SKI Asy-Syifa

Opinions

Memperhatikan Penampilan

Pada suatu hari, saya mengunjungi salah satu pondok pesantren (ponpes) tahfidz yang ada di Lombok, dengan niat ingin belajar Al-Qur’an dari ponpes yang sudah banyak melahirkan para hafidz dan hafidzah di bumi Lombok.

Kedatangan saya kali ini memang direncanakan sebelumnya dengan salah satu ustadzah di ponpes tersebut.

Malam itu hujan gerimis, butuh 30 km saya tempuh untuk bekajar langsung kepada ahlinya. Ya,,, belajar dari para salafus sholih, mereka yang mengejar ilmu bukan ilmu yang mengejar mereka, itulah motivasi terkuat saya belajar Al-Qur’an kepada ahlinya.

Kali ini bukan mengenai Al-Qur’an yang ingin saya tekankan, namun bagaimana akhlak dan kesan pertama saya ketika bertemu dengan salah satu orang yang sangat dihormati di ponpes tersebut.

Malam itu gerimis, saya menunggu di depan ponpes sambil melihat di sekitar untuk mencari orang yang bisa saya tanyai. Terlihatlah wanita bergamis dengan jilbab besar warna putih bunga-bunga menggunakan payung sedang berjalan menuju pondok, sangat bersahaja dan berkarisma. Saya pun bertanya “Assalamu’alaikum ustadzah?” beliau menjawab “wa’alaikumussalam, iya nak ada yang bisa saya bantu?”. Kemudian saya menyodorkan tangan  untuk bersalaman dan memperkenalkan diri. Saya mencium tangan beliau yang lembut dan wangi seakan-akan tak ingin saya lepaskan 😊.  Setelah memperkenalkan diri dan sayapun bertanya “ dimakah pondok putri? Saya ingin bertemu dengan ustadzah Fulanah” maasyaaAllah belau langsung tersenyum lalu berkata “ anti Fulanah yang mengSMS ana kemarin? Ana Ustadzah Fulanah yang anti tanyakan”. Sambil membalas senyuman dan mendengar suara beliau yang sangat santun dan lembut sayapun merasa sangat senang dan saya dipersilahkan masuk mengikuti beliau ke pondok putri.

Malam itu, saya merasa agak canggung karena baru pertama kali menginjakkan kaki di pondok Putri. Sambil mengikuti langkah beliau dari belakang, aroma wangi tangan beliaupun masih berbekas di tangan saya. Setelah memasuki pondok terlihat para santriwati sekitar 5-7 orang yang langsung masuk ketika melihat beliau untuk menyetorkan hapalan mereka. Sayapun terkikuk dan menyimak juga hapalan mereka yang berjuz-juz 😊. Ternyata beliau adalah salah satu ustadzah ahli tafsir Al-Quran bahasa arab dan bahasa inggris di pondok tersebut. Begitu beruntungnya saya belajar dari ahlinya, terlebih mendengar suara beliau yang sangat merdu ketika melantunkan ayat suci Al-Qur’an, dalam hati tak hentinya mengucapkan maasyaaAllah ….maasyaaAllah….

Sedikit pengalaman saya di atas ada beberapa hal ingin saya tekankan, yakni pentingnya memperhatikan penampilan ketika bertemu dengan seseorang, yang saya maksudkan disini adalah perhatian terhadap penampilan, bukannya bermewah-mewahan dalam pakaian, kendaraan dan lain sebagainya.

Rasulullah Sallallahu ‘alaihi wassalam sangat memperhatikan hal ini. Beliau memiliki jubah khusus untuk hari raya dan hari jum’at saja. Beliaupun memiliki jubah khusus yang hanya dikenakan ketika menerima tamu utusan. Beliau sangat memperhatikan mengenai penampilan dan aroma tubuh.

Anas r.a bercerita, Kulit Rasulullah Sallallahu ‘alaihi wassalam putih bersinar, keringatnya bagaikan butiran permata. Jika berjalan, beliau cukup sigap. Aku tidak pernah menyentuh kain sutra yang lebih lembut daripada telapak tangan  Rasullullah Sallallahu ‘alaihi wassalam. Aku tidak pernah mencium minyak wangi atau pun kesturi yang lebih harum dari aroma tubuh Rasulullah Sallallahu ‘alaihi wassalam. Tangan beliau selalu wangi, seolah-olah baru diangkat dari bejana berisi minyak wangi. Kedatangan beliau bisa diketahui aroma minyak wanginya.

Jabir ibn Samurah bercerita, “ Aku pernah melihat Rasulullah Sallallahu ‘alaihi wassalam pada malam terang bulan, sehingga membuatku melihat Rasulullah Sallallahu ‘alaihi wassalam dan juga bulan purnama. Ketika itu beliau memakai jubah berwarna merah. Menurutku, beliau jauh lebih elok daripada rembulan itu.

Rasulullah Sallallahu ‘alaihi wassalam selalu memerintahkan kaum muslimin untuk memperhatikan penampilan,

Diriwayatkan oleh Abu Ahwash bahwa ayahnya r.a berkata,”Saya menghampiri Rasulullah Sallallahu ‘alaihi wassalam dengan menggunakan baju usang. Lantas bertanyalah beliau, ‘Apakah kamu memiliki harta?’

Aku menjawab, ‘Punya’

Rasulullah Sallallahu ‘alaihi wassalam bertanya lagi, ‘Harta Apa?’

Aku menjawab, ‘Unta, Sapi, Kambing, Kuda, dan hamba sahaya’

Bersabdalah beliau, ‘Jika Allah telah melimpahkan harta kepadamu, hendaklah kamu menampakkan nikmat serta karunia Allah itu’

Rasulullah Sallallahu ‘alaihi wassalam bercerita. “Barangsiapa dianugerahi suatu kenikmatan  oleh Allah maka Allah akan senang melihat kenikmatan tersebut tampak pada diri hamba-Nya.”

 

Ikhwahfillah terkadang kita sering menyepelekan terkait penampilan ini, contohnya saja di lingkungan sekitar ketika bertemu dan berkumpul dengan ukhti-ukhti, terkadang ada bau yang tidak sedap saya cium ketika cipika cipiki, baik itu bau lembab, atau kerudungnya tidak dicuci dan mungkin juga karena bau badan tidak sempat diperhatikan karena sibuk akan tugas kampusnya. Jika kesan pertama bertemu seperti ini, maka kita pun enggan dekat dengan orang seperti ini yang tidak menjaga kebersihannya, memang wanita tidak diperkenankan menggunakan parfum keluar rumah karena takut tercium oleh lawan jenis, namun disini perlu ditekankan jagalah keharuman badan.

Menurut saya, penampilan sehari-hari itu sangatlah penting, agar kita lebih nyaman ketika berkumpul dan tidak enggan jika harus cipika cipiki. Terutama saya tekankan kepada aktivis dakwah kampus dimanapun berada,

Perhatikanlah penampilan kita, jangan sampai karena bau yang tidak sedap atau penampilan yang tidak rapi mengurangi kewibawaan kita sebagai da’i yang menjadi contoh para mad’uw nya. Ketika penampilan seorang aktivis dakwah sudah baik maka kesan mereka terhadap kita pun menjadi baik dan penentu sifat seseorang terhadap kita.

Kata orang, pandangan pertama orang lain terhadap diri kita akan menimbulkan citra dalam benaknya tentang diri kita sebanyak 70%, ketika kita mulai berbicara, atau mulai memperkenalkan diri, barulah citra itu akan bertambah atau pun berkurang.

Semoga Allah memudahkan kita dalam menunaikan hal-hal baik dalam dakwah ini.

Wallahu ta a’la a’lam

Rasulullah Sallallahu’alaihi wasallam selalu menganjurkan untuk selalu berperilaku baik, berpenampilan indah, berpakaian rapi, dan selalu mengenakan minyak wangi. Di hadapan para sahabatnya, beliau selalu mengulang-ulang sabdanya: “Sesungguhnya Allah itu indah dan mencintai keindahan.” (HR. Muslim)

 

Penulis : Fitri Ramanda Prawita

 

Sumber:

Al-‘Areifi.M,. 2008. Enjoy Your Life “Seni Menikmati Hidup”. Qisthi Press: Jakarta.

Satu tanggapan untuk “Memperhatikan Penampilan”

Tinggalkan Balasan

Recent Posts

Air Zamzam dengan Segudang Manfaat Didalamnya

Jabir bin Abdullah radhiallahu anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah shallahu ‘alaihi wassalam bersabda, “Air zamzam  mendatangkan khasiat dengan niat untuk apa air itu diminum”. (HR. Ibnu Majah) Ibnu Abbas radhiallahu anhu menambahkan dalam riwayatnya, “Air zamzam memenuhi tujuan untuk apa ia diminum; jika engkau meminumnya dengan niatan untuk menyembuhkan penyakitmu, Allah akan menyembuhkan penyakitmu dan jika […]

Dibalik Kebaikan Donor Darah

  donor/do·nor/ n  1 penderma; pemberi sumbangan; 2 penderma darah (yang menyumbangkan darahnya untuk menolong orang lain yang memerlukan): — darah. Donor darah merupakan istilah yang sudah tidak asing lagi di telinga kita. Darah yang telah didonorkan ini kemudian akan ditransfusikan kepada orang yang membutuhkan. Transfusi darah bertujuan untuk mengembalikan darah yang hilang misalnya saat operasi atau pada cedera parah. […]

Api yang Berbeda

Ya dia adalah Bilal, seseorang yang sontak membuat geger penyelenggaraan Ospek waktu itu. bagaimana tidak, dia satu-satunya maba yang berani menentang senior, karena sikap senior yang tidak bisa diterima. Di saat kami dimarah-marah oleh senior, kami hanya bisa diam dan menundukkan kepala, tetapi tidak dengan dia, dia berani mengatakan salah jika salah dan menunjukkan benar […]

Event SKI Asy-Syifa

no event