SKI Asy-Syifa

Islamic Study

Pemimpin Menurut Syariat Islam

Pemimpin Menurut Syariat Islam

Agama Islam mengatur seluruh aspek kehidupan manusia, termasuk dalam memilih seorang pemimpin. Aturan-aturan yang telah ditetapkan tersebut semata-mata untuk kebaikan umat manusia. Pentingnya memilih seorang pemimpin dengan bijak dikarenakan seorang pemimpin diharapkan mampu untuk mengurus dan mengatur yang dipimpin dengan baik dan benar.  Menurut pandangan Islam, bagaimana pemimpin yang baik untuk umat muslim?

Secara umum, menurut Muhammad al-Amin asy-Syinqithi, pemimpin haruslah seorang yang mampu menjadi Qadhi (hakim) bagi rakyatnya (kaum muslimin) dan seorang pemimpin haruslah seorang alim mujtahid yang tidak perlu lagi meminta fatwa kepada orang lain dalam memecahkan kasus-kasus yang berkembang di masyarakat.

Sedangkan menurut Al-Mawardi rahimahullah dalam kitab al-Ahkam ash-Shulthaniyah menyebutkan syarat-syarat seorang pemimpin, di antaranya :

  1. Adil dengan ketentuan-ketentuannya
  2. Ilmu yang bisa mengantar kepada ijtihad kontemporer dan hukum-hukum
  3. Sehat jasmani, berupa pendengaran, penglihatan dan lisan, agar ia dapat langsung menangani tugas kepemimpinan
  4. Normal (tidak cacat), yang tidak menghalanginya untuk bergerak dan bereaksi
  5. Bijak, yang bisa digunakan untuk mengurus rakyat dan mengatur kepentingan negara
  6. Keberanian, yang bisa digunakan untuk melindungi wilayah dan memerangi musuh.

Bagaimana jika seorang calon pemimpin adalah seorang non-muslim?

  1. Al-Qur’an melarang menjadikan orang kafir sebagai Pemimpin : QS 3. Aali ‘Imraan : 28.

Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi WALI (PEMIMPIN / PELINDUNG) dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah, kecuali karena (siasat) memelihara  diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa)-Nya. Dan hanya kepada Allah kembali(mu).”

QS 4. An-Nisaa’ : 144.

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang kafir menjadi WALI (PEMIMPIN / PELINDUNG) dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Inginkah kamu mengadakan alasan yang nyata bagi Allah (untuk menyiksamu) ?”

QS 5. Al-Maa-idah : 57.

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil jadi PEMIMPINMU, orang-orang yang membuat agamamu jadi buah ejekan dan permainan, (yaitu) di antara orang-orang yang telah diberi kitab sebelummu, dan orang-orang yang kafir (orang-orang musyrik). Dan bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang-orang yang beriman.”

  1. Al-Qur’an melarang menjadikan orang kafir sebagai Pemimpin walau Kerabat sendiri : QS 9. At-Taubah : 23.

“Hai orang-orang beriman, janganlah kamu jadikan BAPAK-BAPAK dan SAUDARA-SAUDARAMU menjadi WALI (PEMIMPIN / PELINDUNG) jika mereka lebih mengutamakan kekafiran atas keimanan, dan siapa di antara kamu yang menjadikan mereka wali, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.”

QS 58. Al-Mujaadilah : 22.

“Kamu tak akan mendapati kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat, saling  berkasih-sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekali pun orang-orang itu BAPAK-BAPAK, atau ANAK-ANAK atau SAUDARA-SAUDARA atau pun KELUARGA mereka. Mereka itulah orang-orang yang telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang daripada- Nya. Dan dimasukan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah ridha terhadap mereka, dan mereka pun merasa  puas terhadap (limpahan rahmat)-Nya. Mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah, bahwa  sesungguhnya hizbullah itu adalah golongan yang beruntung.”

  1. Al-Qur’an melarang mentaati orang kafir untuk menguasai muslim : QS 3. Aali ‘Imraan : 149-150.

“Hai orang-orang yang beriman, jika kamu MENTAATI orang-orang yang KAFIR itu, niscaya mereka mengembalikan kamu ke belakang (kepada kekafiran), lalu jadilah kamu orang-orang yang rugi. Tetapi (ikutilah Allah), Allah lah Pelindungmu, dan Dialah sebaik-baik Penolong.”

  1. Al-Qur’an melarang beri peluang kepada orang kafir sehingga menguasai muslim : QS 4. An-Nisaa’ : 141.

“…… dan Allah sekali-kali tidak akan MEMBERI JALAN kepada orang-orang kafir untuk memusnahkan orang-orang yang beriman.”

 

  1. Al-Qur’an memvonis munafiq kepada muslim yang menjadikan kafir sebagai pemimpin : QS 4. An-Nisaa’ : 138-139.

“Kabarkanlah kepada orang-orang MUNAFIQ bahwa mereka akan mendapat siksaan  yang pedih. (yaitu) orang-orang yang mengambil orang-orang kafir menjadi teman-teman penolong dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu ? Maka sesungguhnya semua kekuatan kepunyaan Allah.”

  1. Al-Qur’an memvonis ZALIM kepada muslim yang menjadikan kafir sebagai pemimpin : QS 5. Al-Maa-idah : 51.

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak  memberi petunjuk kepada orang-orang yang ZALIM.”

  1. Al-Qur’an memvonis fasiq kepada muslim yang menjadikan kafir sebagai pemimpin QS 5. Al-Maa-idah : 80-81.

“Kamu melihat kebanyakan dari mereka tolong-menolong dengan orang-orang yang kafir (musyrik). Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka sediakan untuk diri mereka, yaitu kemurkaan Allah kepada mereka; dan mereka akan kekal dalam siksaan. Sekiranya mereka beriman kepada Allah, kepada Nabi dan kepada apa yang diturunkan kepadanya (Nabi), niscaya mereka tidak akan mengambil orang-orang musyrikin itu menjadi penolong-penolong, tapi kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang FASIQ.”

  1. Al-Qur’an memvonis sesat kepada muslim yang menjadikan kafir sebagai pemimpin : QS 60. Al-Mumtahanah : 1.

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil musuh-Ku dan musuhmu menjadi teman-teman setia yang kamu sampaikan kepada mereka (berita-berita Muhammad), karena rasa kasih sayang; padahal sesungguhnya mereka telah ingkar kepada kebenaran yang datang kepadamu, mereka mengusir Rasul dan (mengusir) kamu     karena kamu beriman kepada Allah, Tuhanmu. Jika kamu benar-benar keluar untuk berjihad di jalan-Ku dan mencari keridhaan-Ku (janganlah kamu berbuat demikian). Kamu memberitahukan secara rahasia (berita-berita Muhammad) kepada mereka, karena rasa kasih sayang. Aku lebih mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan apa yang kamu  nyatakan. Dan barangsiapa di antara kamu yang melakukannya, maka sesungguhnya dia telah TERSESAT dari jalan yang lurus.”

  1. Al-Qur’an mengancam azab bagi yang jadikan kafir sbg Pemimpin / Teman Setia : QS 58.  Al-Mujaadilah : 14-15.

“Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang menjadikan suatu kaum yang dimurkai Allah sebagai teman ? Orang-orang itu bukan dari golongan kamu dan bukan (pula) dari golongan mereka. Dan mereka bersumpah untuk menguatkan kebohongan, sedang mereka mengetahui. Allah telah menyediakan bagi mereka AZAB yang sangat  keras, sesungguhnya amat buruklah apa yang telah mereka kerjakan.”

  1. Al-Qur’an mengajarkan doa agar muslim tidak menjadi sasaran fitnah orang kafir : QS 60. Al-Mumtahanah : 5.

“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami (SASARAN) FITNAH bagi orang-orang kafir. Dan ampunilah kami ya Tuhan kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”

Potongan ayat tersebut menyampaikan secara jelas bahwa hal terpenting  yang harus diperhatikan seorang muslim dalam memilih calon pemimpin ialah agamanya. Karena pemimpin yang kafir sudah pasti akan berusaha menekan Islam dan tidak akan redha dengan Islam. Pemimpin kafir berpotensi menghilangkan syiar Islam secara langsung ataupun perlahan-lahan dan hal ini sudah banyak terjadi dan dapat dilihat dari sejarah dunia. Jika direnungkan, seorang muslim tidak pantas memilih pemimpin yang menyekutukan Allah.

Sebagai negara demokrasi, Indonesia tidak membatasi siapa saja sebagai pemimpin selama memenuhi persyaratan yang sudah ditetapkan berdasarkan UUD 1945. Maka, seorang non-muslim tetap memiliki hak untuk mencalonan diri sebagai pemimpin. Namun, hal yang menjadi perhatian khusus adalah bagaimana komitmen dan kepatuhan seorang muslim terhadap Firman Allah. Sehingga, sangat jelas bahwa seorang muslim tidak diperkenankan memilih pemimpin non-muslim.

Apakah lebih baik memilih pemimpin non-muslim yang adil daripada pemimpin muslim tetapi dzalim?

Tidak keduanya.

Apakah semua muslim dzalim? Apakah semua non-muslim adil? Tentu hal ini tidak bisa dijadikan sebuah alas an. Pemimpin yang dzalim tentu akan menyengsarakan rakyat, maka sangat lebih baik untuk tidak memilihnya, namun memilih pemimpin non-muslim bukanlah jalan keluarnya. Sebab, sebaik apapun orang kafir di mata manusia, ia tetap adalah orang yang berbuat kedzaliman paling besar dari pada seorang Muslim yang dianggap dzalim oleh manusia.

Referensi :

https://almanhaj.or.id/2728-pemimpin-ideal.htm

http://muslim.or.id/27693-pemimpin-kafir-adil-lebih-baik-dari-pemimpin-muslim-zalim.html

Tinggalkan Balasan

Recent Posts

Dibalik Kebaikan Donor Darah

  donor/do·nor/ n  1 penderma; pemberi sumbangan; 2 penderma darah (yang menyumbangkan darahnya untuk menolong orang lain yang memerlukan): — darah. Donor darah merupakan istilah yang sudah tidak asing lagi di telinga kita. Darah yang telah didonorkan ini kemudian akan ditransfusikan kepada orang yang membutuhkan. Transfusi darah bertujuan untuk mengembalikan darah yang hilang misalnya saat operasi atau pada cedera parah. […]

Api yang Berbeda

Ya dia adalah Bilal, seseorang yang sontak membuat geger penyelenggaraan Ospek waktu itu. bagaimana tidak, dia satu-satunya maba yang berani menentang senior, karena sikap senior yang tidak bisa diterima. Di saat kami dimarah-marah oleh senior, kami hanya bisa diam dan menundukkan kepala, tetapi tidak dengan dia, dia berani mengatakan salah jika salah dan menunjukkan benar […]

Seluk Beluk Sel Darah dan Keunikan disetiap Komponennya

Oleh Muhammad Alfaridzi   إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِأُولِي الْأَلْبَابِ الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) […]

Event SKI Asy-Syifa

no event