SKI Asy-Syifa

Figure

Malaikat Jibril Pun Malu Melihat Utsman Bin Affan

Suatu hari, Rasulullah Shallallahu’alaihi wa Sallam mengumumkan siapa yang bisa memenuhi dana untuk suatu momen perjuangan islam. Kemudian, datanglah Utsman Bin Affan, beliau saat itu memiliki asset kekayaan setidaknya 6 triliun. Beliau dengan ringannya, mendonasikan 2 triliun untuk kemajuan islam.  Maa Syaa Allah. Adakah yang berani melakukan hal mulia demikian?

Beliau adalah Utsman bin Affan . Dari sisi nasab, kekerabatan yang sangat dekat dengan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Selain sebagai keponakan Rasulullah, Utsman juga menjadi menantu Rasulullah dengan menikahi dua orang putri beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam. Seorang tokoh di masyarakat kita saja akan mencarikan orang yang terbaik menjadi suami anaknya, apalagi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentulah beliau akan memilih orang yang terbaik untuk menjadi suami putrinya.Utsman bin Affan termasuk di antara sepuluh orang sahabat yang dijamin masuk surga.

Az-Zuhri mengatakan, “Utsman berwajah rupawan, bentuk mulut bagus, berbahu bidang, berdahi lebar, dan mempunyai telapak kaki yang lebar.”Amirul mukminin Utsman bin Affan terkenal dengan akhlaknya yang mulia, sangat pemalu, dermawan, dan terhormat. Malaikat jibril pun malu melihat Utsman, karena perangai lembutnya sang dermawan. Walaupun beliau sangat sibuk mengurus bisnisnya, pulang pergi dari Madinah ke Mekkah, memanjamen ekspor dan empor barang, dan urusan kekhalifahan. Namun, amalannya dahsyat, sholat tahajjud sampai mengkhatamkan AlQur’an dalam qiyamullailnya tak luput ia tinggalkan.

Khalifah Utsman bin Affan sampai saat ini memiliki rekening di salah satu bank di Arab Saudi. Tidak hanya itu, bahkan tagihan listrik dan pajak atas sejumlah properti seperti hotel juga masih atas nama yang sama.

Bagaimana bisa Ustman bin Affan sudah wafat, namun punya tabungan melimpah dan bertambah?

 

Diriwayatkan di masa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, Kota Madinah pernah mengalami panceklik hingga kesulitan air bersih. Karena mereka (kaum muhajirin) sudah terbiasa minum dari air zamzam di Mekah. Satu-satunya sumber air yang tersisa adalah sebuah sumur milik seorang Yahudi, yaitu Sumur Raumah. Rasa airnya mirip dengan sumur zam-zam. Kaum muslimin dan penduduk Madinah terpaksa harus rela antre dan membeli air bersih dari Yahudi tersebut.

Prihatin atas kondisi umatnya, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian bersabda : “Wahai Sahabatku, siapa saja di antara kalian yang menyumbangkan hartanya untuk dapat membebaskan sumur itu, lalu menyumbangkannya untuk umat, maka akan mendapat surgaNya Allah Ta’ala” (HR. Muslim).

Utsman bin Affan Radhiyallahu ‘anhu segera mendatangi pemilik sumur dan menawar untuk membeli sumur Raumah dengan harga yang tinggi. Pemilik sumur tetap menolak menjualnya.

 

“Seandainya sumur ini saya jual kepadamu wahai Utsman, maka aku tidak memiliki penghasilan yang bisa aku peroleh setiap hari,”kata pemilik sumur

“Bagaimana kalau aku beli setengahnya saja dari sumurmu,” tawar Utsman

Maksudmu?”tanya pemilik sumur

“Begini, jika engkau setuju maka kita akan memiliki sumur ini bergantian. Satu hari sumur ini milikku, esoknya kembali menjadi milikmu kemudian lusa menjadi milikku lagi demikian selanjutnya berganti satu-satu hari. Bagaimana?” jelas Utsman

 

Pemilik sumur setuju menerima tawaran Utsman tadi dan disepakati pula hari itu juga separuh dari Sumur Raumah adalah milik Utsman. Utsman pun segera mengumumkan kepada penduduk Madinah yang mau mengambil air di Sumur Raumah, untuk mengambil air dengan gratis karena hari ini sumur Raumah adalah miliknya. Seraya ia mengingatkan agar penduduk Madinah mengambil air dalam jumlah yang cukup untuk 2 hari, karena esok hari sumur itu bukan lagi milik Utsman.

Keesokan hari, pemilik sumur sepi pembeli, karena penduduk Madinah masih memiliki persedian air di rumah. Ia pun mendatangi Utsman dan berkata, “Wahai Utsman belilah setengah lagi sumurku ini dengan harga sama seperti engkau membeli setengahnya kemarin”. Utsman setuju, lalu dibelinya seharga 20.000 dirham, maka sumur Raumahpun menjadi milik Utsman seutuhnya.

Kemudian Utsman bin Affan mewakafkan Sumur Raumah, sejak itu sumur Raumah dapat dimanfaatkan oleh siapa saja, termasuk Yahudi pemilik lamanya. Rupanya Sumur Raumah masih bisa dimanfaatkan hingga sekarang ini. Bahkan di sekitar sumur, ditumbuhi pohon kurma hingga mencapai 1550 pohon. Kebun kurma itu hingga saat ini dikelola oleh Departemen Pertanian Saudi. Separuh hasil dari penjualan kurma disimpan dan ditabung dalam rekening bank atas nama Utsman bin Affan di bawah pengawasan Departemen Pertanian. Sedangkan separuhnya disumbangkan untuk anak yatim dan fakir miskin.

Maa Syaa Allah. Akhlaq Utsman bin Affan patut kita teladani. Dari figur sahabat Nabi ini, kita memaknai bahwa menjadi muslim itu harus optimis kaya dengan niat ibadah karena Allah. Semoga Anda yang membaca artikel ini termasuk  the nextUtsman bin Affan. Aamiin

 

Sumber :

  1. Kisah muslim
  2. Ceramah Ustadz Adi Hidayat, Lc, MA tentang Dahsyatnya Amalan Utsman Bin Affan

Tinggalkan Balasan

Recent Posts

Dibalik Kebaikan Donor Darah

  donor/do·nor/ n  1 penderma; pemberi sumbangan; 2 penderma darah (yang menyumbangkan darahnya untuk menolong orang lain yang memerlukan): — darah. Donor darah merupakan istilah yang sudah tidak asing lagi di telinga kita. Darah yang telah didonorkan ini kemudian akan ditransfusikan kepada orang yang membutuhkan. Transfusi darah bertujuan untuk mengembalikan darah yang hilang misalnya saat operasi atau pada cedera parah. […]

Api yang Berbeda

Ya dia adalah Bilal, seseorang yang sontak membuat geger penyelenggaraan Ospek waktu itu. bagaimana tidak, dia satu-satunya maba yang berani menentang senior, karena sikap senior yang tidak bisa diterima. Di saat kami dimarah-marah oleh senior, kami hanya bisa diam dan menundukkan kepala, tetapi tidak dengan dia, dia berani mengatakan salah jika salah dan menunjukkan benar […]

Seluk Beluk Sel Darah dan Keunikan disetiap Komponennya

Oleh Muhammad Alfaridzi   إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِأُولِي الْأَلْبَابِ الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) […]

Event SKI Asy-Syifa

no event