SKI Asy-Syifa

Lifestyle

Makna Tahun Baru Islam

Alif      : “Zam, dosen gak masuk hari kamis, tanggal merah. Libur apa ya hari kamis?”

Azzam : “Libur 1 Muharram, Alif, masa kamu gak tau. Makanya cetak kalender islam dong. Biar tau penanggalan hijriyah, jadi mudah berpuasa sunnah, dan info-info hari-hari besar islam. Nanti setelah sholat magrib sudah 1  Muharram. Karena kalau di Islam, mulai 1 Muharam itu setelah sholat Maghrib. Kalau di penanggalan Masehi, mulainya pukul 00.00.”

Alif      : “Serius, gak tau aku, Zam. Terima kasih, Ya. Ingatkan aku selalu sobatku. Semoga kita selamat dunia dan akhirat.”

Tahun baru Islam adalah pergantian tahun dalam Islam menggunakan perhitungan bulan. Tahun baru Islam dihitung sejak Nabi Muhammad Saw hijrah dari Mekah menuju Madinah sehingga penanggalan dalam Islam dinamakan Hijriah.

Seperti cerita diatas, masih banyak muslim yang tidak mengetahui kapan hari jatuhnya tahun baru islam. Bahkan 12 bulan dalam islam tidak dihafalkan. Alasannya karena kalender yang digunakan adalah kalender masehi. Padahal kalender islam mudah didapatkan dengan cara mengunduh di internet, lalu diprint, dan ditempel, agar kita mudah melihatnya di kamar. Sehingga, persiapan dan evaluasi ketaqwaan di hari-hari besar dalam islam dapat dilakukan dengan baik oleh umat islam.

Dalam kenyataannya di lapangan, sebagian besar muslim di Indonesia memperbaiki cita-cita tahunan pada momen tahun baru masehi. Dilihat dari perayaannya pun, akan lebih meriah untuk perayaan tahun baru masehi. Sehingga, kesempatan spiritual tahun baru hijriyah dikesampingkan. Namun, jika kita berfikir lebih jauh tentang sejarah panjang penanggalan tahun islami, maka makna tahun baru islam bukanlah hal yang asing.

Makna tahun baru islam adalah puncak kejayaan Islam sebagai agama rahmatan lil alamin (rahmat bagi segenap alam semesta) yang membawa kebenaran, kebaikan, mengajarkan cinta dan kasih sayang, dan simbol lahirnya keadilan dimulai dari peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad dari Mekah ke Madinah yang dijadikan sebagai peletak dasar kalender Islam Hijriah.

Untuk merealisasikan rahmatan lil alamin tersebut, tentu harus dimulai dari fondasi pribadi seorang muslim. Dari makna tahun bari islam, kita dapat mengambil pelajaran untuk senantiasa merapikan hidup yang belum rapi, dengan merefleksi, menilai, dan merencanakan kehidupan yang lebih baik untuk tahun yang akan datang.

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan” (QS.Al-Hasyr (59):18).

Setelah kematian, seseorang akan kehilangan kesempatan besar untuk memperbaiki kesalahannya dan kemudian akan mendapatkan hasil karyanya di dunia ini. Bukan hanya saat tahun baru saja, melainkan juga setiap hari merupakan kesempatan nyata untuk memperbaiki kesalahan seseorang sebelum terlambat. Sehingga, bermuhasabah berarti bertaubat kepada Allah. Terdapat beberapa hal yang harus dipenuhi ketika seseorang hendak bertaubat:

  1. Seseorang harus merasakan penyesalan mendalam atas dosa-dosa yang telah dilakukan
  2. Seseorang harus berhenti melakukan dosa tersebut
  3. Bertekad untuk tidak mengulangi dosa itu lagi, dan segera menjadi sibuk dengan perbuatan baik.
  4. Memperhatikan hal-hal yang melanggar hak-hak Allah.Jika, dosa seseorang melanggar hak-hak manusia, maka dia juga harus melakukan apapun untuk mengembalikan atau mengkompensasi atau memperbaiki keluhan orang yang telah dia rugikan.

Tahun baru dan tentu setiap harinya kita memiliki kesempatan merenung, merapikan hidup dengan bertaubat kepada Allah. Ketika Allah yang kita prioritaskan, maka Allah akan memprioritaskan kita (merapikan hidup hambaNya). Bertambahnya hari dan tahun membawa seseorang mendekati saat kematiannya. Jadi, seorang muslim harus berhati-hati agar tidak melewatkan kesempatan untuk menerjemahkan ajaran Islam ke dalam praktik kehidupan sehari-hari. Semoga Allah selalu memberikan kita hidayahNya untuk tahun-tahun yang akan datang.

 

Sumber

  1. Islam Cendekia
  2. About islam
  3. Muslim.or.id

Tinggalkan Balasan

Recent Posts

Dua Kader SKI Asy-Syifa Silaturrahim ke Universitas Indonesia

Zakiyuddin Abd. Azam (kiri) dan Azhar Rafiq (kanan) di UI (5/11) مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ أَوْ يُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ “Barang siapa yang ingin dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi”. [Muttafaqun ‘alaihi]. Mataram-Para mahasiswa kedokteran kerap dianggap sangat sibuk mengurus perkuliahan, tidak sempat untuk menjadi […]

Berbuat Baik pada Orang Tua

Belasan tahun tlah kita lalui hidup di muka bumi ini.. Dengan segala upaya dan usaha diri.. Benarkah ini hasil kerja keras pribadi? Ataukah ada yang membantu lagi? Tentu, Orang tua kita lah yang selalu mendampingi.. Meski hati kita tak slalu mengingat akan kedua insan ini.. Sepenuh jiwa raga mereka dipikirkan untuk sang buah hati.. Berharap […]

Neuroimmunology dalam Islam

Oleh: TGH Hasanain Junaini, Lc, M.H (Pengasuh Ponpes Nurul Haramain Narmada, Lombok Barat)   “Menjawab fenomena hidup ini, bisa dari yang paling besar dan juga dari yang paling kecil” Neurologi merupakan jembatan satu-satunya yang bisa digunakan manusia untuk menghubungkan ilmu-ilmu material dan nonmaterial. Pembangunan sosial bisa seimbang antara pembangunan fisik dan mental. Terdapat istilah “otak […]

Event SKI Asy-Syifa

no event