SKI Asy-Syifa

Islamic History

Rasulullah dan Dakwah-dakwahnya

Rasulullah dan Dakwah-dakwahnya

            Setelah mendapat risalah dari Allah, kehidupan Rasulullah dibagi menjadi 2 fase, yaitu:

      1. Fase Makkah (kurang lebih selama 13 tahun) dibagi menjadi 3 tahapan:
        1. Tahapan dakwah sirryah, yaitu dakwah secara sembunyi-sembunyi yang berlangsung selama 3 tahun
        2. Tahapan dakwah jahriyyah, yaitu dakwah secara terang-terangan kepada penduduk Makkah, berawal pada permulaan tahun ke-4 sampai Hijrah
        3. Tahapan dakwah di luar Makkah dan penyebaran di kalangan penduduknya, dari penghujung tahun ke-10 kenabian, yang juga mencakup fase Madinah dan berlangsung sampai akhir hayat Rasulullah .
      1. Fase Madinah (10 tahun) dibagi menjadi 4 tahapan:
        1. Membangun masjid
        2. Menciptakan persaudaraan baru
        3. Perjanjian dengan masyarakat Yahudi Madinah
        4. Pembangunan pranata sosial dan pemerintahan.

—-

              1. Dakwah Nabi Muhammad pada Periode Makkah
              2. Dakwah secara diam-diam

Makkah merupakan pusat agama bagi bangsa Arab. Di sana terdapat para pengabdi Ka’bah dan pengurus berhala serta patung-patung yang dianggap suci oleh bangsa Arab. Hal itulah yang mempersulit Rasulullah untuk mencapai tujuannya dalam melakukan perubahan di Makkah.

              • Gelombang pertama

Pada awalnya, Rasulullah mendakwahi sahabat serta keluarga beliau untuk memeluk agama Islam. Selain sahabat dan keluarga, beliau juga mendakwahi orang-orang baik yang sudah dikenal oleh beliau. Beberapa di antara orang-orang tersebut ada yang merespon dengan baik, namun ada pula yang masih ragu dengan kebenaran dari dakwah yang beliau sampaikan.  Sebagian orang yang merespon baik dan memilih untuk memeluk islam disebut sebagai As-Sabiqun al-Awwalun (orang yang paling dahulu dan pertama masuk islam).Mereka adalah: ummul mukmin (khadijah binti khuwailid), maula atau mantan budak beliau (Zaid bin Haritsah bin Syarahil al-kalbi), keponakan beliau ketika masih kanak-kanak (Ali bin Abi  Thalib), serta sahabat karib beliau (Abu Bakar Ash-shiddiq).

Kemudian Abu Bakar yang dikenal sebagai sosok yang lembut, berbudi luhur, berintelektual, sukses dalam bisnis dan pergaulan yang luas, beliau membantu menyiarkan agama Islam. Sehingga beberapa orang yang dekat dengannya memilih untuk masuk islam, seperti: Utsman bin Affan al-Umawi az-Zubair al-Awwam al-Asadi, Abdurrahman bin Auf az-Zuhri, Sa’ad bin Abi Waqqash az-Zuhri dan Thalhah bin Ubaidillah at-Taimi. Kedelapan orang inilah yang pertama masuk Islam pada gelombang pertama dan menjadi garda islam.

              • Perintah shalat

Wahyu pertama yang turun adalah perintah mendirikan shalat. Ibnu Hajar berkata sebelum Isra terjadi Rasulullah ﷺ berdasarkan riwayat yang pasti (Qathi) pernah melakukan shalat, demikian pula para sahabat beliau. Akan tetapi yang diperselisihkan, apakah ada shalat lain yang telah diwajibkan sebelum (diwajibkan) shalat 5 waktu atau tidak ada pendapat yang mengatakan bahwa yang telah diwajibkan itu adalah shalat sebelum terbit dan terbenamnya matahari.

Ibnu Hisyam menyebutkan bahwa bila waktu shalat telah masuk, Nabi Muhammad ﷺ dan para sahabat pergi ke lereng-lereng perbukitan dan menjalankan shalat di sana secara sembunyi-sembunyi sehingga jauh dari pandangan kaum mereka.

              • Kaum Quraisy mendengar perihal dakwah secara global

Meskipun dakwah pada tahapan ini dilakukan secara sembunyi-sembunyi dan bersifat individu namun akhirnya, berita tersebut sampai juga  ke telinga kaum Quraisy. Hanya saja mereka belum mempersalahkannya karena Rasulullah ﷺ tidak pernah menyinggung agama mereka/tujuan-tujuan mereka.

Tiga tahunpun berlalu, dakwah masih berjalan secara sembunyi-sembunyi dan individu. Dalam tempo waktu ini, terbentuklah suatu kelompok  kaum mukmin yang dibangun atas pondasi ukhwah (persaudaraan) dan ta’awun (solidaritas) serta penyampaian risalah dan pemantapan posisinya.

              1. Tahapan kedua berdakwah secara terang terangan
              • Berdakwah dikalangan kaum kerabat

Setelah turunnya ayat Asy-syuara:214 yang artinya “Dan berilah peringatan kepada keluargamu yang terdekat.” (Q.S. Asy-Syuara:214). Rasulullah ﷺ mengundang para kerabat terdekatnya, Bani Hasyim. Merekapun datang memenuhi undangan tersebut disertai oleh beberapa orang dari Bani al-Muthalib bin Abdi Manaf. Mereka semua berjumlah 45 orang laki-laki. Namun, tatkala Rasulullah ﷺ berbicara, tiba-tiba Abu Lahab memotongnya seraya berkata “Mereka itu adalah paman-pamanmu dan para sepupumu. Bicaralah dan tinggalkanlah menganut agama baru. Ketahuilah bahwa kaummu tidak adan mampu melawan seluruh Bangsa Arab. Aku adalah orang yang paling pantas mencegahmu. Cukuplah bagimu dari pihak bapakmu. Bagi mereka jika engkau bersikeras melakukan apa yang engkau lakukan sekarang, adalah lebih mudah ketimbang bila seluruh marga Quraisy bersama-sama bangsa Arab bergerak memusuhimu. Aku tidak pernah melihat ada orang yang membawa kepada suku-suku  dari pihak bapaknya  sesuatu yang lebih jelek dari apa yang engkau bawa ini.” Rasulullah ﷺ hanya diam dan tidak berbicara pada pertemuan itu.

Sekali waktu Rasulullah ﷺ mengundang mereka lagi lantas berbicara “Alhamdulillah, aku memuji-Nya, meminta pertolongan, beriman, serta bertawakkal kepada-Nya. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya.”

Selanjutnya beliau berkata, “Sesungguhnya seorang pemimpin tidak mungkin membohongi keluarganya sendiri. Demi Allah yang tiada Tuhan (yang haq) selain-Nya! Sesungguhnya aku adalah utusan Allah yang datang kepada kalian secara khusus dan kepada manusia secara umum. Demi Allah! Sungguh kalian akan mati sebagaimana kalian tidur dan kalain akan dibangkitkan sebagaimana kalian bangun dari tidur. Sungguh kalain akan dihisab (dimintai pertanggung jawaban) terhadap apa yang kalian lakukan. Sesungguhnya yang ada hanya Surga yang abadi atau Neraka yang kekal.”

Kemudian Abu Thalib berkomentar, “Alangkah senangnya kami membantumu,  menerima nasihatmu, dan sangat membenarkan kata-katamu. Mereka yang merupakan suku-suku dari pihak bapakmu telah berkumpul. Sesungguhnya aku hanyalah salah seorang dari mereka, namun aku adalah orang yang paling cepat menghormati  apa yang Engkau inginkan. Oleh karena itu, teruskan apayang telah diperintahkan kepadamu. Demi Allah! Aku akan senantiasa melindungi dan membelamu, hanya saja diriku tidak memberikan cukup keberanian kepadaku untuk berpisah dengan agama Abdul Muthalib.

Ketika itu, Abu Lahab berkata “Ini merupakan benar-benar aib yang besar. Ayo cegahlah dia sebelum orang lain yang turun tangan mencegahnya!”

Abu Thalib menjawab, “Demi Allah! Sungguh selama kami masih hidup, kami akan membelanya.”

              1. Dakwah Nabi Muhammad Pada Periode Madinah

Berawal dari respon orang-orang Yastrib yang datang ke Makkah pada bulan haji terhadap seruan Nabi, juga tidak terlepas dari pribadi Nabi yang dikenal sebagai orang yang tak pernah berbohong. Keberhasilan dakwah Nabi dapat dilihat pada sikap orang-orang Yastrib di perjanjian Aqabah I dan II, di mana mereka mau mengubah sikap dan perilaku mereka, bahkan bersedia menjadi pelindung Nabi. Dalam mewujudkan semua ini, Nabi menempuh langkah-langkah dakwah sebagai berikut:

              • Membangun Masjid

Ketika Rasulullah ﷺ masuk Madinah, penduduk Madinah yang sudah memeluk Islam (kaum Anshar) banyak yang mengundang serta menawarkan rumah untuk beristrahat. Setelah Nabi sampai di tanah milik kedua orang anak yatim bernama Sahal dan Suhail keduanya anak Amr bin Amarah di bawah asuhan Mu‟adz bin „Afra, berhentilah unta yang ditunggangi Nabi, kemudian beliau dipersilahkan oleh Abu Ayub Anshari untuk tinggal di rumahnya.

Setelah beberapa bulan nabi di situ maka beliau membangun Masjid Nabawi pada sebuah tanah milik kedua anak yatim tersebut, tanah itu dibeli oleh Nabi untuk pembangunan masjid, juga untuk tempat tinggal. Masjid yang dibangun tersebut berfungsi sebagai tempat melaksanakan ibadah shalat. Masjid juga sebagai sarana penting untuk mempersatukan kaum muslimin dan mempererat ikatan di antara mereka, di samping sebagai tempat bermusyawarah merundingkan masalah-masalah yang dihadapi, masjid pada masa Nabi bahkan juga berfungsi sebagai pusat pemerintahan

              • Menciptakan Persaudaraan Baru

Kaum muslimin yang berhijrah dari Makkah ke Madinah disebut “Muhajirin” dan kaum muslimin penduduk Madinah disebut “Anshor”. Kaum muslimin Makkah yang berhijrah ke Madinah banyak menderita akibat kemiskinan, karena harta benda dan kekayaan mereka ditinggalkan di Makkah, di waktu mereka berhijrah ke Madinah melarikan agama dan keyakinan yang mereka anut. Nabi Muhammad ﷺ menciptakan persaudaraan baru antara kaum Muhajirin dengan kaum Anshor. Ali ibn Abi Thalib dipilih menjadi saudara Nabi sendiri. Abu Bakar disaudarakan dengan Kharijah ibnu Zuhair. Ja‟far ibnu Abi Thalib dengan Mu‟az ibnu Jabal. Rasulullah ﷺ telah mempertalikan keluarga-keluarga Islam. Masing-masing keluarga mempunyai pertalian yang erat dengan keluarga-keluarga yang banyak, karena ikatan persaudaraan yang dibuat oleh Rasulullah ﷺ.

              • Perjanjian dengan Masyarakat Yahudi Madinah

Setelah mempersaudarakan antara kaum Muhajirin dengan Anshor, selanjutnya Nabi menjalin hubungan antara kaum muslim dengan golongan Yahudi penduduk Madinah. Jalinan hubungan ini terwujud dalam bentuk perjanjian atau undang-undang yang kemudian dikenal sebagai “Piagam Madinah” yang ditulis pada tahun 623 M atau tahun ke-2 H. Di antara dictum perjanjian paling penting adalah sebagai berikut:

              • Kaum Muslimin dan kaum Yahudi hidup secara damai, bebas memeluk dan menjalankan ajaran agamanya masing-masing
              • Orang-orang Yahudi berkewajiban memikul biaya mereka sendiri, dan kaum Muslimin wajib memikul biaya mereka sendiri
              • Apabila salah satu pihak diperangi musuh, maka mereka wajib membantu pihak yang diserang
              • Di antara mereka saling mengingatkan, dan saling berbuat kebaikan, serta tidak akan saling berbuat kejahatan
              • Kaum muslimin dan Yahudi wajib saling menolong dalam melaksanakan kewajiban untuk kepentingan bersama
              • Bumi Yastrib menjadi tanah suci karena naskah perjanjian ini
              • Nabi Muhammad ﷺ adalah pemimpin umum untuk seluruh penduduk Madinah. Bila terjadi perselisihan di antara kaum Muslimin dengan kaum Yahudi, maka penyelesaiannya dikembalikan kepada Nabi sebagai pemimpin tertinggi di Madinah.
              • Pembangunan Pranata Sosial dan Pemerintahan

Madinah adalah wilayah pertanian yang dihuni oleh berbagai klan. Madinah tidak dihuni oleh kesukuan yang tunggal. Namun berbeda dengan Makkah, Madinah merupakan perkampungan yang diributkan oleh permusuhan yang sengit dan anarkhis antara kelompok kesukuan yang terpandang –Suku Aws dan Khazraj. Permusuhan yang berkepanjangan mengancam keamanan rakyat kecil dan menyebabkan timbulnya permasalahan eksistensi Madinah. Berbeda dengan masyarakat Badui, masyarakat Madinah telah hidup saling bertetangga dan tidak berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya. Perbedaan lainnya dengan Makkah, Madinah senantiasa mengalami perubahan sosial yang meninggalkan bentuk kemasyarakatan absolut model Badui. Kehidupan sosial Madinah secara berangsur-angsur diwarnai oleh unsur kedekatan ruang daripada oleh sistem kekerabatan.

Islam di Madinah bukan hanya sebuah agama, tetapi juga mengatur Negara. Karena masyarakat Islam telah terwujud, maka menjadi suatu keharusan Islam untuk menentukan dasar-dasar yang kuat bagi masyarakat yang baru terwujud tersebut. Sebab itu ayat-ayat al-Quran yang diturunkan dalam periode ini terutama ditujukan kepada pembinaan hukum. Ayat-ayat yang diturunkan itu diberi penjelasan oleh Rasulullah ﷺ.

 

Penulis : Khaerul Anam

Sumber : Sirah Nabawiyah Perjalanan Hidup Rasul yang Agung Muhammad ﷺ dari Kelahiran hingga Detik-detik Terakhir oleh Syaikh Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri, Penerbit Darul Haq, 2001

Tinggalkan Balasan

Recent Posts

Mengapa kita berpuasa di bulan Ramadhan?

Salah satu amalan untuk menunjukkan rasa syukur akan kejadian pada masa lalu adalah dengan berpuasa pada hari tersebut , contoh : 1. Nabi Muhammad ﷺ berpuasa pada hari senin yang merupakan hari di mana beliau lahir dan diutus. Pada hari itu, Nabi ﷺ dilahirkan dan diutus oleh Allah. Maka beliau puasa sebagai bentuk rasa syukur […]

H-1 Musyawarah Kerja Wilayah 2 FULDFK 2018 di Lombok

Ski Asy-syifa Fk Unram 3 menit · Mataram · [H-1 Road to Musykerwil DEW2] Alhamdulillah sudah H-1 ikhwah! Packing barang antum dan bersiap ke lombok esok hari dengan bismillah~ Kami tunggu di Lombok besok~ Fii amanillah.. Barakallahufiikum Mari jalin silaturahim dan pererat ukhuwah FULDFK DEW 2 kita~ (heart) Info lebih lanjut, follow OA Musykerwil DEW2 […]

Merkuri dalam Vaksin, Bahaya?

Merkuri dalam Vaksin, Bahaya? Oleh: Agi Tri Fatonah   Merkuri, atau yang biasa disebut raksa, merupakan suatu logam berat yang secara alami berada di lingkungan dalam berbagai wujud kimianya. Bagi manusia, merkuri adalah zat yang sangat toksik atau beracun. Namun kenyataannya, merkuri digunakan dalam suatu produk kesehatan yang berperan sangat penting untuk mencegah timbulnya penyakit […]

Event SKI Asy-Syifa

  • Sab
    02
    Jun
    2018

    Buka Bersama FK Unram