SKI Asy-Syifa

Figure

Penemu Fondasi Perangkat Optikal, Ibn al-Haytham

Penemu Fondasi Perangkat Optikal, Ibn al-Haytham

Bagaimana cara kita melihat? argumen seperti ini terus dipertanyakan antar ilmuwan yunani selama berabad-abad. Sebagian mengatakan sinar keluar dari mata kita, yang lain berpendapat sesuatu masuk ke mata kita untuk merepresentasikan object.

Ibn al-Haytham lahir di Basra, Iraq, tahun 965. Pada masa hidupnya, ia telah mengubah pemahaman kita tentnag cahaya dan pandangan secara total.

Ceritanya berawal dari panggilan ke Cairo oleh khalifah yang saat itu berkuasa untuk mengetahui apakah beliau bisa membantu mengontrol banjir Nile yang tidak terprediksi. Percaya dengan kemampuannya, Ibn al-Haytham bergegas dan berpikir dapat menangani masalah tersebut dengan cara membuat dam atau kanal dan reservoir air. Tapi ketika ia melihat langsung tantangan tersebut, dia sadar bahwa hal tersebut agaknya mustahil.

Untuk mencegah khalifah menganggap dirinya gagal, ia mencoba bepura-pura sakit akal hingga ditahan menjadi tahanan rumah. Selama di sinilah terjadi penemuan yang dikagumi banyak ilmuwan hingga saat ini.

Suatu hari, dia melihat cahaya bersinar melalui lubang tembok masuk ke kamarnya, memproyeksikan gambar di dunia luar tembok. Pada waktu itu, orang-orang percaya pada pandangan bahwa mata kita bisa mengeluarkan sinar yang tak terlihat. Tapi Ibn al-Haytham menyadari bahwa kita melihat karena sinar cahaya yang terpancarkan dari object-lah yang masuk ke mata kita.

Dengan melakukan eksperimen di ruangan gelap “camera obscura”, dia menunjukkan bahwa cahaya masuk ke mata kita dalam bentuk geometri kerucut. Dia juga melakukan eksperimen dengan lensa dan cermin. Akhirnya beliau mempublikasikan idenya tentang cahaya dan penglihatan dalam buku berjudu “Book of Optics” yang ditulis sekitar tahun 1011 hingga 1021.

Sumber :

National Geographic. 1001 Inventions : The Enduring Legacy of Muslim Civilization. 3rd edition.

Tinggalkan Balasan

Recent Posts

Kegiatan Kesmas Al-Wafi 2018

Transfusi darah adalah kegiatan dalam membantu penyembuhan manusia ketika kadar darah dalam tubuh dibawah yang seharusnya. Menyumbangkan darah kepada orang lain yang amat membutuhkannya menurut kesepakatan para ahli fikih termasuk dalam kerangka tujuan syariat Islam, yaitu menghindarkan salah satu bentuk kemudaratan yang akan menimpa diri seseorang. Meskipun pada hakikatnya darah yang dikeluarkan dari tubuh manusia […]

7 Cara Menenangkan Hati

Selama manusia hidup, kesenangan dan kesedihan selalu bergantian mengisi hari-hari. Permasalahan yang terus-menerus datang, baik itu ringan maupun berat, akan memberikan dampak pada hati seseorang. Ketika dihadapkan dengan masalah, manusia sering menghindarinya. Namun, dengan menghindari masalah yang dimiliki, hati akan merasa tidak tenang. Dalam Islam, kita diajarkan cara untuk membuat hati menjadi tenang dan selalu […]

Tutur Kata yang Baik

Saudaraku.. Mungkin dari kita sering atau suka menggunakan kata-kata yang tidak baik. Kata dusta. Kata hinaan. Serta ujaran kebencian. Kata-kata tersebut diucapkan baik saat bercanda, atau sedang serius, marah, dan sebagainya. Ada pula yang mengatakannya demi memuaskan diri saja. Atau ingin menjatuhkan suatu tokoh yang terkenal. Wahai saudaraku, apakah baik sikap muslim seperti itu ? […]

Event SKI Asy-Syifa

no event