SKI Asy-Syifa

Figure

Kontribusi Ilmu Bedah Al-Zahrawi dari Cordoba

Kontribusi Ilmu Bedah Al-Zahrawi dari Cordoba

Bedah modern dewasa ini merupakan inovasi dari berbagai penemu, khususnya, dokter yang berdedikasi menyelamatkan nyawa pasien. Etika dalam penyelamatan pasien (life-saving) ini berdetak di jantung muslim Spanyol seribu tahun yang lalu, ketika muslim melakukan tiga tipe pembedahan : vaskular, umum, dan ortopedi.

Salah satu dokter bedah terkenal pada waktu ini hidup di Cordoba di masa emas Islam. Al-Zahrawi, atau Abulcasis, mengamati, berpikir, praktik, dan memberikan tatalaksana pada pasiennya dengan kemampuan dan kecerdasannya. Sangat banyak yang sudah ia kenali di masanya sebagai dokter bedah dan ahli hukum dokter di masa Al-Andalus, Al-Mansur.

Dirinya merevolusi bedah dengan memperkenalkan berbagai prosedur baru, lebih dari 200 instrumen bedah, dan penjelasan rinci mengenai keilmuwan gigi, farmasi, dan pembedahan pada masanya. Bukunya, Al-Tasrif, juga mengemukakan aturan tentang praktik kedokteran dengan memfokuskan apa yang harus dilakukan dan yang tidak boleh dilakukan pada setiap situasi medis yang ditemui.

Al-Zahrawi memperkenalkan prosedur baru termasuk penjahitan luka internal menggunakan catgut, yang sampai saat ini masih digunakan dari operasi sederhana hingga yang sangat kompleks. Catgut sepertinya hanya satu-satunya subtansi natural yang terbaik dalam bercampur dan diterima oleh tubuh pasca penjahitan.

Meskipun Al-Zahrawi yang pertama kali menggunakan catgut dalam bedah, adalah Al-Razi yang pertama kali menggunakan gut hewan, yakni domba, sebagai sutures, benang jahit bedah.

Selain itu, beliau juga merevolusi prosedur medis seperti penggunaan tulang untuk mengganti gigi yang hilang, mendeskripsikan cara menghubungkan gigi yang goyang dengan tali emas atau perak, menjadi yang pertama menggunakan katun untuk mengontrol perdarahan, melakukan tracheotomy, secara rutin menggunakan plaster casts, dan untuk batu urethra menggunakan teknik drill halus yang masuk melalui traktus urinarius.

Sumber :

National Geographic. 1001 Inventions : The Enduring Legacy of Muslim Civilization

Tinggalkan Balasan

Recent Posts

Kegiatan Kesmas Al-Wafi 2018

Transfusi darah adalah kegiatan dalam membantu penyembuhan manusia ketika kadar darah dalam tubuh dibawah yang seharusnya. Menyumbangkan darah kepada orang lain yang amat membutuhkannya menurut kesepakatan para ahli fikih termasuk dalam kerangka tujuan syariat Islam, yaitu menghindarkan salah satu bentuk kemudaratan yang akan menimpa diri seseorang. Meskipun pada hakikatnya darah yang dikeluarkan dari tubuh manusia […]

7 Cara Menenangkan Hati

Selama manusia hidup, kesenangan dan kesedihan selalu bergantian mengisi hari-hari. Permasalahan yang terus-menerus datang, baik itu ringan maupun berat, akan memberikan dampak pada hati seseorang. Ketika dihadapkan dengan masalah, manusia sering menghindarinya. Namun, dengan menghindari masalah yang dimiliki, hati akan merasa tidak tenang. Dalam Islam, kita diajarkan cara untuk membuat hati menjadi tenang dan selalu […]

Tutur Kata yang Baik

Saudaraku.. Mungkin dari kita sering atau suka menggunakan kata-kata yang tidak baik. Kata dusta. Kata hinaan. Serta ujaran kebencian. Kata-kata tersebut diucapkan baik saat bercanda, atau sedang serius, marah, dan sebagainya. Ada pula yang mengatakannya demi memuaskan diri saja. Atau ingin menjatuhkan suatu tokoh yang terkenal. Wahai saudaraku, apakah baik sikap muslim seperti itu ? […]

Event SKI Asy-Syifa

no event