SKI Asy-Syifa

Islamic History

DARK AGES

DARK AGES

Penting sekali bagi kita untuk mengetahui bagaimana kondisi Eropa dan kondisi Negeri Andalusia secara khusus saat terjadinya penaklukan Islam, lalu bagaimana kondisi ini berubah, kemudian bagaimana sebenarnya kondisi Eropa sebelum kedatangan Islam?

Eropa pada waktu itu hidup dalam masa-masa kebodohan dan keterbelakangan yang luar biasa, yang biasa disebut dengan masa kegelapan (dark age). Kezhaliman adalah sistem yang berlaku di sana. Para penguasa menguasai harta dan kekayaan negeri, sementara rakyatnya hidup dalam kemiskinan yang parah. Para penguasa menguasai istana dan benteng, sementara rakyat kebanyakan bahkan tidak mempunyai tempat berteduh dan rumah yang layak. Mereka benar’benar berada dalam kemiskinan yang luar biasa. Bahkan mereka diperjualbelikan bersama dengan tanah. Moral benar’benar mengalami degradasi. Kehormatan diinjak’injak, dan kehidupan sangat jauh dari nilaivnilai yang normal. Kebersihan individu,misalnya tidak kelihatan, sampai-sampai mereka membiarkan rambut mereka tumbuh menjulur di wajah-wajah mereka tanpa merapikannya. Mereka, sebagaimana dituturkan oleh para pengembara muslim yang datang ke negeri-negeri tersebut ketika itu, tidak mandi kecuali sekali atau dua kali dalam setahun. Bahkan mereka menganggap bahwa semua kotoran yang menumpuk di tubuh mereka akan menyehatkan tubuh; karena menjadi berkah dan kebaikan untuk mereka.

Sebagian penduduk kawasan tersebut malah saling berkomunikasi hanya dengan isyarat, karena mereka tidak mempunyai bahasa lisan, apalagi bahasa yang tertulis. Mereka mempunyai keyakinan yang sebagiannya sama dengan keyakinan kaum Hindu dan Majusi, seperti membakar orang yang meninggal saat kematiannya, ikut membakar istri bersamanya jika sang istri masih hidup, atau membakar budak perempuan bersamanya, atau membakar siapapun yang mencintai si mayit. Orang-orang mengetahui hal tersebut dan menyaksikannya. Sehingga kondisi Eropa secara umum sebelum penaklukan Islam diliputi oleh keterbelakangan, kezhaliman, dan kemiskinan yang parah, serta sangat jauh dari sisi peradaban dan kemodernan sedikit pun. Kekacauan Eropa yang parah itu berlangsung dalam kurun waktu  yang lama. Kecenderungan pada ilmu pengetahuan di Eropa tidak muncul kecuali pada abad ke 11 dan 12 Masehi.

Bangsa Ghotic Menguasai Andalusia di akhir abad ke-4 Masehi, bangsa Ghotic Barat di bawah kepemimpinan Alarik berhasil menguasai bagian Barat dari Imperium Romawi, setelah mereka mempersembahkan berbagai bentuk bantuan yang mengantarkan Kaisar Romawi, Theodosius menduduki singgasananya.

Maka ketika Sang Kaisar meninggal dunia pada tahun 395 M, Alarik, pemimpin Suku Ghotic Barat itu pun menjadi pemimpin terkuat di Eropa Barat dan Tengah. Tidak lama kemudian, ia segera berusaha menguasai Roma, ibukota Imperium Romawi, dan ia benar-benar berhasil menaklukkannya pada tahun 410 M dalam sebuah tragedi yang masih selalu dikenang dalam sejarah Eropa.

Dalam masa inilah, akhirnya Imperium Romawi mengizinkan suku-suku Vandal (Wandal) yang ganas itu, yang tinggal di Semenanjung Iberia, untuk tinggal di kawasan Barat Laut semenanjung itu, dengan syarat mereka tidak mengganggu stabilitas kawasan dan wilayah lain. Namun karena jumlah suku Vandal ini begitu banyak sementara Imperium Romawi demikian lemah, suku-suku itupun mulai menguasai hampir seluruh bagian pulau, bahkan juga mengancam negeri Ghalia (Perancis sekarang), serta melakukan berbagai tindakan perusakan dan keganasan yang besar.

Kemudian debu-debu konflik di Roma pun akhirnya berhenti dengan kematian Alarik. Athawuf lalu melanjutkan posisinya memimpin Suku Ghotic Barat. Situasi clan kondisinya kemudian berkembang hingga Imperium Romawi, Athawuf ditetapkan sebagai pemimpin di bagian selatan negara Ghalia. Lalu ia diangkat sebagai pemimpin seluruh suku Vandal. Desakan suku Ghotic Barat yang kuat itupun terus menekan dan mengusir suku-suku Vandal lainnya ke arah selatan. Dan ketika suku-suku Vandal itu mundur, mereka mundur sambil melakukan perusakan terhadap semua peradaban Romawi di semenanjung itu. Hingga akhirnya suku Ghotic itupun menguasai dan mengukuhkan kekuasaan mereka di semenanjung tersebut, khususnya di masa panglima mereka yang kuat, Valia.

Tidak butuh waktu lama hingga Imperium Romawi mulai melemah, hal yang kemudian membuat Gothik Barat memerdekakan diri dari kekuasaan Roma untuk menguasai semenanjung tersebut. Euric pun menggunakan gelar raja pada tahun 467 M, dan ia dianggap sebagai pendiri negara Ghotic Barat yang sebenarnya. Suku ini sendiri kemudian dikenal (hanya) dengan sebutan “Ghotik” saja di setiap fase sejarah berikutnya.

Sekitar satu tahun atau lebih sedikit sebelum penaklukan Islam terhadap Spanyol, seorang petinggi militer bemama Roderic melakukan kudeta terhadap kekuasaan dan memakzulkan Raja Gheitisya. Sehingga pada saat pertama terjadinya penaklukan Islam, Rodericlah yang menjadi penguasa negeri tersebut.

Sebelum penaklukan Islam, Spanyol mengalami berbagai guncangan, kerusakan sosial, kemunduran ekonomi dan ketidakstabilan, sebagai akibat politik, sistem sosial dan kekuasaan yang rusak. Namun ini tidak berarti bahwa kekuasaan tersebut tidak mampu melakukan pertahanan. Juga tidak berarti bahwa negara itu kehilangan kekuatan politik dan militernya. Ia bahkan sangat mampu menghadang, menyerang dan menghadapi pasukan yang datang menyerangnya.

Setelah kaum muslimin berhasil mengokohkan pilar-pilar Daulah Islamiyah di negeri ini, mereka pun mulai mengajarkan Islam kepada masyarakat di sana. Spanyol telah menemukan bahwa Islam adalah agama yang sempurna dan komprehensif mengatur seluruh urusan kehidupan manusia.
دِينًا الْإِسْلَامَ لَكُمُ وَرَضِيتُ نِعْمَتِي عَلَيْكُمْ وَأَتْمَمْتُ دِينَكُمْ لَكُمْ أَكْمَلْتُ الْيَوْمَ

“… Pada hari ini telah Aku sempurnakan untukmu agamamu, dan telah Aku cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Aku ridhai Islam sebagai agama bagimu …” [QS. Al-Maidah: 3]

 

2 tanggapan untuk “DARK AGES”

Tinggalkan Balasan

Recent Posts

Air Zamzam dengan Segudang Manfaat Didalamnya

Jabir bin Abdullah radhiallahu anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah shallahu ‘alaihi wassalam bersabda, “Air zamzam  mendatangkan khasiat dengan niat untuk apa air itu diminum”. (HR. Ibnu Majah) Ibnu Abbas radhiallahu anhu menambahkan dalam riwayatnya, “Air zamzam memenuhi tujuan untuk apa ia diminum; jika engkau meminumnya dengan niatan untuk menyembuhkan penyakitmu, Allah akan menyembuhkan penyakitmu dan jika […]

Dibalik Kebaikan Donor Darah

  donor/do·nor/ n  1 penderma; pemberi sumbangan; 2 penderma darah (yang menyumbangkan darahnya untuk menolong orang lain yang memerlukan): — darah. Donor darah merupakan istilah yang sudah tidak asing lagi di telinga kita. Darah yang telah didonorkan ini kemudian akan ditransfusikan kepada orang yang membutuhkan. Transfusi darah bertujuan untuk mengembalikan darah yang hilang misalnya saat operasi atau pada cedera parah. […]

Api yang Berbeda

Ya dia adalah Bilal, seseorang yang sontak membuat geger penyelenggaraan Ospek waktu itu. bagaimana tidak, dia satu-satunya maba yang berani menentang senior, karena sikap senior yang tidak bisa diterima. Di saat kami dimarah-marah oleh senior, kami hanya bisa diam dan menundukkan kepala, tetapi tidak dengan dia, dia berani mengatakan salah jika salah dan menunjukkan benar […]

Event SKI Asy-Syifa

no event