SKI Asy-Syifa

Islamic History

Peradaban Islam di Indonesia : Meluruskan Legenda Walisongo

Peradaban Islam di Indonesia : Meluruskan Legenda Walisongo

Dalam persepsi awam Jawa ungkapan wali digunakan untuk sebutan orang yang dianggap keramat, karena dipandang lebih dekat dengan Allah, sehingga mereka diklaim memiliki banyak lunuweh (kelebihan) dan kekuatan ghaib serta mempunyai kekuatan batin yang sangat berlebih, berilmu sangat tinggi, sakti mondro guna, orah tedas paluning pande, otot kawat, balung wesi, dan Berjaya-kewijayaan.

Widji Saksono menilai bahwa akibat kultus, pemujaan, dan penghormatan rakyat yang berlebihan kepada Walisongo, sehingga timbul legenda berbentuk cerita-cerita atau dongeng jenaka yang kadang-kadang bahkan menggelikan, tidak masuk akal atau merupakan kepandiran.

Benarkah pembangunan masjid Cita Rasa, Demak yang hanya memakan waktu kurang dari satu malam, sementara Nabi Muhammad ketika membangun masjid Nabawi Membutuhkan waktu normal. Karena keramatnya para Wali tersebut pembangunan masjid Demak juga dibantu oleh beberapa binatang dari katak hijau dan kadal hingga orong-orong. Bahkan untuk menentukan arah kiblatpun, Sunan Kalijogo menghadap ke Selatan, tangan kanan memegang pucuk Masjidil Haram di Mekah dan tangan kiri memegang pucuk masjid Demak, dengan cara demikian timbul keyakinan arah Kiblat masjid Demak.

Lebih aneh lagi Sunan Kalijogo dapat menghidupkan kembali ayam tukung, yaitu ayam panggang yang telah hilang Brutunya. Beliau juga bisa menghidupkan ikan gurame yang tinggal duri dan kerangka. Dengan keramatnya Sunan Kalijogo bisa menghidupkan Supa Muda yang telah mati tenggelam. Beliau juga bisa bertemu dengan Nabi khidir yang menjelma anak kecil dan mengajarkan tentang hakikat nafsu Lawwamah, Ammarah, Sufiyah, Muthmainnah.

Selain itu, Sunan Kalijogo bisa mengubah sebongkah tanah menjadi emas murni untuk meyakinkan Adipati Pandanarang. Sunan Kalijogo juga mempunyai baju takwa yang bernama Ontokusumo sebagai hadiah peninggalan Rasulullah, hebatnya baju tersebut bisa berubah warna sesuai selera orang yang memanangnya. Bahkan membuat siapa saja yang memandangnya jtuh cinta sehingga saat Sunan Kalijogo memakainya selalu disukai oleh siapa saja yang memandangnya. Pada kesempatan lain, Mpu Supo mencela besi calon keris yang dibawa oleh Sunan Kalijogo, yang besinya hanya sebesar Klungsu (biji asam). Kemudian, beliau bisa merubah besi tersebut sebesar gunung.

Cerita horor juga, ketika Sunan Ampel, Sunan Mojoagung, Sunan Gresik, memiliki pancaran keramat yang hebat, ada seorang nahkoda Mesir ingkar janji dengan para wali tersebut akhirnya mendapat hukuman dari Allah yang sangat mengerikan. Perahunya terbentur karang hingga dia tenggelam ke dasar laut bersama anak buahnya. Begitu juga saat Sunan Ampel menghadapi ancaman Lembu Peteng dari Madura, ketika akan membunuh Sunan Ampel dari belakang, maka Lembu Peteng merasa gemetar dan kehilangan segala daya kekuatan. Kekuatan Lembu Peteng baru pulih kembali setelah Sunan Ampel mengampuni kesalahannya.

Lebi hebat lagi, Sunan Giri yang menyabda beras menjadi selendang tenun Bali, dan kerikil menjadi mutiara permata, bisa menghentikan kapal berlayar, didatangi cahaya dari langit saat belajar di pesantren Sunan Ampel, memakan delima mematikan tapi Sunan Giri tidak mati, mengubah batu dan pasir menjadi intan berlian. Bahkan Sunan Giri diyakini bisa mengubah angsa menjadi ular naga saat adu kesaktian dengan Bengawan Mintho Semeru.

Lebih mantap lagi Qalam yang sedang dipakai untuk menulis dilempar ke arah tentara Majapahit yang datang menyerang dapat berubah menjadi keris Kalamunyeng dan menghancurkan musuh tersebut atau mendatangkan jutaan tikus untuk mengalahkan tentara Majapahit atau saat makam Sunan Giri I dibongkar oleh tentara Majapahit menghamburkan jutaan lebah yang mengusir dan membuat kocar-kacir tentara Majapahit. Bahkan perang dengan Majapahit dibantu oleh Lelembut.

Sedangkan, Nabi Muhammad yang berjihad berkali-kali melawan kaum musyrikin dan mendapatkan kemenangan tidak banyak bertumpu pada mukjizat. Buktinya beliau berdo’a meminta kemenangan pada perang Badar, beliau juga terkena panah pada perang Uhud, mengenakan baju perang sebelum berangkat perang. Bahkan Abu Bakar, Umar bin Khaththab, Utsman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib adalah para Mujahid handal tetapi karomahnya tidak sebanyak dan sedahsyat para walisongo.

Kisah mistik seperti lakon kethoprak juga dijumpai pada waktu Walisongo menyerang Majapahit. Saya yakin tidak semudah itu, saat pasukan Demak mengalahkan pasukan Majapahit hanya dengan cara Sunan Gunung Jati mengibaskan sorbannya, dari situ keluar jutaan tikus yang kemudian menyerang pasukan Majapahit hingga kocar-kacir. Ketika keris Sunan Giri dihunus dari sarungnya, keluarlah ribuan lebah yang menyerang Majapahit.

Bandingkan dengan kisah para sahabat Nabi, seperti Khalid bin Walid berkali-kali perang dan terluka tusukan baik dengan tombak, panah dan pedang, ternyata meninggal unia di atas pembaringan. Hanzalah yang dihujani panah pada perang Uhud dan meninggal sebelum mandi Junub, akhirnya dimandikan oleh para malaikat, bahkan Thalhah pada waktu perang Uhud berperang hingga terluka parah dan Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang ingin melihat orang syahid yang masih hidup maka lihatlah Thalhah”. Bahkan Abu Dujanah melindungi Rasulullah hingga punggungnya terkena puluhan panah dan tombak namun tidak bergeming.

Yang lebih tidak masuk akal kisah menara Kudus dan lawang kembar, masing-masing dibawa oleh Sunan Kudus dengan dibungkus sapu tangan dari tanah Arab, sedangkan lawang kembar, katanya dipindahkan beliau dari Majapahit. Begitu juga kisah Sunan Bonang yang dapat merubah buah aren menjadi emas sehingga Brandal Lokojoyo bertaubat kepadanya.

Namun menurut Widji Saksono, demikian itu tidak sebenarnya, bahkan tikus merupakan tamsil orang jahat diikut dalam perang melawan Majapahit, katak hijau maksudnya para petani, kadal yang dikenal binatang melata maksudnya rakyat jelata ikut serta membangun masjid Demak. Lebah atau ahli sengat dan kritik yang dimaksud adalah ahli pena dan sastra. Lelembut atau makhluk halus sebagai lambang mata-mata dan telik sandi. Orong-orong sebagai simbol orang yang omong kosong yang harus dicuci agar tidak membuat kekacauan. Jadi, tugas Sunan Kalijogo dapat disamakan dengan tugas seorang diplomat merangkap Komando Pertahanan Rakyat atau Barisan Pertahanan Teritorial.

Apakah benar Sunan Bonang ketika berdakwah untuk menyadarkan masyarakat Tuban terutama Brandal Lokojoyo, semudah menyulap buah aren menjadi emas. Lebih menggelikan tongkat Sunan Bonang setelah ditancapkan di pasir pantai dan ditarik, mendadak tersemburlah air dari lobang tongkat itu, membawa keluar semua kitab Brahmana yang hilang dan tenggelam di dalam laut.

Tentu tidak, bahkan beliau mengalami suka duka dan menghadapi tantangan berat, namun semuanya hilang ditelan kisah horor dan mistik. Seandainya kisah-kisah heroic dan kepahlawanan para wali terbukukan dengan baik niscaya akan menjadi contoh realistis dan panduan berharga bagi setiap juru dakwah pada zaman berikutnya. Oleh sebab itu, menyoal sejarah walisongo diperlukan telaah kritis dan analisa tajam untuk menghasilkan kesimpulan yang benar sehingga kisah-kisah para Walisongo bisa bersih dari muatan mistik dan horor yang bercampur dusta, karena hal itu sangat menodai metode periwayatan dan bertentangan dengan prinsip-prinsip Islam.

 

Sumber : Abidin, Zainal, 2016. Fakta Baru Walisongo : Telaah Kritis Ajaran, Dakwah, dan Sejarah Walisongo. Pustaka Imam Bonjol : Jakarta.

Tinggalkan Balasan

Recent Posts

Dibalik Kebaikan Donor Darah

  donor/do·nor/ n  1 penderma; pemberi sumbangan; 2 penderma darah (yang menyumbangkan darahnya untuk menolong orang lain yang memerlukan): — darah. Donor darah merupakan istilah yang sudah tidak asing lagi di telinga kita. Darah yang telah didonorkan ini kemudian akan ditransfusikan kepada orang yang membutuhkan. Transfusi darah bertujuan untuk mengembalikan darah yang hilang misalnya saat operasi atau pada cedera parah. […]

Api yang Berbeda

Ya dia adalah Bilal, seseorang yang sontak membuat geger penyelenggaraan Ospek waktu itu. bagaimana tidak, dia satu-satunya maba yang berani menentang senior, karena sikap senior yang tidak bisa diterima. Di saat kami dimarah-marah oleh senior, kami hanya bisa diam dan menundukkan kepala, tetapi tidak dengan dia, dia berani mengatakan salah jika salah dan menunjukkan benar […]

Seluk Beluk Sel Darah dan Keunikan disetiap Komponennya

Oleh Muhammad Alfaridzi   إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِأُولِي الْأَلْبَابِ الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) […]

Event SKI Asy-Syifa

no event