SKI Asy-Syifa

Lifestyle

Memanah itu Sunnah

Pembaca setia web SKI FK Unram. Olahraga apa yang kalian sukai? Bermain bola? Jogging? berenang? berkuda? Bermain bulu tangkis? bela diri seperti karate, silat, atau olahraga lainnya?. Nah, dalam islam yang mulia, semua hal detail diatur, apalagi masalah olahraga (riyadhah). Karena, salah satu ciri umat islam sejati adalah kuat fisiknya, sehingga ia bisa beribadah secara optimal. Kali ini, kita akan membahas tentang salah satu olahraga yang dianjurkan oleh Rasululullah ﷺ yaitu memanah.

Memanah dalam bahasa arab disebut رِمَايَةٌ.

Dalam Hadits Riwayat Ahmad, Umar bin Khaththab r.a mengatakan, “ajari anak-anakmu berenang, memanah dan berkuda”.

Berikut hadits-hadits lain tentang memanah.

“Persiapkanlah semua kekuatan yang kalian miliki. Ketahuilah sesungguhnya kekuatan itu adalah memanah, ketahuilah sesungguhnya kekuatan itu adalah memanah, ketahuilah sesungguhnya kekuatan itu adalah memanah.” (HR. Muslim no. 1917).

“Nabi ﷺ pernah melewati sekelompok Bani Aslam yang berlomba memanah. Lalu beliau bersabda, “Memanahlah kalian wahai anak keturunan Ismail, karena sungguh ayah kalian adalah seorang pemanah.” (HR. Al-Bukhari no. 2899)

“Barangsiapa yang menembak satu panah kepada musuh baik kena atau tidak kena, pahalanya setara dengan memerdekakan budak” (HR. Ibnu Majah 2286, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Ibni Majah).

Maa Syaa Allah, olahraga memanah selain menyehatkan juga berpahala. Dalam kacamata Islam, bermain itu perkara mubah, namun hendaknya memilih permainan yang bermanfaat dalam pandangan syar’i. Berikut manfaat olahraga memanah :

  1. Meningkatkan keseimbangan dan koordinasi

Bagi yang bermasalah dengan keseimbangan dan kensinkronan, bisa belajar memanah. Karena olahraga memanah melatih koordinasi kekuatan otot dan otak. Cerebellum yang ada di bagian belakang otak akan mengirim sinyal pada otot untuk menjaga kondisi tubuh supaya seimbang. Saat melepaskan anak panah juga melatih kita untuk bisa mengontrol tubuh dengan baik. Saat memanah, koordinasi antara anak panah, mata, core dan upper body, serta tangan harus terkoordinasi.

  1. Melatih fokus dan daya tahan

Supaya bisa memanah pada target, tubuh harus dalam posisi terbaik. Dengan memanah, otak dilatih untuk fokus mencapai target. Dalam hal ini, bagian lobus frontal otak yang dioptimalkan. Semakin lama bagian otak ini dilatih, makin bikin kita lebih mudah untuk berkonsentrasi.

  1. Melatih Kesabaran

Bukan menunggu pencairan beasiswa pelajar di bank saja yang melatih kesabaran. Memanah pun juga bisa melatih kesabaran, karena kita tidak bisa asal cepat meraih target, tetapi yang lebih penting adalah mencapai target dengan presisi.

  1. Menghilangkan stres

Saat melepaskan anak panah tersebut melayang dan saat anak panah tersebut mencapai target, tentunya bisa menjadi penghilang stres tersendiri setelah berusaha melakukan empat hal diatas, akhirnya anak panah tepat sasaran.

Alhamdulillah, itulah manfaat dari memanah secara dunia dan akhirat. Bagi pembaca yang berada di kampus Universitas Mataram, sebenarnya bisa belajar memanah di Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Baabul Hikmah Unram, latihan memanah di sana sudah berlangsung beberapa bulan lamanya di lapangan atletik Unram. Selain itu, SKI Asy-Syifa FK Unram sendiri juga memiliki club panahan bernama “Asy-Syifa Archery Club” di bawah CPMA (Club Panahan Mataram).

“Saudaraku, tidak ada perkara sunnah melainkan pasti mengandung hikmah yang besar, salah satunya adalah dari kegiatan memanah. Ada beberapa hikmah dari kegiatan ini diantaranya adalah pertama, memanah itu membutuhkan target. Kalau target tidak ada, maka memanah jadi tidak terarah malah bisa menimbulkan malapetaka. Demikian pula hidup kita ini, hidup harus ada targetnya. Apa target hidup kita di dunia, yaitu beribadah kepada Alloh Swt, agar Alloh ridho kepada kita.” tulis Aa Gym

Sumber :

  1. Muslim.Or.Id
  2. Merahputih.com

Tinggalkan Balasan

Recent Posts

Dua Kader SKI Asy-Syifa Silaturrahim ke Universitas Indonesia

Zakiyuddin Abd. Azam (kiri) dan Azhar Rafiq (kanan) di UI (5/11) مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ أَوْ يُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ “Barang siapa yang ingin dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi”. [Muttafaqun ‘alaihi]. Mataram-Para mahasiswa kedokteran kerap dianggap sangat sibuk mengurus perkuliahan, tidak sempat untuk menjadi […]

Berbuat Baik pada Orang Tua

Belasan tahun tlah kita lalui hidup di muka bumi ini.. Dengan segala upaya dan usaha diri.. Benarkah ini hasil kerja keras pribadi? Ataukah ada yang membantu lagi? Tentu, Orang tua kita lah yang selalu mendampingi.. Meski hati kita tak slalu mengingat akan kedua insan ini.. Sepenuh jiwa raga mereka dipikirkan untuk sang buah hati.. Berharap […]

Neuroimmunology dalam Islam

Oleh: TGH Hasanain Junaini, Lc, M.H (Pengasuh Ponpes Nurul Haramain Narmada, Lombok Barat)   “Menjawab fenomena hidup ini, bisa dari yang paling besar dan juga dari yang paling kecil” Neurologi merupakan jembatan satu-satunya yang bisa digunakan manusia untuk menghubungkan ilmu-ilmu material dan nonmaterial. Pembangunan sosial bisa seimbang antara pembangunan fisik dan mental. Terdapat istilah “otak […]

Event SKI Asy-Syifa

no event