SKI Asy-Syifa

Lifestyle

Sedang Marah? Begini cara mengatasinya!

Sedang Marah? Begini cara mengatasinya!

Dalam kehidupan sehari-hari, ada banyak hal yang membuat kita tersulut emosi atau marah. Marah adalah emosi dasar yang dialami oleh semua manusia. Biasanya disebabkan oleh perasaan tidak senang karena merasa tersakiti, kecewa, tidak dihargai, berbeda pendapat, atau ketika menghadapi hambatan dalam mencapai tujuan.

 

Lihat video berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=d_5DU5opOFk&spfreload=10

https://www.youtube.com/watch?v=bvteZ_bq0nk

 

Kemarahan seseorang akan dengan mudah dimanfaatkan oleh setan untuk berbuat kemaksiatan, seperti berbicara kotor, mencaci maki orang lain, bahkan sampai menggugat takdir dan mempertanyakan tentang apa yang dialami kepada Allah SWT.            Sifat marah ini pula yang dapat membawa kerusakan di sekitar manusia. Bila seseorang marah, ia berpotensi merusak semua benda disekitarnya, misalnya melempar gelas, piring, dan benda-benda lainnya. Bahkan tidak jarang sampai melakukan tindak kekerasan hingga pembunuhan bila kemarahannya sudah diujung tanduk. Jika sudah seperti ini, bisa dikatakan bahwa setan berhasil dalam merusak umat manusia.

Sungguh banyak kerugian yang kita dapatkan dari rasa marah. Oleh karena itu Rasulullah SAW selalu mewanti-wanti umatnya agar selalu menjaga diri dari perangkap amarah tersebut. Bahkan beliau menyebutkan bahwa orang yang tidak mudah marah adalah sebaik-baik orang. Sebagaimana yang disabdakan oleh beliau yang artinya, Sebaik-baik orang adalah yang tidak mudah marah dan cepat meridloi, sedangkan seburuk-buruk orang adalah yang cepat marah dan lambat meridloi.” (HR. Ahmad).

Selain itu, Rasulullah SAW juga memberikan motivasi agar kita senantiasa menahan amarah, antara lain:

  1. Dan bersegeralah menuju ampunan dari Tuhan kalian dan surga yang lebarnya (seluas) langit dan bumi yang disediakan bagi orang yang bertakwa, yaitu orang yang menginfakkan (hartanya) di waktu lapang atau susah, dan orang-orang yang menahan amarah, dan bersikap pemaaf kepada manusia, dan Allah mencintai orang-orang yang berbuat baik (Q.S Ali Imran:133-134)
  2. Dari Abu Darda’, ia berkata : Ada seorang laki-laki berkata kepada Rasulullah SAW, “Ya Rasulullah, tunjukkanlah kepada saya atas suatu amal yang bisa memasukkan saya ke surga”. Rasulullah SAW bersabda, “Jangan marah, maka bagimu surga”. [HR. Thabarani dalam Al-Ausath no 2353]
  3. Dalam sebuah hadits yang shahih, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Bukanlah orang kuat (yang sebenarnya) dengan (selalu mengalahkan lawannya dalam) pergulatan (perkelahian), tetapi tidak lain orang kuat (yang sebenarnya) adalah yang mampu mengendalikan dirinya ketika marah” (HR al-Bukhari (no. 5763) dan Muslim (no. 2609)).

  1. Dari Abu Hurairah RA, sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda, “Orang yang kuat itu bukanlah orang yang kuat dalam bergulat, tetapi orang yang kuat itu ialah orang yang bisa menahan dirinya ketika marah”. [HR. Bukhari juz 7, hal 99/Muslim juz 4, hal. 2014]
  2. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Barangsiapa yang menahan kemarahannya padahal dia mampu untuk melampiaskannya maka Allah Ta’ala akan memanggilnya (membanggakannya) pada hari kiamat di hadapan semua manusia sampai (kemudian) Allah membiarkannya memilih bidadari bermata jeli yang disukainya” (HR Abu Dawud (no. 4777), at-Tirmidzi (no. 2021), Ibnu Majah (no. 4186) dan Ahmad (3/440), dinyatakan hasan oleh imam at-Tirmidzi dan syaikh al-Albani.)

  1. Abu Hurairah ra. berkata, seorang laki-laki berkata kepada Rasulullah saw., “Berilah aku nasehat.” Beliau menjawab: “Jangan marah.” Beliau mengulanginya beberapa kali, “Jangan marah.” (HR Bukhari)
  2. Dari ‘Abdullah bin ‘Amr, bahwasanya ia bertanya kepada Rasulullah SAW, “Ya Rasulullah, apa yang bisa menjauhkan saya dari murka Allah ‘Azza wa Jalla ?”. Rasulullah SAW bersabda, “Jangan marah”. [HR. Ahmad juz 2, hal. 175]

 

Sungguh banyak keutamaan yang akan kita dapatkan jika dapat menahan kemarahan. Untuk itu, Islam juga mengajarkan kepada kita cara untuk mengatasi kemarahan. Jika seseorang mulai tersulut emosinya untuk marah, hal yang harus dilakukan untuk menahan atau meredakan kemarahan adalah:

  1. Diam, tidak berkata apa-apa

Jika engkau marah, diamlah (H.R al-Bukhari dalam Adabul Mufrad, dishahihkan Syaikh al-Albany).

  1. Mengingat-ingat keutamaan yang sangat besar karena menahan amarah.
  2. Mengucapkan ta’awwudz: A’udzu billaahi minasysyaithoonir rojiim.

Nabi pernah melihat dua orang bertikai dan saling mencela, sehingga timbul kemarahan dari salah satunya. Kemudian Nabi menyatakan: Aku  sungguh tahu suatu kalimat yang bisa menghilangkan (perasaan marahnya): A’udzu billaahi minasysyaithoonir rojiim (H.R al-Bukhari dan Muslim)

  1. Merubah posisi : dari berdiri menjadi duduk, dari duduk menjadi berbaring.

Jika salah seorang dari kalian marah dalam keadaan berdiri hendaknya ia duduk. Jika dengan itu kemarahan menjadi hilang (itulah yang diharapkan). Jika masih belum hilang, hendaknya berbaring (H.R Abu Dawud).

  1. Berwudhu

Dari Abu Wail Al-Qaashsh, ia berkata, “Saya pernah datang kepada ‘Urwah bin Muhammad As-Sa’diy, lalu ada seorang laki-laki yang berbicara kepadanya yang membuatnya marah, maka ia bangkit lalu berwudlu. (Setelah berwudlu) kemudian ia berkata : Ayahku mencerita-kan kepadaku dari kakekku yaitu ‘Athiyah, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya marah itu dari syetan dan sesungguhnya syetan itu diciptakan dari api, dan hanyasanya api itu dipadamkan dengan air, maka apabila salah seorang diantara kalian marah hendaklah ia berwudlu”. [HR. Abu Dawud juz 4, hal. 249, no. 4784]

Bukanlah artinya seseorang tidak boleh marah sama sekali. Marah yang harus dijauhi oleh setiap muslim adalah marah yang didasari dendam dan bukan untuk membela ajaran Allah swt. Marah ketika ada penyelisihan terhadap syariat Allah adalah suatu hal yang diharapkan. Nabi Muhammad shollallaahu ‘alaihi wasallam tidak pernah membalas perlakuan buruk terhadap diri pribadi beliau, namun jika ada penyelisihan terhadap syariat Allah, beliau bersikap marah dan bertindak dengan tegas. Kemarahan beliau adalah karena Allah.

Ummul Mu’minin ‘Aisyah –radliyallaahu ‘anha- menyampaikan kepada kita:

“Tidaklah Rasulullah Shollallaahu ‘alaihi wasallam diberi pilihan di antara 2 hal kecuali beliau ambil yang paling mudah di antara keduanya selama tidak ada (unsur) dosa. Jika ada(unsur) dosa, beliau adalah manusia yang paling jauh darinya. Tidaklah Rasulullah Shollallaahu ‘alaihi wasallam membalas (ketika disakiti) untuk dirinya sendiri, namun jika hal-hal yang diharamkan Allah dilanggar, beliau membalas untuk Allah ‘Azza wa Jalla “(H.R Al Bukhari-Muslim)

2 tanggapan untuk “Sedang Marah? Begini cara mengatasinya!”

Tinggalkan Balasan

Recent Posts

Dibalik Kebaikan Donor Darah

  donor/do·nor/ n  1 penderma; pemberi sumbangan; 2 penderma darah (yang menyumbangkan darahnya untuk menolong orang lain yang memerlukan): — darah. Donor darah merupakan istilah yang sudah tidak asing lagi di telinga kita. Darah yang telah didonorkan ini kemudian akan ditransfusikan kepada orang yang membutuhkan. Transfusi darah bertujuan untuk mengembalikan darah yang hilang misalnya saat operasi atau pada cedera parah. […]

Api yang Berbeda

Ya dia adalah Bilal, seseorang yang sontak membuat geger penyelenggaraan Ospek waktu itu. bagaimana tidak, dia satu-satunya maba yang berani menentang senior, karena sikap senior yang tidak bisa diterima. Di saat kami dimarah-marah oleh senior, kami hanya bisa diam dan menundukkan kepala, tetapi tidak dengan dia, dia berani mengatakan salah jika salah dan menunjukkan benar […]

Seluk Beluk Sel Darah dan Keunikan disetiap Komponennya

Oleh Muhammad Alfaridzi   إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِأُولِي الْأَلْبَابِ الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) […]

Event SKI Asy-Syifa

no event