa. ketika ia berbicara kepadaku pasti  atas nama Allah, menyebut-nyebut Allah. Sampai suatu saat, aku mendapat sms dari temanku bahwa ia sedang dalam keadaan berdarah dan meminta tolong. Awalnya aku tidak mau, tapi akhirnya aku memutuskan untuk menolongnya. “ Sesampainya di sana, laki-laki itu dalam keadaan sehat dan hendak berbuat jahat kepada si wanita itu. Namun, ada pemuda yang baru pulang solawatan dan menolong wanita itu.

 

Ketika kita sudah coba-coba, maka akan timbul toleransi. Kita membiarkan beberapa media untuk mendekati fulanah. Salah satunya handphone.

Jika sudah ada toleransi, maka yang keempat adalah ekskalasi. Ekskalasai adalah peningkatan rasa dan jenis media yang dipakai. Awalnya melalui dunia maya, selanjutnya tidak seru kalau ditak kopdar (kopi darat). Akhirnya menjadi kebiasaan/ habituasi sehingga perlu meningkatkan frekuensi. Selanjutnya menjadi adiksi atau kecanduan, sampai akhirnya menjadi intoksikasi/ keracunan sampai kehilangan kesadaran.

 

Orang yang pacaran bisa kehilangan kesadaran. Cinta membuat orang menjadi kreatif, tapi cinta juga bisa menghilangkan kesadaran orang. Seperti, seorang wanita yang terpengaruh dengan kata-kata manis seorang laki-laki, yang sesudah menikah ternyata tidak sesuai dengan perilakunya. Kreatif karena cinta itu, bisa bercampur dengan syahwat dan dipengaruhi oleh setan yang dapat mempengaruhi pendengaran maupun penglihatan.

 

Pacaran tidak ada untungnya. Lagi-lagi kenapa Taaruf?

Enaknya makan mie, makan bumbunya duluan baru mienya atau sesuai aturannya? Jelas sesuai aturannya. Taaruf itu mengenal, ketika kita punya perasaan dan itu adalah fitrah, bagaimana kemudian fitrah itu bisa kita nikmati. Perkataan cinta itu kita nyatakan asallkan yang kita katakan akan ktia laksanakan (pernikahan) dan bahwa dari perkataan itu kita akan terhindar dari kemaksiatan.

 

Bukankah zina itu bisa terlaksana jika hati telah dikuasai oleh setan?

Allah berfirman : “Dan jangalah kalian dekat-dekat dengan zina, karena sesungguhnya zina itu kotor dan sejelek-jeleknya jalan” (QS. Al Isro’ ayat 32)

 

Taaruf itu pernyataan untuk menyatakan diri ingin mengenal seseorang kemudian dalam waktu yang tidak lama kita akan meminangnya menjadi istri kita. Bukan memainkan perasaan bertahun-tahun lamanya.

Kita bisa membawa teman untuk membantu menyampaikan keinginan kita. Informasi awal kita melalui proposal dengan foto. Setelah itu, satu sama lain membaca. Jika ada kecocokan, dipertemukan keduanya untuk saling melihat secukupnya dan saling bertanya tentanf informasi tentang proposal itu. Jika sudah cocok, barulah berurusan kepada orang tuanya, jangan terlalu panjang lebar berurusan dengan orang tuanya. Setelah setuju, maka barulah ke jenjang pernikahan.

 

Kriteria pasangan kata Rasululullah

  1. Kecantikan/ketampanannya
  2. Keturunannya
  3. Kekayaannya
  4. Agamanya

 

Menurut saya, ada satu hal juga yang penting, yaitu dia mau sama kita.

 

Sakinatan : ketenangan

Mawaddatan : cinta kasih sayang à karena syahwat/nafsu akan fisik/rupa

Warahmatan : cinta kasih sayang tanpa mengenal fisik/rupaàRahmah akan diberikan oleh Allah kepada orang-orang yang berada dalam bingkai Allah, inilah yang kita cari. Jika tidak ada warahmatan, rumah tangga itu tidak dapat berlangsung.

 

Peliharalah cinta itu sampai Allah menganugerahkannya kepada kalian. Sampai akhirnya kita akan berkumpul dengan orang-orang yang kita sayangi di surga Allah.

 

QS. Ar-Ra’d ayat 23-24

“(yaitu) surga ‘Adn yang mereka masuk ke dalamnya bersama-sama dengan orang-orang yang saleh dari bapak-bapaknya, isteri-isterinya dan anak cucunya, sedang malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu. (sambil mengucapkan): “Salamun ‘alaikum bima shabartum”. Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu.”

 

 

 

Hari/tanggal : Sabtu, 4 November 2017

Tempat : Masjid Baabul Hikmah Universitas Mataram

Tinggalkan Balasan

Recent Posts

Air Zamzam dengan Segudang Manfaat Didalamnya

Jabir bin Abdullah radhiallahu anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah shallahu ‘alaihi wassalam bersabda, “Air zamzam  mendatangkan khasiat dengan niat untuk apa air itu diminum”. (HR. Ibnu Majah) Ibnu Abbas radhiallahu anhu menambahkan dalam riwayatnya, “Air zamzam memenuhi tujuan untuk apa ia diminum; jika engkau meminumnya dengan niatan untuk menyembuhkan penyakitmu, Allah akan menyembuhkan penyakitmu dan jika […]

Dibalik Kebaikan Donor Darah

  donor/do·nor/ n  1 penderma; pemberi sumbangan; 2 penderma darah (yang menyumbangkan darahnya untuk menolong orang lain yang memerlukan): — darah. Donor darah merupakan istilah yang sudah tidak asing lagi di telinga kita. Darah yang telah didonorkan ini kemudian akan ditransfusikan kepada orang yang membutuhkan. Transfusi darah bertujuan untuk mengembalikan darah yang hilang misalnya saat operasi atau pada cedera parah. […]

Api yang Berbeda

Ya dia adalah Bilal, seseorang yang sontak membuat geger penyelenggaraan Ospek waktu itu. bagaimana tidak, dia satu-satunya maba yang berani menentang senior, karena sikap senior yang tidak bisa diterima. Di saat kami dimarah-marah oleh senior, kami hanya bisa diam dan menundukkan kepala, tetapi tidak dengan dia, dia berani mengatakan salah jika salah dan menunjukkan benar […]

Event SKI Asy-Syifa

no event