SKI Asy-Syifa

Lifestyle

Raih Manfaat Dahsyat Berpuasa di Tiga Hari Putih

Jika kau ingin memusuhi orang lain, maka musuhilah perutmu.Karena ia adalah bagian yang paling terjahat

(Umar Bin Khattab)

Rasulullah ﷺ pernah bersabda:

“Setiap amal Bani Adam dilipatgandakan, satu kebaikan dengan sepuluh kebaikan sampai tujuh ratus kali lipat. Allah subhana hua ta’ala berfirman, ”Kecuali puasa, ia untuk Aku dan Aku yang membalasnya. Dia meninggalkan syahwat dan makannya demi Aku.” Orang berpuasa mempunyai dua kebahagiaan. Kebahagiaan pada waktu berbuka dan kebahagiaan pada waktu bertemu Rabbnya. Sungguh aroma mulut orang yang berpuasa adalah lebih harum di sisi Allah daripada minyak kasturi.” (Hadis Riwayat Abu Hurairah.

 

Ada delapan pintu surga. Ada empat pintu yang disebut dalam satu hadits. Sisanya dilihat dari hadits-hadits lainnya. Yaitu: (1) Pintu Shalat, (2) Pintu Sedekah, (3) Pintu Jihad, (4) Pintu Ar-Rayyan (pitu orang berpuasa), (5) Pintu Haji, (6) Pintu Al-Ayman, (7) Pintu Al-Kazhimina Al-Ghaizha wa Al-Afina ‘an An-Naas. Pintu sisanya adalah Pintu Dzikir, Pintu Ridha, atau Pintu Ilmu.

Maka, berpuasa karena Allah berarti berusaha membooking tiket masuk Syurga Ar-Rayyan. Termasuk berpuasa di 3 hari putih hijriyah. Tak hanya itu, setiap amalan ibadah yang Allah perintahkan dan jika kita lakukan memiliki keutamaan dan manfaat bagi pelakunya secara fisik dan psikis. Seperti dalam detik health, setidaknya terdapat 50 manfaat puasa bagi kesehatan berdasarkan penelitian. Diantaranya, manfaat puasa bagi kesehatan yaitu tubuh melakukan detoksifikasi (pembuangan racun) yang akan menyehatkan tubuh, mengurangi lemak, meningkatkan sistem imunitas dalam tubuh, menurunkan berbagai resiko penyakit dalam tubuh (darah tinggi, resiko plak Jantung, resiko diabetes, penyakit ginjal, dan serangan jantung), mengistirahatkan saluran pencernaan dalam tubuh, dan lain-lain.

Berikut tulisan tentang meraih manfaat dahsyat berpuasa di 3 hari putih (Ayyamul bidh) dalam bulan hijriyah.

DALIL PUASA AYYAMUL BIDH

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,

أَوْصَانِى خَلِيلِى بِثَلاَثٍ لاَ أَدَعُهُنَّ حَتَّى أَمُوتَ صَوْمِ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ ، وَصَلاَةِ الضُّحَى ، وَنَوْمٍ عَلَى وِتْرٍ

Kekasihku (yaitu Rasulullah ﷺ) mewasiatkan padaku tiga nasehat yang aku tidak meninggalkannya hingga aku mati: 1- berpuasa tiga hari setiap bulannya, 2- mengerjakan shalat Dhuha, 3- mengerjakan shalat witir sebelum tidur.” (HR. Bukhari no. 1178)

Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash, Rasulullah ﷺ bersabda,

صَوْمُ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ صَوْمُ الدَّهْرِ كُلِّهِ

Puasa pada tiga hari setiap bulannya adalah seperti puasa sepanjang tahun.” (HR. Bukhari no. 1979)

Dari Abu Dzar, Rasulullah ﷺ bersabda padanya,

يَا أَبَا ذَرٍّ إِذَا صُمْتَ مِنَ الشَّهْرِ ثَلاَثَةَ أَيَّامٍ فَصُمْ ثَلاَثَ عَشْرَةَ وَأَرْبَعَ عَشْرَةَ وَخَمْسَ عَشْرَةَ

Jika engkau ingin berpuasa tiga hari setiap bulannya, maka berpuasalah pada tanggal 13, 14, dan 15 (dari bulan Hijriyah).” (HR. Tirmidzi no. 761 dan An Nasai no. 2425. Abu ‘Isa Tirmidzi mengatakan bahwa haditsnya hasan).

Dari Ibnu Milhan Al Qoisiy, dari ayahnya, ia berkata,

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَأْمُرُنَا أَنْ نَصُومَ الْبِيضَ ثَلاَثَ عَشْرَةَ وَأَرْبَعَ عَشْرَةَ وَخَمْسَ عَشْرَةَ . وَقَالَ هُنَّ كَهَيْئَةِ الدَّهْرِ

Rasulullah ﷺ biasa memerintahkan pada kami untuk berpuasa pada ayyamul bidh yaitu 13, 14 dan 15 (dari bulan Hijriyah).” Dan beliau bersabda, “Puasa ayyamul bidh itu seperti puasa setahun.” (HR. Abu Daud no. 2449 dan An Nasai no. 2434. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata,

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يُفْطِرُ أَيَّامَ الْبِيضِ فِي حَضَرٍ وَلَا سَفَرٍ

Rasulullah ﷺ biasa berpuasa pada ayyamul biidh ketika tidak bepergian maupun ketika bersafar.” (HR. An Nasai no. 2347. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan).

CARA MELAKUKAN PUASA SUNNAH AYYAMUL BIDH

Cara melakukan puasa sunnah Ayyamul bidh sama dengan puasa-puasa lain pada umumnya yakni dengan cara menahan diri dari pembatal-pembatal puasa seperti makan, minum, dan hawa nafsu lainnya yang dilakukan mulai dari terbit fajar sampai terbenam matahari dengan diniatkan berpuasa sebagai ibadah yang hanya kepada Allah subhanahua wa ta’ala.

Hal membedakan puasa ayyamul bidh dengan puasa lainnya adalah puasa ini dilakukan secara rutin pada hari-hari putih yakni saat rembulan tengah bersinar dengan terangnya (ayyamul bidh). Puasa ini dilakukan setiap pada tanggal 13, 14 dan 15  pada setiap bulan hijriyyah.  Agar tidak bingung kapan jatuhnya 3 hari putih, alternatif yang bisa dilakukan adalah mendownload dan mencetak kalender hijriyah. Bahkan, banyak aplikasi kalender hijriyah yang mudah dibrowsing di internet.

 

MENGAPA DIJALANKAN PADA PERTENGAHAN BULAN HIJRIYAH?

Ternyata dipertengahan bulan hijriah itu bertepatan dengan terjadinya fenomena bulan purnama saat bulan purnama bersinar. Terjadilah yang namanya pasang air laut. Letak bulan yang dekat dengan bumi menyebabkan gaya grafitasi bulan mempengaruhi ketinggian air laut dimuka bumi, dan terjadilah pasang air laut. Grafitasi dari bulan ini tak hanya mempengaruhi kondisi bumi (benda mati) tetapi juga benda hidup. Terutama manusia. mengapa demikian?

Hal ini sudah dibuktikan oleh seorang peneliti berkebangsaan Amerika (Arnold, 1970) yang mengadakan penelitian mengenai kondisi kejiwaan manusia ketika terjadi bulan purnama. Penelitian itu menyimpulkan bahwa kondisi kejiwaan manusia saat bulan purnama cenderung lebih labil, emosional, dan tidak terkendali. Nah ketika manusia sedang labil Islam mengajurkan berpuasa untuk melatih nafsu dan sahwat pada saat puncak emosi.

Kesimpulan, manfaat dahsyat puasa ayyamul bidh :

  1. Menghidupkan sunnah Nabi ﷺ
  2. Melakukan puasa tiga hari setiap bulannya seperti melakukan puasa sepanjang tahun karena pahala satu kebaikan adalah sepuluh kebaikan semisal. Berarti puasa tiga hari setiap bulan sama dengan puasa sebanyak tiga puluh hari setiap bulan. Jadi seolah-olah ia berpuasa sepanjang tahun.
  3. Memberi istirahat pada anggota badan setiap bulannya.

 

Sumber :

  1. Detik Health
  2. Buletin Jam’an Marhuman Bogor Indonesia, Edisi No.4/36/1434 H
  3. izzati.ft.undip
  4. Rumaysho.com

Tinggalkan Balasan

Recent Posts

Dua Kader SKI Asy-Syifa Silaturrahim ke Universitas Indonesia

Zakiyuddin Abd. Azam (kiri) dan Azhar Rafiq (kanan) di UI (5/11) مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ أَوْ يُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ “Barang siapa yang ingin dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi”. [Muttafaqun ‘alaihi]. Mataram-Para mahasiswa kedokteran kerap dianggap sangat sibuk mengurus perkuliahan, tidak sempat untuk menjadi […]

Berbuat Baik pada Orang Tua

Belasan tahun tlah kita lalui hidup di muka bumi ini.. Dengan segala upaya dan usaha diri.. Benarkah ini hasil kerja keras pribadi? Ataukah ada yang membantu lagi? Tentu, Orang tua kita lah yang selalu mendampingi.. Meski hati kita tak slalu mengingat akan kedua insan ini.. Sepenuh jiwa raga mereka dipikirkan untuk sang buah hati.. Berharap […]

Neuroimmunology dalam Islam

Oleh: TGH Hasanain Junaini, Lc, M.H (Pengasuh Ponpes Nurul Haramain Narmada, Lombok Barat)   “Menjawab fenomena hidup ini, bisa dari yang paling besar dan juga dari yang paling kecil” Neurologi merupakan jembatan satu-satunya yang bisa digunakan manusia untuk menghubungkan ilmu-ilmu material dan nonmaterial. Pembangunan sosial bisa seimbang antara pembangunan fisik dan mental. Terdapat istilah “otak […]

Event SKI Asy-Syifa

no event