SKI Asy-Syifa

Health

Merkuri dalam Vaksin, Bahaya?

Merkuri dalam Vaksin, Bahaya?

Oleh: Agi Tri Fatonah

 

Merkuri, atau yang biasa disebut raksa, merupakan suatu logam berat yang secara alami berada di lingkungan dalam berbagai wujud kimianya. Bagi manusia, merkuri adalah zat yang sangat toksik atau beracun. Namun kenyataannya, merkuri digunakan dalam suatu produk kesehatan yang berperan sangat penting untuk mencegah timbulnya penyakit tertentu dengan gejala yang berat pada manusia. Apakah produk itu? Ya, VAKSIN!

Sejak tahun 1930-an hingga saat ini, terdapat vaksin tertentu yang dalam proses produksinya melibatkan merkuri. Lalu, apakah berbahaya?

Merkuri memang terkenal di masyarakat sebagai suatu bahan yang berbahaya bagi kesehatan. Salah satu jenisnya yaitu metilmerkuri. Terdapat beberapa bukti yang menunjukkan bahwa metilmerkuri dapat menjadi penyebab kanker pada manusia. Selain itu, pada ibu hamil, paparan metilmerkuri dapat berefek pada kondisi kesehatan janin. Wah, lalu apa hubungannya dengan vaksin? Benarkah vaksin yang mengandung merkuri menjadi salah satu penyebab autisme pada anak?

Jenis lain dari merkuri yaitu etilmerkuri. Ternyata, vaksin tidak diproduksi dengan melibatkan metilmerkuri, melainkan etilmerkuri. Senyawa etilmerkuri yang digunakan dalam pembuatan vaksin adalah thiomersal.

Thiomersal adalah senyawa merkuri organik atau dikenal sebagai sodium etilmerkuri thiosalisilat, yang mengandung 49,6% merkuri. Thiomersal digunakan dalam pembuatan beberapa jenis vaksin dan produk obat lainnya sebagai pengawet. Senyawa ini efektif dalam mencegah pertumbuhan bakteri dan jamur pada vaksin inactivated dalam vial multidosis. Senyawa ini juga digunakan selama produksi vaksin, misalnya pada vaksin pertusis (batuk rejan), sebagai bagian dari proses pembuatan yang membuat produk aman dan efektif. Bila dibandingkan dengan metilmerkuri, thiomersal yang merupakan etilmerkuri tidak akan terakumulasi dalam tubuh karena cepat dimetabolisme dan mudah dikeluarkan melalui urine.

Vial multidosis digunakan di banyak negara karena mereka ingin menghemat ruang penyimpanan dan agar tidak terjadi pemborosan. Hal tersebut berdampak signifikan terhadap pembiayaan program vaksin. Di banyak negara, untuk vaksin inactivated yang dipasok dalam vial multidosis, penggunaan pengawet adalah sebuah syarat yang wajib dilakukan.

Pada bayi usia 6 bulan yang telah diimunisasi rutin, jumlah kadar merkuri dalam vaksin yang diterima adalah 1,25  mcg/kgBB/minggu. Angka tersebut masih sangat aman, melihat batas maksimal kadar merkuri yang diperbolehkan oleh EPA (Environmental Protection Agency) dan WHO (Wolrd Health Organization) adalah 34 mcg/kgBB/minggu dan 159 mcg/kgBB/minggu secara berurutan.

Pada tahun 90-an, thiomersal sering dikaitkan dengan kejadian autisme. Adanya isu tersebut berakhir dengan ditariknya thiomersal dari komposisi vaksin. Namun, ternyata setelah penarikan thiomersal tersebut jumlah kasus autisme tetap tinggi dan cenderung meningkat. Hal ini menandakan tidak adanya data yang cukup kuat untuk menyimpulkan apakah terdapat hubungan antara thiomersal dengan autisme.

Apakah yang terjadi jika penggunaan thiomersal pada produksi vaksin dihentikan? Imunisasi dengan vaksin multidosis thiomersal saat ini melindungi setidaknya 64% dari semua bayi dan anak-anak terhadap empat penyakit dengan tingkat kematian yang tinggi: difteri, tetanus, pertusis, dan Haemophilus influenzae tipe b. Penggunaan vaksin yang mengandung thiomersal untuk melindungi diri terhadap penyakit ini mencegah setidaknya 1.400.000 kematian anak pada tahun 2010. Vaksin yang mengandung thiomersal digunakan di lebih dari 120 negara. Menghapus sepenuhnya thiomersal dari vaksin akan memerlukan penggunaan pengawet alternatif atau penggunaan vaksin dosis tunggal bebas pengawet secara eksklusif. Alternatif akan menimbulkan biaya yang besar untuk pengembangan dan persetujuan peraturan, sehingga vaksin tidak lagi menawarkan harga terjangkau. Penggunaan vial multidosis adalah cara yang paling efisien dan hemat biaya untuk melindungi populasi ketika vaksin perlu diberikan kepada sejumlah besar orang dalam waktu singkat, seperti dalam situasi epidemi atau pandemi.

Berbagai isu buruk terkait vaksin seperti dapat menyebabkan autisme dan berbahaya karena kandungan merkurinya sudah terbukti salah. Kandungan vaksin aman, sehingga tidak ada alasan lagi untuk tidak melakukan vaksinasi.

SAY YES TO VACCINES!

 

Referensi:

Baker, J. P., 2008. Mercury, Vaccines, and Autism: One Controversy, Three Histories, American Journal of Public Health, [online] Available at: <https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2376879/> [Diakses pada 2 April 2018].

Fadhila, S. R., 2017. Benarkah Vaksin Mengandung Zat-Zat Berbahaya? (Bagian 2) [online] Available at: <http://www.idai.or.id/artikel/klinik/imunisasi/benarkah-vaksin-mengandung-zat-zat-berbahaya-bagian-2>  [Diakses pada 2 April 2018].

WHO, 2017. Mercury and health, [online] Available at: <http://www.who.int/mediacentre/factsheets/fs361/en/> [Diakses pada 2 April 2018].

WHO, 2017. Thiomersal in vaccines, [online] Available at: <http://www.who.int/vaccine_safety/committee/topics/thiomersal/questions/en/> [Diakses pada 2 April 2018].

https://www.greenfacts.org/en/mercury/l-2/mercury-1.htm#0

Tinggalkan Balasan

Recent Posts

Air Zamzam dengan Segudang Manfaat Didalamnya

Jabir bin Abdullah radhiallahu anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah shallahu ‘alaihi wassalam bersabda, “Air zamzam  mendatangkan khasiat dengan niat untuk apa air itu diminum”. (HR. Ibnu Majah) Ibnu Abbas radhiallahu anhu menambahkan dalam riwayatnya, “Air zamzam memenuhi tujuan untuk apa ia diminum; jika engkau meminumnya dengan niatan untuk menyembuhkan penyakitmu, Allah akan menyembuhkan penyakitmu dan jika […]

Dibalik Kebaikan Donor Darah

  donor/do·nor/ n  1 penderma; pemberi sumbangan; 2 penderma darah (yang menyumbangkan darahnya untuk menolong orang lain yang memerlukan): — darah. Donor darah merupakan istilah yang sudah tidak asing lagi di telinga kita. Darah yang telah didonorkan ini kemudian akan ditransfusikan kepada orang yang membutuhkan. Transfusi darah bertujuan untuk mengembalikan darah yang hilang misalnya saat operasi atau pada cedera parah. […]

Api yang Berbeda

Ya dia adalah Bilal, seseorang yang sontak membuat geger penyelenggaraan Ospek waktu itu. bagaimana tidak, dia satu-satunya maba yang berani menentang senior, karena sikap senior yang tidak bisa diterima. Di saat kami dimarah-marah oleh senior, kami hanya bisa diam dan menundukkan kepala, tetapi tidak dengan dia, dia berani mengatakan salah jika salah dan menunjukkan benar […]

Event SKI Asy-Syifa

no event