SKI Asy-Syifa

Opinions

Hartaku Hartamu

Hartaku Hartamu

Opini – Hartaku Hartamu (QS. An Nisaa’ ayat 29)

“Yah… akhir bulan, makan rendang versi mi goreng lagi deh… Nyesel aku jalan-jalan ke mall lagi kemarin.”

“Duh, mager, nanti aja deh ngerjain LO, masih lama juga dikumpulin. Mending main Mobile Leg**d”

Nah ikhwah fillah, dari dua kutipan di atas kira-kira menurut ikhwah ada persamaannya tidak?

Yuk kita kaji bersama…

Tak terasa di akhir bulan ini walaupun tanggal semakin gendut tapi dompet serasa semakin kurus, duh. Lagi-lagi kita menyadarinya di akhir, bahwa uang itu berharga.

Seberapa berharga sih harta kita berupa uang itu? Dan bagaimana seharusnya kita menjaganya?

Islam merupakan agama rahmatan lil ‘alamiin. Tentunya hal-hal seperti menjaga harta telah Allah  atur sedemikian rupa sehingga tetap dalam koridor keislaman.

Allah  berfirman dalam Al Qur’an Surah An-Nisaa’ ayat 29 yang berbunyi :

Islam melindungi hak milik laki-laki dan perempuan   29. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu, sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu.

Dalam ayat tersebut Allah mengajarkan cara mengelola harta dan cara memberikan orang apa yang menjadi haknya. Karena Allah  Maha Mengetahui siapa yang paling berhak atas sesuatu itu.

Pada awal ayat, Allah  berfirman “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil.”. Kata Baathil dalam Bahasa Arab dapat bermakna banyak, di antaranya dapat bermakna tanpa tujuan. Sebagaimana Allah  tidak menciptakan langit dan bumi Bil baathil. Selain itu, baathil juga dapat bermakna menghibur diri atau mengalihkan.

Jadi, makna dari ayat tersebut, jika ikhwah merasa beriman, janganlah memakan harta orang lain dengan tanpa tujuan maupun untuk hal yang sia-sia.  

Memakan harta orang lain dengan sia-sia memiliki beragam bentuk. Ayat ini bukan hanya membahas tentang memakan harta orang lain dengan cara kriminal seperti korupsi, mencuri, dan lain sebagainya. Salah satu bentuknya ada dalam kutipan percakapan di awal tadi. Ketika kita menghabiskan harta kita untuk sesuatu yang menghibur dan mengalihkan kita dari hal-hal yang seharusnya menjadi prioritas kita dan terlebih lagi harta tersebut bukan harta kita pribadi. Ketika kita merasa malas dalam belajar atau melewatkan kelas dengan sengaja padahal kedua orang tua kita telah membayarkan biaya kuliah kita, atau mungkin mereka dengan beasiswa pendidikan, Negara lah yang telah membayarkan biaya sekolahnya.

Dalam ayat tersebut juga Allah  berkata, hal-hal tersebut tidak mengapa dilakukan jika ada rasa ‘ridha’ atau suka-sama-suka dalam penggunaan harta tersebut. Namun, apakah kita bisa menjamin dalam kasus di atas orang tua dan masyarakat akan ‘ridha’ dengan perbuatan kita?

Dalam ayat tersebut Allah  juga memmerintahkan kita untuk jangan membunuh diri sendiri. Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa hal ini bermakna membunuh diri sendiri maupun orang lain. Allah  menggandeng larangan untuk melakukan dosa besar dengan perihal mengelola harta. Hal ini menunjukkan bahwa Allah  sangat serius memerintahkan hal tersebut-untuk bertanggung jawab dalam mengelola harta.

Ikhwah fillah, ingatlah bahwa Allah  memberikan kemudahan melalui kejujuran. Jika dalam mengelola harta saja kita tidak jujur, bagaimana kesulitan dalam hidup dapat teratasi apalagi pendidikan kita dapat mulus berjalan?

Semoga Allah . Senantiasa melindungi kita dari memakan harta orang lain dan dalam menjalankan amanah yang telah diberikan kepada kita.

Wallahu a’lam

Tinggalkan Balasan

Recent Posts

Kegiatan Kesmas Al-Wafi 2018

Transfusi darah adalah kegiatan dalam membantu penyembuhan manusia ketika kadar darah dalam tubuh dibawah yang seharusnya. Menyumbangkan darah kepada orang lain yang amat membutuhkannya menurut kesepakatan para ahli fikih termasuk dalam kerangka tujuan syariat Islam, yaitu menghindarkan salah satu bentuk kemudaratan yang akan menimpa diri seseorang. Meskipun pada hakikatnya darah yang dikeluarkan dari tubuh manusia […]

7 Cara Menenangkan Hati

Selama manusia hidup, kesenangan dan kesedihan selalu bergantian mengisi hari-hari. Permasalahan yang terus-menerus datang, baik itu ringan maupun berat, akan memberikan dampak pada hati seseorang. Ketika dihadapkan dengan masalah, manusia sering menghindarinya. Namun, dengan menghindari masalah yang dimiliki, hati akan merasa tidak tenang. Dalam Islam, kita diajarkan cara untuk membuat hati menjadi tenang dan selalu […]

Tutur Kata yang Baik

Saudaraku.. Mungkin dari kita sering atau suka menggunakan kata-kata yang tidak baik. Kata dusta. Kata hinaan. Serta ujaran kebencian. Kata-kata tersebut diucapkan baik saat bercanda, atau sedang serius, marah, dan sebagainya. Ada pula yang mengatakannya demi memuaskan diri saja. Atau ingin menjatuhkan suatu tokoh yang terkenal. Wahai saudaraku, apakah baik sikap muslim seperti itu ? […]

Event SKI Asy-Syifa

no event