SKI Asy-Syifa

Lifestyle

Generasi Bebek

Dari Abdurrohman bin Yazid berkata, bahwa Abdullah berkata:

لا يكونن أحدكم إمعة يقول: اهتدى الناس اهتديت ، وإن ضل الناس ضللت ، ليوطّن أحدكم نفسه إن كفر الناس أن لا يكفر

“Janganlah sekali-kali kalian menjadi *”imma’ah”* yaitu bila manusia mendapat hidayah engkau mengikutinya, bila manusia sesat (menyimpang) engkaupun mengikutinya. Hendaklah kalian kokohkan diri masing-masing, yakni bila manusia banyak yang kufur janganlah dia mengikutinya.” (Masa’il Al-Imam Ahmad bin Hanbal wa Ishaq bin Rohuyah biriwayat Harb bin Isma’il Al-Kirmani hal. 349)

Saudara muslim, pernahkah kamu melihat poster kajian islami yang disebar di sosial media?. Seperti poster kajian rutin Sabtu pagi FK Unram di Masjid Baabul Hikmah. Bagaimana sikapmu terhadap kajian tersebut?

Jika poster  kajian tadi berlalu begitu saja, atau ketika kau menanyakan pada temanmu apakah ia tertarik mengikuti kajian itu, lalu ia menjawab tidak karena memilih istirahat. Kemudian, kau ikut-ikutan tidak ikut karena alasan serupa. Innalillah, maka, ada gejala imma’ah dalam dirimu saudaraku.

Namun, jika kau memiliki waktu luang dan bertekad untuk menghadiri kajian itu untuk beribadah kepada Allah, maka selamat! Kau terhindar dari imma’ah atau ikut-ikutan.

Contoh di kalangan perempuan muslimah, seirngkali model jilboob menjadi trendi (model jilbab yang diikat-ikat plus punuk unta hingga tak syar’i). Bagi muslimah yang belum memiliki bekal ilmu berhijab syar’i, maka ia akan mudah ikut-ikutan.

Contoh yang sering terjadi di mahasiswa adalah imma’ah saat ujian. Bagi orang yang imma’ah ia akan mudah menyontek saat ujian dalam berbagai bentuk, bisa berdiskusi, meminta jawaban teman, bahkan menyontek.

Apakah kita termasuk orang yang punya pendirian? Berikut penjelasan singkat tentang imma’ah

Imma’ah biasa disebut Generasi Bebek. Imma’ah adalah suatu konsep diri yang lemah (tidak berpendirian teguh). Sikap Imma’ah tidak patut dimiliki oleh seorang Muslim. Imma’ah bisa muncul jika kita belum mengenal Islam secara sempurna. Oleh karena itu, Iman harus ditumbuhkan, agar menjadi kokoh dan tidak mudah goyah.

Ciri-ciri orang yang Imma’ah :

  1. Jika ada orang lain berbuat baik, maka dia akan berbuat baik, namun jika ada orang lain berbuat buruk, dia akan ikut berbuat buruk juga
  2. Orang yang Imma’ah, pendirian diletakkan pada kebiasaan masyarakat (hanya ikut-ikutan). Hal tersebut karena kurangnya ilmu, tidak punya prinsip pribadi.
  3. Orang yang Imma’ah mudah menyimpulkan atau menjustifikasi suatu hal (tidak kritis). Orang seperti ini akan mudah sakit hati dan kecewa.

Akibat sikap Imma’ah :

  1. Menjadi pribadi yang labil

Mengutamakan kepentingan dunia, dibandingkan kepentingan akhirat. Contoh, lebih suka diajak jalan-jalan ke mall daripada mengikuti kajian islami.

  1. Izzah (kemuliaan/ hargadiri) Islam yang melemah.

Islam itu mulia, namun kadang umat Islam sendirilah yang tidak berusaha mengambil kemuliannya.

  1. Melakukan suatuhal tanpa didasari oleh ilmu, sehingga sering ragu. Iman mencegah kita dari sifat Imma’ah

Cara-cara untuk menghindari perilaku Imma’ah :

  1. Mencari teman yang baik dan sholeh, yang imannya kuat, agar bisa mengingatkan kita,
  2. Beristiqomah, lihat QS Fussilat (41) : 30. Ada unsur Istif’al atau bertahan dan berusaha. Jangan takut dan jangan bersedih, Allah bersama kita. Kiat-kiat agar mudah dalam istiqomah hanya 1, yaitu sering mengingat kematian!
  3. Selalu menambah ilmu dan pemahaman kita. Karena keraguan bisa menimbulkan Imma’ah. Harus ada pertemuan dalam belajar, jangan belajar sendiri (karena bisa jadi setan bisa masuk).
  4. Tabayyun, mencari penjelasan (mengecek kembali) ilmu yang didapatkan. Jika terdapat isu tentang suatu hal, harus mencari tau kebenarannya dengan pasti. Tabayyun kepada orang-orang yang lebih kompeten dalam bidangnya. Karena salah satu ciri orang yang bertambah ilmunya adalah banyak bertanya untuk kebaikan. Adapun adab tabayyun adalah tidak emosional, tenangkan diri terlebih dahulu, munculkan persepsi yang baik terhadap sesuatu yang sedang dibicarakan,dan jangan mencari-cari kesalahan orang lain.

“Dan janganlah kamumengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggunganjawabnya” (QS. Al Israa : 36).

Semoga kita senantiasa istiqomah dalam kebaikan dan bukan termasuk Generasi Bebek. Aamiin

———————————————————————————————————–

Sumber :

  1. Pengajian Ummahat di Masjid Istiqlal, Jempong, Mataram. Disampaikan oleh Ustadz L. Kamis, 27 Shafar 1439 H atau 16 November 2017
  2. Rekaman Khutbah Jum’at, disampaikan oleh Al-Ustadz Abu Ubaidah Rully Irwansyah hafidzhohulloh, di Masjid Pondok Pesantren Darul Ilmi Surabaya, pada tanggal 23 Dzulqo’dzah 1437 H atau 26 Agustus 2016 M. Diakses di Archive
  3. Dokumen Jalasah Ruhyi Muslimah, disampaikan oleh Ustadzah Rahma di Aula Selatan, MUI, Senin, 11 Maret 2013. Diakses dari Academia

Tinggalkan Balasan

Recent Posts

Kegiatan Kesmas Al-Wafi 2018

Transfusi darah adalah kegiatan dalam membantu penyembuhan manusia ketika kadar darah dalam tubuh dibawah yang seharusnya. Menyumbangkan darah kepada orang lain yang amat membutuhkannya menurut kesepakatan para ahli fikih termasuk dalam kerangka tujuan syariat Islam, yaitu menghindarkan salah satu bentuk kemudaratan yang akan menimpa diri seseorang. Meskipun pada hakikatnya darah yang dikeluarkan dari tubuh manusia […]

7 Cara Menenangkan Hati

Selama manusia hidup, kesenangan dan kesedihan selalu bergantian mengisi hari-hari. Permasalahan yang terus-menerus datang, baik itu ringan maupun berat, akan memberikan dampak pada hati seseorang. Ketika dihadapkan dengan masalah, manusia sering menghindarinya. Namun, dengan menghindari masalah yang dimiliki, hati akan merasa tidak tenang. Dalam Islam, kita diajarkan cara untuk membuat hati menjadi tenang dan selalu […]

Tutur Kata yang Baik

Saudaraku.. Mungkin dari kita sering atau suka menggunakan kata-kata yang tidak baik. Kata dusta. Kata hinaan. Serta ujaran kebencian. Kata-kata tersebut diucapkan baik saat bercanda, atau sedang serius, marah, dan sebagainya. Ada pula yang mengatakannya demi memuaskan diri saja. Atau ingin menjatuhkan suatu tokoh yang terkenal. Wahai saudaraku, apakah baik sikap muslim seperti itu ? […]

Event SKI Asy-Syifa

no event