SKI Asy-Syifa

Islamic History

Mengapa kita berpuasa di bulan Ramadhan?

Salah satu amalan untuk menunjukkan rasa syukur akan kejadian pada masa lalu adalah dengan berpuasa pada hari tersebut , contoh :
1. Nabi Muhammad ﷺ berpuasa pada hari senin yang merupakan hari di mana beliau lahir dan diutus. Pada hari itu, Nabi ﷺ dilahirkan dan diutus oleh Allah. Maka beliau puasa sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah.1

Dari Abu Qatadah al-Anshari radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi ﷺ ditanya tentang kebiasaan beliau berpuasa hari senin. Beliau menjawab,
“Itu adalah hari dimana aku dilahirkan dan hari aku diutus.” (HR. Muslim)

2. Nabi Musa menunjukkan rasa syukurnya dengan berpuasa pada hari asyura 10 Muharam dimana pada hari tersebut Alloh menyelamatkannya dari kejaran Firaun di Laut Merah.2

Ibnu Abbas berkata: “Nabi tiba di Madinah dan dia mendapati orang-orang Yahudi sedang berpuasa A’syuro. Nabi bertanya: “Puasa apa ini?” Mereka menjawab : “Hari ini adalah hari yang baik, hari di mana Allah telah menyelamatkan Bani Israil dari kejaran musuhnya, maka Musa berpuasa sebagai rasa syukurnya kepada Allah. Dan kami-pun ikut berpuasa. Nabi berkata : “Kami lebih berhak terhadap Musa daripada kalian”. Akhirnya Nabi berpuasa dan memerintahkan manusia untuk berpuasa. (HR. Muslim)

Ada kejadian apakah di bulan ramadhon?

Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu danpembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur. (al baqarah : 185)

Untuk memahami maksud dari ayat tersebut berkaitan dengan apa yang kita bahas, kita perlu melihat konteks mengenai pokok-pokok pikiran di surat al baqarah di mana terdapat ayat tersebut.
Sebelumnya baca kembali tentang sistematika dan konsentrisme dalam alquran
//skifkunram.com/hijrahnya-seorang-professor-sastra-arab-melalui-keindahan-sistematika-al-quran/ .3

Tema besar dalam surat al baqarah adalah umat nabi Muhammad ﷺ sebagai umat pertengahan pewaris risalah tauhid yang dibawa nabi Ibrahim (al baqarah : 143). Salah satu audiens di Madinah pada waktu surat ini diturunkan adalah ahli kitab yaitu yahudi yang merupakan keturunan nabi Ibrahim dengan jalur nabi Ishak dan ya’qub, sedangkan nabi Muhammad SAW adalah keturunan nabi Ibrahim dengan jalur nabi Ismail, mereka adalah muslim :
“Adakah kamu hadir ketika Ya’qub kedatangan (tanda-tanda) maut, ketika ia berkata kepada anak-anaknya: “Apa yang kamu sembah sepeninggalku?” Mereka menjawab: “Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu, Ibrahim, Ismail dan Ishaq, (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya (muslimun)” al baqarah : 133)

Marilah kita lihat sistematika dan alur struktur ide pokok dalam surat al baqarah di bawah ini :
( sambil dibuka dan dibaca terjemahan alqurannya)

1. Menjelaskan tentang orang-orang yang beriman, kafir dan munafik
2. Kisah nabi Adam (khalifah di muka bumi)  melanggar larangan mendekati satu pohon dari banyak pohon di surga (salah sifat buruk manusia yaitu tamak)
3. Hukum dan aturan dalam taurat Kisah bangsa Israel
4. Nabi Ibrahim diuji
5. Pemindahan kiblat, Bangsa / Umat muslim sebagai umat pertengahan pewaris risalah tauhid yang di bawa nabi Ibrahim.
6. Umat Muslim akan diuji
7. Hukum dan aturan alquran yang dibebankan kepada umat yang baru/muslim (haji, qishas, zakat, waris, dan lain-lain)
8. Petunjuk aturan penggunaan harta dan aturannya  menghindari tamak dan bakhil (ingat kisah Nabi Adam)
9. Doa penutup mohon kpd Alloh : tdk diberi beban/ujian melebihi kesanggupan, keselamatan iman( tidak mjd munafik), minta tolong untuk menghadapi org kafir

Untuk menegaskan posisi umat nabi Muhammad ﷺ sebagai “Muslim” –> menjalankan rukun islam yang lima sesuai syariat yang dibawa nabi Muhammad ﷺ. Mereka (yahudi /ahli kitab) harus mengakui nabi ﷺ sebagai rasul (bersyahadat), sholat mengikuti nabi( menghadap kabah di mekkah (sebelumnya ke masjidil aqsa), berpuasa wajib di bulan ramadhan
(sebelumnya puasa pada beberapa hari yang ditentukan / al baqarah :183-184)4.

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa, (yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barangsiapa di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): member makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. (al baqarah 183-184)

Disebutkan dalam tafsir ibnu katsir dahulu Rasul Muhammad ﷺ melakukan puasa wajib yaitu puasa selama 3 hari dalam sebulan seperti hari puasanya ahli kitab sebelum turun ayat diwajibkannya puasa di bulan ramadhan. Diriwayatkan dari Muadz, ibnu mas’ud, ibnu abbas, qatadah dan adh-Dhahhak bin muzahim, bahwa puasa itu pertama kali dijalankan seperti yang diwajibkan kepada umat-umat sebelumnya yaitu tiga hari setiap bulannya termasuk tata caranya seperti puasa umat dahulu yaitu selain dilarang makan minum juga tidak boleh menyetubuhi istrinya di malam hari setelah sholat isya. Kemudian hal itu dihapus/dinasakh dengan kewajiban puasa ramadhon 1 bulan penuh dengan tata cara seperti yang kita lakukan seperti saat ini.

Jadi apakah yang kita syukuri pada bulan ramadhan hingga kita diperintahkan berpuasa?

Yang disyukuri adalah pada bulan ramadhan, kita sebagai umat Nabi Muhammad ﷺ sebagai pewaris/penerus risalah tauhid nabi Ibrahim mendapatkan petunjuk berupa al quran yang diturunkan pada bulanramadhan. Sehingga kita bersyukur dengan diperintahkan berpuasa pada bulan ini. Maka dari itu para ulama juga berpendapat bahwasanya amalan utama pada bulan ramadhan selain puasa adalah membaca al quran, memahaminya kembali sebagai rasa syukur kita dengan diberikannya petunjuk dan pembeda antara yang haq dan bathil seperti tercantum pada surat al baqarah ayat 185 di atas.

Membaca al quran di bulan ramadhan termasuk amalan yang utama5

Ibnu ‘Abbas Radhiallahu ‘Anhuma menceritakan

Jibril menemuinya pada tiap malam-malam bulan Ramadhan, dan dia (Jibril) bertadarus Al-Quran bersamanya. (HR. Bukhari No. 3220)

Tidak hanya Nabi ﷺ saja ,tetapi ini juga perilaku para sahabat dan generasi setelah mereka.

Imam An-Nawawi Rahimahullah menceritakan dalam kitab At Tibyan fi Aadab Hamalatil Quran, bahwa diriwayatkan oleh As Sayyid Al-Jalil Ahmad Ad Dawraqi dengan sanadnya, dari Manshur bin Zaadaan, dari para ahli ibadah tabi’in – semoga Allah meridhainya- bahwasanya pada bulan Ramadhan dia mengkhatamkan Al-Quran antara Zhuhur dan Ashar, dan juga mengkhatamkan antara Maghrib dan Isya, dan mereka mengakhirkan Isya hingga seperempat malam.

Ibrahim bin Sa’ad menceritakan: bahwa ayahku kuat menahan duduk dan sekaligus mengkhatamkan Al-Quran dalam sekali duduk. Ada pun yang sekali khatam dalam satu rakaat shalat tidak terhitung jumlahnya karena banyak manusia yang melakukannya, seperti Utsman bin ‘Affan, At Tamim Ad Dari, Sa’id bin Jubeir –semoga Allah meridhai mereka- yang khatam satu rakaat ketika shalat di dalam Ka’bah.

Ada juga yang khatam dalam sepekan, seperti Utsman bin ‘Affan, Ibnu Mas’ud, Zaid bin Tsabit, Ubai bin Ka’ab, dan segolongan tabi’in seperti Abdurrahman bin Yazid, Al-Qamah, dan Ibrahim – semoga Allah merahmati mereka semua. ( Imam An-Nawawi, At Tibyan, Hal. 60-61)

Maka dari itu sebagai bentuk rasa syukur akan diturunkannya alquran pada bulan ramadhan kita berpuasa dan memperbanyak membacanya pada bulan ramadhan.

Alhamdulillah semoga dapat memicu kita semua untuk bersemangat mengisi hari-hari puasa kita di bulan ramadhan ini dengan memperbanyak membaca alquran. Amiiin

“Bulan Ramadhan syahrul quran”

Sumber:

1. https://konsultasisyariah.com/16082-puasa-di-hari-maulid-nabi.html
2. https://muslim.or.id/23090-keutamaan-puasa-asyura-dan-sejarahnya.html
3. //skifkunram.com/hijrahnya-seorang-professor-sastra-arab-melalui-keindahan-sistematika-al-quran/
4. Terjemahtafsiribnukatsirsurat al baqarah 183-184
5. https://www.dakwatuna.com/2013/06/20/35587/amalan-sunnah-selama-bulan-ramadhan-bag-pertama/#ixzz5Ey0Irale

Tinggalkan Balasan

Recent Posts

Mengapa kita berpuasa di bulan Ramadhan?

Salah satu amalan untuk menunjukkan rasa syukur akan kejadian pada masa lalu adalah dengan berpuasa pada hari tersebut , contoh : 1. Nabi Muhammad ﷺ berpuasa pada hari senin yang merupakan hari di mana beliau lahir dan diutus. Pada hari itu, Nabi ﷺ dilahirkan dan diutus oleh Allah. Maka beliau puasa sebagai bentuk rasa syukur […]

H-1 Musyawarah Kerja Wilayah 2 FULDFK 2018 di Lombok

Ski Asy-syifa Fk Unram 3 menit · Mataram · [H-1 Road to Musykerwil DEW2] Alhamdulillah sudah H-1 ikhwah! Packing barang antum dan bersiap ke lombok esok hari dengan bismillah~ Kami tunggu di Lombok besok~ Fii amanillah.. Barakallahufiikum Mari jalin silaturahim dan pererat ukhuwah FULDFK DEW 2 kita~ (heart) Info lebih lanjut, follow OA Musykerwil DEW2 […]

Merkuri dalam Vaksin, Bahaya?

Merkuri dalam Vaksin, Bahaya? Oleh: Agi Tri Fatonah   Merkuri, atau yang biasa disebut raksa, merupakan suatu logam berat yang secara alami berada di lingkungan dalam berbagai wujud kimianya. Bagi manusia, merkuri adalah zat yang sangat toksik atau beracun. Namun kenyataannya, merkuri digunakan dalam suatu produk kesehatan yang berperan sangat penting untuk mencegah timbulnya penyakit […]

Event SKI Asy-Syifa

  • Sab
    02
    Jun
    2018

    Buka Bersama FK Unram