SKI Asy-Syifa

Islamic History

Khotbah Wada’, Penutup Da’wah Rasulullah ﷺ

Khotbah Wada’, Penutup Da’wah Rasulullah ﷺ

Sungguh, setiap jalan memiliki ujung. Dalam penghujung da’wah beliau, Rasulullah berangkat dari Madinah menuju Mekkah pada 4 hari terakhir bulan Dzul Qa’dah tahun 10 Hijriyah untuk melaksanakan Haji Wada’, salah satu momen besar menjelang perpisahan beliau dengan umatnya. Sampailah Rasulullah di tanah kelahirannya, Mekkah al Mukarramah setelah menempuh 8 hari perjalanan.

Sungguh, kalimat-kalimat yang disampaikan Rasulullah di Padang Arafah begitu indah. Beliau bukan saja berbicara kepada mereka yang hadir di Arafah, melainkan juga kepada semua generasi setelahnya. Kalimat-kalimat yang disampaikan sebagai penutup jihad di jalan dakwah selama 23 tahun tanpa bosan dan jemu. Demi Allah, betapa indahnya saat itu, saat di mana ribuan Mu’allaf terhimpun mendengarkan khotbah Rasulullah, padahal sebelumnya memusuhi dan memerangi beliau. Kepada mereka, Rasulullah menyampaikan khotbah perpisahan,
“ Wahai umat manusia, dengarkanlah perkataanku. Mungkin sehabis tahun ini, aku tidak akan bertemu lagi dengan kalian di tempat ini untuk selama lamanya”.
Khotbah yang sangat agung, sesuai dengan realitas berbagai penyelewengan yang dilakukan oleh beberapa kaum dari umatnya akibat meninggalkan cahaya sunnah yang diwariskan.

 

  1. Wasiat beliau:
    “Wahai manusia, sesungguhnya darah dan harta benda kalian adalah suci bagi kalian (tidak boleh dinodai oleh siapa pun) sampai kalian bertemu dengan Rabb kalian, seperti hari dan bulan suci sekarang ini”
  2. Berupa Qarar (keputusan) yang diumumkan kepada umat yang hadir maupun umat setelahnya. Beliau bersabda:
    “ Sesungguhnya segala macam riba tidak boleh berlaku lagi. Tindakan menuntut balas atas kematian seseorang sebagaimana yang berlaku di masa jahiliyah juga tidak boleh berlaku lagi. Riba jahiliyah tidak boleh berlaku lagi.”
    Pada hari itu, praktik-praktik jahiliyah merupakan barang busuk yang telah dikubur oleh syariat Allah. Siapakah gerangan yang ingin menggali lagi barang busuk itu?
  3. Pembahasan ketiga dalam khotbah beliau ialah pelaksanaan ibadah haji hanya pada bulan dzulhijjah dan mengumumkan bahwa satu tahun setelah hari ini hanya terdiri atas 12 bulan (kaum musyrikin mengira satu tahun terdiri atas 12 bulan lebih 15 hari).
  4. Wasiat keempat Rasulullah adalah agar berlaku baik terhadap kaum wanita.
  5. Agar tetap berpegang teguh pada dua sumber nilai yakni Al-Qur’an dan Sunnah.
  6. Tentang hubungan yang seharusnya dibina antara penguasa dengan rakyatnya.

 

Di akhir khotbahnya, Rasullullah bersabda:
“ Kalian tahu bahwa setiap muslim adalah saudara bagi muslim yang lainnya dan semua kaum muslimin adalah bersaudara. Seseorang tidak dibenarkan mengambil sesuatu dari saudaranya kecuali yang telah diberikan kepadanya dengan senang hati. Karena itu, jangan lah kalian menganiaya diri sendiri…”
Setelah beliau berkhotbah, Allah Ta’ala menurunkan sebuah ayat Al-Qur’an yang artinya:
“ Pada hari ini telah Ku-sempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmatKu dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.” (Al Maidah:3)

Apabila syariat telah sempurna, wahyu pun akan terputus. Jika wahyu telah terputus, maka tiba saatnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kembali kepada Allah.

Ya Rasulullah, semoga Allah memberikan balasan kepadamu dengan sebaik-baik balasan yang diberikan kepada seorang Nabi dari umatnya.

 

Penulis : Siti Ulfatun Najiyyah

Tinggalkan Balasan

Recent Posts

Bagaimana Metabolisme Tubuh Kita Saat Puasa?

  Puasa merupakan ibadah yang biasa dilaksanakan oleh umat Islam, baik itu puasa wajib maupun sunnah. Puasa tidak hanya semata – mata sebagai ibadah, namun juga melatih kita untuk menahan hawa nafsu dan meningkatkan ketaatan kita kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Bulan lalu umat Islam telah melaksanakan ibadah wajib puasa Ramadhan selama sebulan penuh, kemudian […]

Manfaat Bangun Fajar Bagi Kesehatan Menurut Al-Qur‘an

  Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, “…dan (laksanakanlah pula shalat) subuh. Sungguh, shalat subuh itu disaksikan (oleh malaikat).” (QS. Al-Isra’ : 78) Al – Qur’an sebagai pedoman dalam melaksanakan kehidupan umat Islam menganjurkan kita untuk tidur lebih awal dan bangun sejak fajar. Dalam sebuah hadist shahih, Rasulullah shallallahu alaihi wassalam bersabda, “Umatku ini diberkati ketika […]

Bolehkah Sikat Gigi saat Puasa?

Rasulullah ﷺ sering sekali membersihkan gigi dengan siwak. Salah seorang sahabat Nabi ﷺ menceritakan, dari ‘Amir bin Rabi’ah, ia mengatakan : “Nabi ﷺ sering kali bersiwak saat puasa dan jumlahnya tidak terhitung”. HR. Bukhari Diantara keutamaan sikat gigi yang disabdakan Rasulullah ﷺ adalah : “Andaikan tidak memberatkan umatku, niscaya perintahkan mereka untuk bersiwak setiap hendak […]

Event SKI Asy-Syifa

no event