SKI Asy-Syifa

Opinions

Fisiologi Cinta

Fisiologi Cinta

Pepatah lama mengatakan bahwa cinta itu bisa menjadi obat. Benarkah demikian?

Cinta bukan hanya emosi, ia merupakan suatu hal biologis yang sangat terkait dengan aspek kehidupan. Cinta bisa memengaruhi kondisi mental dan fisik seseorang. Pernah dengar, orang sakit karena cinta? Bahkan kata-kata, “aku rela mati demi cinta”. Memang semua itu bisa terjadi. Pada jurnal “the biochemistry of love” mengatakan bahwa patah hati dapat mengganggu fisiologi manusia dan bahkan memicu kematian.

Tentu saja cinta lebih kompleks daripada mekanisme umpan balik yang sederhana. Biologi cinta dimulai dari perasaan tertarik yang menginisiasi otak untuk memberi berbagai sensasi yang ditransmisi oleh saraf vagus sehingga segala hal yang dialami diubah menjadi emosi. Tidak hanya itu, kita akan berkeringat berdebar-debar, akibat norepinefrin dan adrenalin. Akibat cinta, kita juga susah tidur karena penurunan serotonin. Kalau sudah begini seseorang akan menghayal memikirkan orang yang dicintai tanpa disadari menimbulkan hasrat seksual dan menyebabkan ketergantungan emosional. Seseorang akan termotivasi kuat untuk memiliki orang yang dicinta, membuatnya bahagia, dan menjaganya. Hal ini terbukti dari tiga studi di London, New York, dan Beijing, bahwa sensasi itu timbul akibat aktivitas dopamin.

Dopamin banyak di otak tengah sekitar VTA (Ventral tegmental Area) dan striatum. Dopamin bersama dengan opioid juga berperan dalam mengaktivasi oksitosin. Penelitian pada tikus yang diisolasi di padang rumput terpencil menunjukkan penurunan oksitosin dan menyebabkan gangguan depresi, cemas, dan gangguan psikologis. Nah, ternyata terlalu sering sendiri juga tidak baik ya. Tetapi, tubuh juga dapat mengatasi rasa depresi itu. Ketika depresi terjadi akan memodulasi adrenal hipotalamus hipofisis (hpa) axis untuk menanggapi gangguan sehingga akan dijaga kembali keseimbangan atau kehomeostasisannya.

Oksitosin berinteraksi dengan vasopressin menimbulkan perilaku dinamis pada individu atau yang mungkin biasa disebut “salah tingkah”. Kadar vasopressin tinggi pada laki-laki yang berperan penting dalam menghadapi ancaman. Sehingga seorang laki-laki harus sekali menjaga pasangannya, tentu saja pasangan yang halal ya Ikhwah.

“A life without love is not a life fully lived. We have much to learn about love and much to learn from love” – [Carter, CS. and Porges, SW., 2013]

Oleh: Arizka Mardiya Emha

 

Sumber:

 

Reward, Addiction, and Emotion Regulation Systems Associated With Rejection in Love

Helen E. Fisher, Lucy L. Brown, Arthur Aron, Greg Strong, Debra Mashek

Journal of Neurophysiology Published 1 July 2010 Vol. 104 no. 1, 51-60 DOI: 10.1152/jn.00784.2009

http://jn.physiology.org/content/104/1/51.long

 

The biochemistry of love: an oxytocin hypothesis

C Sue Carter and Stephen W Porges

Embo rep. 2013 jan 14

http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3537144/

Tinggalkan Balasan

Recent Posts

Penyaluran Bantuan Gempa Lombok melalui FK Unram

Duka menyelimuti pulau Lombok. Pada akhir juli dan awal agustus, pulau seribu masjid ini diguncang gempa dengan kekuatan besar yaitu 6.4 SR dan 7.0 SR. Gempa susulan pun terjadi berulangkali setelah gempa utama tersebut. Beberapa rumah warga dan infrastruktur rusak, korban berjatuhan akibat tertimpa bangunan, keadaan memprihatinkan warga yang tinggal di pengungsian, dan keadaan lain […]

Webinar Bedah Buku “Islam, Sains, dan Kesehatan” karya dr. M. Saifudin Hakim dkk di FK Unram

Pernahkah kita membaca atau mendengar suatu hal yang dikaitkan dengan ajaran Islam dan sains? Banyak yang berdecak kagum ketika hal yang berlabel “islami” dapat dihubungkan dengan sains walaupun itu hanya opini. Doktor dokter Saifudin Hakim dkk menulis sebuah buku yang sangat informatif dan edukatif baik untuk kalangan akademisi maupun masyarakat umum. Buku ini khususnya membahas […]

Air Zamzam dengan Segudang Manfaat Didalamnya

Jabir bin Abdullah radhiallahu anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah shallahu ‘alaihi wassalam bersabda, “Air zamzam  mendatangkan khasiat dengan niat untuk apa air itu diminum”. (HR. Ibnu Majah) Ibnu Abbas radhiallahu anhu menambahkan dalam riwayatnya, “Air zamzam memenuhi tujuan untuk apa ia diminum; jika engkau meminumnya dengan niatan untuk menyembuhkan penyakitmu, Allah akan menyembuhkan penyakitmu dan jika […]

Event SKI Asy-Syifa

no event