SKI Asy-Syifa

Kajian Sabtu Pagi

Hijrah Secara Bertahap, Bolehkah?

Oleh : Ustadz Fakhruddin Abdurrahman, Lc, M.Pd.I

 

Pada 10 Muharram (bertepatan dengan hari ini), Nabi Musa hijrah dari Mesir ke Palestina.

Sebelum berhijrah ke Madinah, Rasul pernah hijrah ke Habasah (Ektopia).

 

Hijrah secara bahasa berarti meninggalkan sesuatu. Kita semua sebenarnya adalah pelaku hijrah

 

Imam Ahmad

“Sesungguhnya hijrah itu ada 2 bagian:

  1. Engkau meninggalkan dosa besar
  2. Engkau hijrah menuju Allah dan RasulNya”

 

Berubah dari sesuatu yang mubah ke yang sunnah hijrah, dari yang sunnah ke wajib juga hijrah, apalagi dari sesuatu yang haram ke yang Allah perintahkan.

Ilmu punya pengaruh yang sangat penting dalam hijrah.

Hijrah itu butuh proses dan harus dipersiapkan.

  1. NIAT

“Dari Amirul Mu’minin, Abi Hafs Umar bin Al Khottob radiallahuanhu, dia berkata: Saya mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda : Sesungguhnya setiap  perbuatan tergantung niatnya.  Dan  sesungguhnya  setiap  orang  (akan dibalas) berdasarkan apa yang dia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena (ingin mendapatkan keridhaan) Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada (keridhaan) Allah dan Rasul-Nya. Dan siapa yang hijrahnya karena dunia yang dikehendakinya atau karena wanita yang ingin dinikahinya maka hijrahnya (akan bernilai sebagaimana) yang dia niatkan.”

(Riwayat dua imam hadits, Abu Abdullah Muhammad bin Isma’il bin Ibrahim bin Al Mughirah bin Bardizbah Al Bukhori dan Abu Al Husain, Muslim bin Al Hajjaj bin Muslim Al Qusyairi An Naishaburi dan kedua kitab Shahihnya yang merupakan kitab yang paling shahih yang pernah dikarang).

Pahala yang didapat adalah sejauh apa niat seseorang itu. Semakin ikhlas, maka semakin tinggi pahalanya.

 

Imam Ibnu Hajar dalam kitabnya Fathul Bari yaitu penjelasan tentang hadits-hadits Imam Al-Bukhari, “hijrah tentang laki-laki karena perempuan” à kisah seorang laki-laki yang ke Madinah hanya karena untuk menikahi seorang wanita. Apa yang dilakukannya sebenarnya tidak dosa, karena bukan ibadah mahdhah, namun ia tidak mendapat pahala.

 

  1. ILMU

Urgensi Ilmu dalam hijrah:

a. Ilmu dapat membuat kita mampu membedakan yang halal dan haram. Kita dilarang untuk ikut-ikutan tanpa mengetahui ilmu dibaliknya.

Ilmu Agama : Al-Qur’an dan Sunnah Rasul.

Jangan mengikuti sesuatu yang tidak kita ketahui ilmunya, karena sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati yang ikut condong, semua akan ditanya di sisi Allah.

b. Agar kita mengetahui jebakan-jebakan syaitan

c. Membuat kita tahu yang mana sebenarnya jalan menuju Allah dan RasulNya

d. Menimbang maslahah (kemaslahatan) dan mafsadah (kerusakan)

 

ISTIQAMAH dan SABAR

Keyakinan akan membangkitkan istiqamah dan kesabaran. Kita tidak bisa langsung mendapatkannya,melainkan secara bertahap.

Rasulullah bersabda, “barangsiapa yang berupaya untuk sabar, maka Allah akan membuat dia sabar”.

Sabar itu dilatih. Jangan mengira pertolongan Allah selalu datang langsung dan menutupi seluruh kesulitan kita. Terkadang pertolongan itu datang sedikit demi sedikit dan bisa juga saat kita terhimpit. Pertolongan Allah tidak akan diberikan kecuali pada orang-orang yang sudah tahan ujian.

Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya:”bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat”. (QS. Al-Baqarah ayat 214)

 

HIJRAH BERTAHAP, bolehkah? boleh, karena Hijrah itu bertahap.

 

 

Hari/tanggal : Sabtu, 30 September 2017

Tempat : Masjid Baabul Hikmah Universitas Mataram

Tinggalkan Balasan

Recent Posts

Dua Kader SKI Asy-Syifa Silaturrahim ke Universitas Indonesia

Zakiyuddin Abd. Azam (kiri) dan Azhar Rafiq (kanan) di UI (5/11) مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ أَوْ يُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ “Barang siapa yang ingin dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi”. [Muttafaqun ‘alaihi]. Mataram-Para mahasiswa kedokteran kerap dianggap sangat sibuk mengurus perkuliahan, tidak sempat untuk menjadi […]

Berbuat Baik pada Orang Tua

Belasan tahun tlah kita lalui hidup di muka bumi ini.. Dengan segala upaya dan usaha diri.. Benarkah ini hasil kerja keras pribadi? Ataukah ada yang membantu lagi? Tentu, Orang tua kita lah yang selalu mendampingi.. Meski hati kita tak slalu mengingat akan kedua insan ini.. Sepenuh jiwa raga mereka dipikirkan untuk sang buah hati.. Berharap […]

Neuroimmunology dalam Islam

Oleh: TGH Hasanain Junaini, Lc, M.H (Pengasuh Ponpes Nurul Haramain Narmada, Lombok Barat)   “Menjawab fenomena hidup ini, bisa dari yang paling besar dan juga dari yang paling kecil” Neurologi merupakan jembatan satu-satunya yang bisa digunakan manusia untuk menghubungkan ilmu-ilmu material dan nonmaterial. Pembangunan sosial bisa seimbang antara pembangunan fisik dan mental. Terdapat istilah “otak […]

Event SKI Asy-Syifa

no event