SKI Asy-Syifa

Islamic Study

Mengapa Allah Tak Ingin Diduakan

Mengapa Allah Tak Ingin Diduakan

Semua kita pasti pernah Naik Kendaraan, Pernahkah Kita Melihat satu Kendaraan yang di-Kemudikan dua Pengemudi? Saya yakin tidak, andaikata ada pasti banyak Masalah yang Muncul, *(adapun kendaraan yang terlihat dua Pengemudinya, maka biasanya yang satu sebagai pembantu untuk menggerakkan atau pengawas, namun selalu pemimpinnya satu). Apakah Mungkin di satu instansi terdapat dua Pemimpin yang Memiliki kedudukan yang sama, saya yakin Tidak? Perkara yang muncul di kepala kebanyakan Mereka yang mendahulukan Akal selalu bertanya “Tentang Hakikat Pencipta?”, padahal logika Akal Manusia lemah.

Tanyakan pada Mereka apa wujud Akal, kenapa bila seseorang terluka kakinya, yang bicara Mulutnya ?

Pondasi Utama Seorang Muslim adalah Mendahulukan Iman (Percaya/Keyakinan) dari Akal dalam segala perkara, bahkan meski tidak masuk logika Akal.

Allah berfirman :

أَمَّنْ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ

Atau siapakah yang telah Menciptakan langit dan bumi ?

 

وَأَنْزَلَ لَكُمْ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً

dan yang menurunkan air untukmu dari langit,

 

فَأَنْبَتْنَا بِهِ حَدَائِقَ ذَاتَ بَهْجَةٍ

lalu Kami tumbuhkan dengan air itu kebun-kebun yang berpemandangan indah,

 

مَا كَانَ لَكُمْ أَنْ تُنْبِتُوا شَجَرَهَا ۗ

yang kamu sekali-kali tidak mampu menumbuhkan pohon-pohonnya?

 

أَإِلَٰهٌ مَعَ اللَّهِ ۚ

Apakah disamping Allah ada tuhan (yang lain)?

 

بَلْ هُمْ قَوْمٌ يَعْدِلُونَ

Bahkan (sebenarnya) mereka adalah orang-orang yang menyimpang (dari kebenaran).

Allah menjelaskan tentang Kekuasaan Diri-Nya begitu detail & jelas, baik secara logika maupun fakta, silahkan membaca surat An-Naml ayat 59-66.

Andaikata Pencipta itu dua atau lebih, maka itu Menandakan Kelemahan.

Pertanyaan lainnya “Siapakah Tuhan yang Berhak di-Sembah selain Allah?”, Pantas-kah manusia yang lemah di-Jadikan Tuhan, apalagi bila Tuhan berbentuk Batu atau Pohon..!

Perhatikan bagaimana Allah mengancam mereka yang menjadikan Isa sebagai Tuhan & Allah membantah dengan bantahan logika & fakta :

 

لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ ۖ

Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah ialah Al Masih putera Maryam”,

 

وَقَالَ الْمَسِيحُ يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ اعْبُدُوا اللَّهَ رَبِّي وَرَبَّكُمْ ۖ

padahal Al Masih (sendiri) berkata: “Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu”.

 

إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ ۖ

Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka,

 

وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ

dan tiada bagi orang-orang zalim itu seorang penolong pun.

 

لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ ثَالِثُ ثَلَاثَةٍ ۘ

Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang mengatakan : “Bahwasanya Allah salah satu dari yang tiga (Gabungan 3 Tuhan = Allah, Maryam & Isa / Tuhan Bapa, Ibu, & Anak)”,

 

وَمَا مِنْ إِلَٰهٍ إِلَّا إِلَٰهٌ وَاحِدٌ ۚ

padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain dari Tuhan Yang Esa.

 

وَإِنْ لَمْ يَنْتَهُوا عَمَّا يَقُولُونَ

Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu,

 

لَيَمَسَّنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

pasti orang-orang yang kafir diantara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih.

 

Allah Menyeru mereka untuk ber-Taubat :

 

أَفَلَا يَتُوبُونَ إِلَى اللَّهِ وَيَسْتَغْفِرُونَهُ ۚ

Maka mengapa mereka tidak bertaubat kepada Allah dan memohon ampun kepada-Nya?.

 

وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

 

lalu Allah menjelaskan hakikat Isa & ibunya Maryam,

 

مَا الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ إِلَّا رَسُولٌ

Al Masih putera Maryam itu hanyalah seorang Rasul (utusan)

 

قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِهِ الرُّسُلُ وَأُمُّهُ صِدِّيقَةٌ ۖ

yang sesungguhnya telah berlalu sebelumnya beberapa rasul, dan ibunya seorang yang sangat benar (jujur),

 

كَانَا يَأْكُلَانِ الطَّعَامَ ۗ

kedua-duanya biasa memakan makanan.

Potongan Ayat ini menggambarkan bahwa “Tidak Mungkin Tuhan Makan, karena ini menandakan sifat kelemahan & membutuhkan bantuan yang lain”

 

انْظُرْ كَيْفَ نُبَيِّنُ لَهُمُ الْآيَاتِ

Perhatikan bagaimana Kami menjelaskan kepada mereka (ahli kitab) tanda-tanda kekuasaan (Kami),

 

ثُمَّ انْظُرْ أَنَّىٰ يُؤْفَكُونَ

kemudian perhatikanlah bagaimana mereka berpaling (dari memperhatikan ayat-ayat Kami itu).

 

Ini pertanyaan dari Allah kepada mereka..!

 

قُلْ أَتَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ

Katakanlah: “Mengapa kamu menyembah selain daripada Allah,

 

مَا لَا يَمْلِكُ لَكُمْ ضَرًّا وَلَا نَفْعًا ۚ

sesuatu yang tidak dapat memberi mudharat (bahaya) kepadamu dan tidak (pula) memberi manfaat?”

 

وَاللَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

Dan Allah-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

(Al Maidah 7dua-76)

 

Maka pada Akhir Surat Al Maidah, Allah meminta alasan Isa terhadap penyembahan manusia kepadanya

 

وَإِذْ قَالَ اللَّهُ يَا عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ

Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: “Hai Isa putera Maryam,

 

أَأَنْتَ قُلْتَ لِلنَّاسِ اتَّخِذُونِي وَأُمِّيَ إِلَٰهَيْنِ مِنْ دُونِ اللَّهِ ۖ

adakah kamu mengatakan kepada manusia: “Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah?”.

 

قَالَ سُبْحَانَكَ مَا يَكُونُ لِي أَنْ أَقُولَ مَا لَيْسَ لِي بِحَقٍّ ۚ

Isa menjawab: “Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya).

 

إِنْ كُنْتُ قُلْتُهُ فَقَدْ عَلِمْتَهُ ۚ

Jika aku pernah mengatakan maka tentulah Engkau mengetahui

 

تَعْلَمُ مَا فِي نَفْسِي وَلَا أَعْلَمُ مَا فِي نَفْسِكَ ۚ

Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau.

 

إِنَّكَ أَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ

Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui segala perkara yang ghaib”. (Al Maidah satusatu6)

 

Silahkan lanjutkan membaca ayat selanjutnya (satusatu7)

Pada hakikatnya dalam setiap diri manusia terdapat pengakuan “bahwa Pencipta semua ini adalah Allah, akan tetapi hawa nafsu & godaan setan menjauhkan mereka dari naluri penciptaan”

Coba kita perhatikan, bila hewan yang tidak memiliki akal saja Tidak Pernah satu pun & sekali pun menyembah pohon atau batu apalagi manusia…

Itu hewan, lebih konyolnya lagi ternyata ada pula manusia yang menyembah hewan…

Semoga Allah menjaga kita agar Istiqomah & meninggal dalam keadaan Tauhid.

Maha benar Allah, yang memerintahkan Rasulullah & Semua orang Beriman,

 

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ

Katakanlah [Perintah] : “Dialah Allah, Yang Maha Esa.

 

Lihatlah! Bukankah Bilal telah di-Siksa dengan segala macam siksaan, cuma karena kalimat “Ahad” (Allah Yang Maha Esa)

kemudian berapa banyak kaum muslimin yang meninggal dengan keadaan terdholimi..! baik di-Bakar [seperti di burma], di-Cincang, di-Gantung [seperti di Iran], dan model penyiksaan yang lebih keji lainnya, Andaikata mereka menginginkan keselamatan atau Dunia justru mudah bagi mereka, namun fitrah penciptaan menjadikan mereka teguh ditambah keimanan yang jujur…

Allah mengisahkan dalam Al Quran

وَقَالَ رَجُلٌ مُؤْمِنٌ مِنْ آلِ فِرْعَوْنَ يَكْتُمُ إِيمَانَهُ

Dan seorang laki-laki yang beriman di antara pengikut-pengikut Fir’aun yang menyembunyikan imannya berkata :

 

أَتَقْتُلُونَ رَجُلًا أَنْ يَقُولَ رَبِّيَ اللَّهُ

“Apakah kalian akan membunuh seorang laki-laki karena dia menyatakan: “Tuhanku ialah Allah

وَقَدْ جَاءَكُمْ بِالْبَيِّنَاتِ مِنْ رَبِّكُمْ ۖ

padahal dia telah datang kepadamu dengan membawa keterangan-keterangan dari Tuhanmu.

 

وَإِنْ يَكُ كَاذِبًا فَعَلَيْهِ كَذِبُهُ ۖ

Dan jika ia seorang pendusta maka dialah yang menanggung (dosa) dustanya itu;

 

وَإِنْ يَكُ صَادِقًا يُصِبْكُمْ بَعْضُ الَّذِي يَعِدُكُمْ ۖ

dan jika ia seorang yang benar niscaya sebagian (bencana) yang diancamkannya kepadamu akan menimpamu”.

 

إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي مَنْ هُوَ مُسْرِفٌ كَذَّابٌ

Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yang melampaui batas lagi pendusta.

(Ghafir dua8)

 

اللَّهُ الصَّمَدُ

Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.

 

Ayat ini menunjukkan bahwa Tuhan tidak membutuhkan sesuatu apapun dari makhluk, Tidak Makan & Tidak Minum.

 

لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ

Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan,

 

karena dua sifat ini menandakan kekurangan & kelemahan, Lihatlah pasutri yang tidak memiliki anak, seakan kebahagian berkurang dalam kehidupan mereka.

 

وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ

dan tidak ada sesuatu pun yang setara dengan Dia”.

 

dua {3-4} ayat ini Bantahan Allah terhadap mereka yang mengambil tuhan selain Allah, atau yang berkata : Malaikat anak perempuan Allah, atau Uzair anak Allah atau Isa anak Allah.

 

Surat ini turun berkenaan dengan pertanyaan para Rahib Yahudi yang bertanya kepada Rasulullah, “Sifatkan kepada kami tentang Tuhan-mu?”, maka Allah turunkan surat ini sebagai jawaban dari pertanyaan mereka.

 

maka Allah telah menyaksikan tentang Diri-Nya yang Tunggal, begitu pula Malaikat & orang-orang Beriman yang Berilmu :

 

 

شَهِدَ اللَّهُ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ

Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), Yang menegakkan keadilan.

 

وَالْمَلَائِكَةُ وَأُولُو الْعِلْمِ قَائِمًا بِالْقِسْطِ ۚ

Para Malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu).

 

لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

Tak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

 

Rasulullah bersabda dalam Hadits Qudsi :

 

قَالَ اللَّهُ تَعَالَى:

Allah berfirman :

 

كَذَّبَنِي ابْنُ آدَمَ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ ذَلِكَ،

“Anak Manusia (Anak keturunan Adam) telah mendustakan-Ku, dan mereka tidak berhak untuk itu,

 

وَشَتَمَنِي وَلَمْ يَكُنْ لَهُ ذَلِكَ،

dan mereka mencela-Ku padahal mereka tidak berhak untuk itu,

 

فَأَمَّا تَكْذِيبُهُ إِيَّايَ فَقَوْلُهُ: لَنْ يُعِيدَنِي كَمَا بَدَأَنِي،

adapun kedustaannya pada-Ku adalah perkataanya, “Dia tidak akan menciptakankan aku kembali sebagaimana Dia pertama kali menciptakan-Ku (tidak dibangkitkan setelah mati)”,

 

وَلَيْسَ أَوَّلُ الْخَلْقِ بِأَهْوَنَ عَلَيَّ مِنْ إِعَادَتِهِ،

Padahal penciptaan yang pertama tidak lebih Mudah daripada hanya sekedar mengembalikannya.

 

وَأَمَّا شَتْمُهُ إِيَّايَ فَقَوْلُهُ: اتَّخَذَ اللَّهُ وَلَدًا،

adapun celaan mereka kepada-Ku adalah ucapannya, “Allah telah mengambil seorang Anak,

 

وَأَنَا الْأَحَدُ الصَّمَدُ،

(padahal) Aku adalah Ahad (Maha Esa), dan Tempat memohon segala sesuatu,

 

لَمْ أَلِدْ وَلَمْ أُولَدْ،

Aku tidak beranak dan tidak pula diperanakkan,

 

وَلَمْ يَكُنْ لِي كُفُوًا أَحَدٌ

dan tidak ada bagiku satupun yang menyerupai”. (HR. Bukhari)

 

maka diantara dzikir pagi-sore yang di-Sunnahkan Rasulullah yaitu :

 

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَصْبَحْتُ أُشْهِدُكَ

“Ya Allah, sesungguhnya aku di waktu pagi ini mempersaksikan Engkau,

 

وَأُشْهِدُ حَمَلَةَ عَرْشِكَ، وَمَلاَئِكَتَكَ وَجَمِيْعَ خَلْقِكَ،

dan dipersaksikan malaikat yang memikul ‘Arys-Mu, para malaikat dan seluruh makhluk-Mu,

 

أَنَّكَ أَنْتَ اللهُ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ وَحْدَكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ،

bahwa sesungguhnya Engkau adalah Allah, tiada ilah (sembahan) yang berhak disembah kecuali Engkau semata, tiada sekutu bagi-Mu

 

وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُكَ وَرَسُوْلُكَ

dan sesungguhnya Muhammad adalah hamba dan utusan-Mu.” (Dibaca 4 x)

maka Barangsiapa yang mengucapkan dzikir ini ketika pagi dan petang hari sebanyak 4x, maka Allah akan membebaskan dirinya dari siksa neraka. (HR. Abu Daud)

 

Semoga Artikel Ringkas ini bermanfaat..

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Oleh Ust. Jundi Al-Maahy

2 tanggapan untuk “Mengapa Allah Tak Ingin Diduakan”

Tinggalkan Balasan

Recent Posts

Dibalik Kebaikan Donor Darah

  donor/do·nor/ n  1 penderma; pemberi sumbangan; 2 penderma darah (yang menyumbangkan darahnya untuk menolong orang lain yang memerlukan): — darah. Donor darah merupakan istilah yang sudah tidak asing lagi di telinga kita. Darah yang telah didonorkan ini kemudian akan ditransfusikan kepada orang yang membutuhkan. Transfusi darah bertujuan untuk mengembalikan darah yang hilang misalnya saat operasi atau pada cedera parah. […]

Api yang Berbeda

Ya dia adalah Bilal, seseorang yang sontak membuat geger penyelenggaraan Ospek waktu itu. bagaimana tidak, dia satu-satunya maba yang berani menentang senior, karena sikap senior yang tidak bisa diterima. Di saat kami dimarah-marah oleh senior, kami hanya bisa diam dan menundukkan kepala, tetapi tidak dengan dia, dia berani mengatakan salah jika salah dan menunjukkan benar […]

Seluk Beluk Sel Darah dan Keunikan disetiap Komponennya

Oleh Muhammad Alfaridzi   إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِأُولِي الْأَلْبَابِ الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) […]

Event SKI Asy-Syifa

no event