SKI Asy-Syifa

Lifestyle

Parfum Beralkohol, Tapi Ada Label MUI?

Parfum Beralkohol, Tapi Ada Label MUI?

Suatu ketika, dua ikhwan berjalan menuju masjid untuk menunaikan shalat shubuh

Fulan A : Hi Fulan, kok kamu wangi banget sih. Pake parfum beralkohol ya?

Fulan B : ya, tapi ada kok label MUI nya memangnya kenapa?

Fulan A : haram tau pakai parfum karena ada alkoholnya. Kan alkohol itu memabukkan.

Fulan B  : Walaupun ada izin dari MUI ya?, setau saya ada LPOM nya MUI, yang mengawasi obat-obatan, makanan, dan kosmetik. Kayak BPOM gitu.

Fulan A : Nah, kurang tau saya juga. Mudahan ada artikel di web SKI As Syifa FK UNRAM yang bahas ini. Ayo coba kita cek.

Sobat pembaca, seringkali kita bingung harus memakai parfum apa. Karena ada yang mengatakan parfum di pasaran yang mengandung alkohol itu haram. Padahal jelas-jelas, terdapat label halal dari MUI di parfum tersebut. Lalu apa sebenarnya yang harus diketahui? Alangkah lebih baiknya mengkaji sebelum mengikuti sesuatu.

Syaikh Ibnu Utsaimin emngatakan, lebih baik kita berhati-hati jika ingin menggunakan parfum yang beralkohol, yaitu dengan tidak memakainya. Beliau juga tidak melarang orang lain untuk menggunakannya.

Dilansir dari laman web resmi MUI bahwa pada dasarnya, alkohol itu merupakan zat yang suci, kecuali kalau diproses menjadi unsur dalam minuman keras (khamar), dan kalau telah menjadi minuman keras, berarti haram dan najis. Alkohol itu sendiri, menurut ulama Mesir terkemuka, Syaikh Athiyah As-Saqr, merupakan zat yang bersifat muhlikat (bisa merusak). Meminum khamar yang mengandung alkohol bisa merusak organ-organ tubuh. Karena bersifat merusak, maka dilarang untuk diminum.

Menurut fatwa MUI, alkohol dibedakan antara alkohol yang berasal dari industri khamar dan alkohol non industri khamar. Alkohol dari industri khamardihukumi haram dan najis. Sedangkan alkohol yang non industri khamar, kalau dipakai sebagai bahan penolong dan tidak terdeteksi dalam produk akhir, maka ia boleh digunakan. Tidak bernajis. Kesimpulannya, tidak bisa disamakan antara khamar dengan alkohol. Karena, tidak semua alkohol itu merupakan khamar, tapi semua khamar pasti mengandung alkohol.

Jadi, pada parfum beralkohol, kalau menggunakan alkohol dari industri khamar, maka dihukumi najis. Tapi kalau bukan dari industri khamar, maka tidak bernajis. Bahkan, bukan hanya untuk parfum, untuk proses dalam makanan saja, ia diperbolehkan, dengan syarat pada produk akhirnya, alkohol itu tidak terdekteksi. Sementara penggunaan alkohol/etanol hasil industri non khamar (baik merupakan hasil sintesis kimiawi [dari petrokimia] ataupun hasil industri fermentasi non-khamar) untuk proses produksi produk makanan, minuman, kosmetika dan obat-obatan, hukumnya: haram, apabila secara medis membahayakan. Konklusinya pembaca, berhati-hati membeli parfum yang beralkohol, cek dulu apakah sudah mendapatkan legalitas dari LPOM MUI atau belum. Sehingga, tak ada keraguan lagi dalam menggunakan parfum ketika hendak sholat.

Catatan penting :

Untuk kaum hawa, diperbolehkan menggunakan wewangian hanya di rumahnya. Dari Abu Musa Al Asy’ary bahwanya ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَيُّمَا امْرَأَةٍ اسْتَعْطَرَتْ فَمَرَّتْ عَلَى قَوْمٍ لِيَجِدُوا مِنْ رِيحِهَا فَهِيَ زَانِيَةٌ

Seorang perempuan yang mengenakan wewangian lalu melalui sekumpulan laki-laki agar mereka mencium bau harum yang dia pakai maka perempuan tersebut adalah seorang pelacur.” (HR. An Nasai, Abu Daud, Tirmidzi dan Ahmad. Shahih)

Nau’dzubillah. Semoga ilmu ini bermanfaat bagi kita sekalian. Semoga Allah selalu memberikan kita hidayah dan istiqomah. Aamiin. Wallahu a’lam bish showab.

Sumber :

  1. Rumaysho
  2. Konsultasi Syariah
  3. halalmui

 

Tinggalkan Balasan

Recent Posts

Penyaluran Bantuan Gempa Lombok melalui FK Unram

Duka menyelimuti pulau Lombok. Pada akhir juli dan awal agustus, pulau seribu masjid ini diguncang gempa dengan kekuatan besar yaitu 6.4 SR dan 7.0 SR. Gempa susulan pun terjadi berulangkali setelah gempa utama tersebut. Beberapa rumah warga dan infrastruktur rusak, korban berjatuhan akibat tertimpa bangunan, keadaan memprihatinkan warga yang tinggal di pengungsian, dan keadaan lain […]

Webinar Bedah Buku “Islam, Sains, dan Kesehatan” karya dr. M. Saifudin Hakim dkk di FK Unram

Pernahkah kita membaca atau mendengar suatu hal yang dikaitkan dengan ajaran Islam dan sains? Banyak yang berdecak kagum ketika hal yang berlabel “islami” dapat dihubungkan dengan sains walaupun itu hanya opini. Doktor dokter Saifudin Hakim dkk menulis sebuah buku yang sangat informatif dan edukatif baik untuk kalangan akademisi maupun masyarakat umum. Buku ini khususnya membahas […]

Air Zamzam dengan Segudang Manfaat Didalamnya

Jabir bin Abdullah radhiallahu anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah shallahu ‘alaihi wassalam bersabda, “Air zamzam  mendatangkan khasiat dengan niat untuk apa air itu diminum”. (HR. Ibnu Majah) Ibnu Abbas radhiallahu anhu menambahkan dalam riwayatnya, “Air zamzam memenuhi tujuan untuk apa ia diminum; jika engkau meminumnya dengan niatan untuk menyembuhkan penyakitmu, Allah akan menyembuhkan penyakitmu dan jika […]

Event SKI Asy-Syifa

no event