SKI Asy-Syifa

Kajian Sabtu Pagi

Cinta dan Benci karena Allah

Oleh: Ustadz Zainuddin Sulaiman, Lc

 

Menyukai lawab jenis adalah anugerah, namun akan sempurna cinta itu jika sudah menikah. Jika sebelum pernikahan, terdapat rasa suka, maka tahanlah.

Lalu, bagaimana dengan PACARAN?

Pacaran Islami itu dusta, baik dari pihak laki-laki dan perempuan. Campur tangan syaitan ada di dalamnya untuk membuat keduanya mendekati zina bahkan berzina.

Jika ingin mencintai karena Allah, jangan pacaran. Kalau Allah menakdirkan dia jodohmu, akan bersatu nantinya.

 

Tauhid yang paling sempurna yaitu yang mencintai Allah, RasulNya, dan orang beriman yang mencintai Allah dan RasulNya.

Sesungguhnya penolong kamu hanyalah Allah, RasulNya, dan orang-orang yang beriman, yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat, seraya mereka tunduk (kepada Allah).” (QS. Al-Maidah ayat 55)

“Dan barangsiapa mengambil Allah, RasulNya, dan orang-orang yang beriman menjadi penolongnya, maka sesungguhnya pengikut (agama) Allah itulah yang pasti menang.” (QS. Al-Maidah ayat 56)

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil jadi pemimpinmu orang-orang yang membuat agamamu jadi buah ejekan dan permainan, (yaitu) di antara orang-orang yang telah diberi kitab sebelummu, dan orang-orang yang kafir (orang-orang musyrik). Dan bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang-orang yang beriman” (QS. Al-Maidah ayat 57)

 

Bersahabat dengan orang-orang yang beriman juga penyempurna keimanan kita selain shalat.

Rasulullah berkata, “ Di Padang Mahsyar ada sekelompok orang/rombongan yang dikala orang lain mengalami genting dan dahsyatnya hari kiamat, mereka sangat tenang, cerah, ceria. Orang-orang ini bukan 1 keturunan/ suku tetapi mereka berkumpul di dunia karena Allah dan berpisah karena Allah.”

 

Persahabatan yang sejati dan abadi adalah persahabatan karena ketaqwaan kepada Allah.

Rasulullah bersabda tentang syafaat di hari kiamat.

Setelah orang-orang mukmin itu dibebaskan dari neraka, demi Allah, Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh kalian begitu gigih dalam memohon kepada Allah untuk memperjuangkan hak untuk saudara-saudaranya yang berada di dalam neraka pada hari kiamat. Mereka memohon: Wahai Tuhan kami, mereka itu (yang tinggal di neraka) pernah berpuasa bersama kami, shalat, dan juga haji.

Dijawab: ”Keluarkan (dari neraka) orang-orang yang kalian kenal.” Hingga wajah mereka diharamkan untuk dibakar oleh api neraka.

Para mukminin inipun MENGELUARKAN BANYAK SAUDARANYA yang telah dibakar di neraka, ada yang dibakar sampai betisnya dan ada yang sampai lututnya.

Kemudian orang mukmin itu lapor kepada Allah, ”Ya Tuhan kami, orang yang Engkau perintahkan untuk dientaskan dari neraka, sudah tidak tersisa.”

Allah berfirman, ”Kembali lagi, keluarkanlah yang masih memiliki iman seberat dinar.”

Maka dikeluarkanlah orang mukmin banyak sekali yang disiksa di neraka. Kemudian mereka melapor, ”Wahai Tuhan kami, kami tidak meninggalkan seorangpun orang yang Engkau perintahkan untuk dientas…” (HR. Muslim no. 183).

 

Bagaimana dengan BENCI?

Kita boleh membenci, yaitu perbuatan maksiat yang orang lakukan.

Kita diperbolehkan iri hati kepada 2 golongan : yaitu orang yang mempunyai ilmu dan mengamalkannya dan orang yang punya harta yang dihabiskan untuk berbuat kebaikan

 

 

Hari/tanggal : Sabtu, 7 Oktober 2017

Tempat : Masjid Baabul Hikmah Universitas Mataram

 

Tinggalkan Balasan

Recent Posts

Dua Kader SKI Asy-Syifa Silaturrahim ke Universitas Indonesia

Zakiyuddin Abd. Azam (kiri) dan Azhar Rafiq (kanan) di UI (5/11) مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ أَوْ يُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ “Barang siapa yang ingin dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi”. [Muttafaqun ‘alaihi]. Mataram-Para mahasiswa kedokteran kerap dianggap sangat sibuk mengurus perkuliahan, tidak sempat untuk menjadi […]

Berbuat Baik pada Orang Tua

Belasan tahun tlah kita lalui hidup di muka bumi ini.. Dengan segala upaya dan usaha diri.. Benarkah ini hasil kerja keras pribadi? Ataukah ada yang membantu lagi? Tentu, Orang tua kita lah yang selalu mendampingi.. Meski hati kita tak slalu mengingat akan kedua insan ini.. Sepenuh jiwa raga mereka dipikirkan untuk sang buah hati.. Berharap […]

Neuroimmunology dalam Islam

Oleh: TGH Hasanain Junaini, Lc, M.H (Pengasuh Ponpes Nurul Haramain Narmada, Lombok Barat)   “Menjawab fenomena hidup ini, bisa dari yang paling besar dan juga dari yang paling kecil” Neurologi merupakan jembatan satu-satunya yang bisa digunakan manusia untuk menghubungkan ilmu-ilmu material dan nonmaterial. Pembangunan sosial bisa seimbang antara pembangunan fisik dan mental. Terdapat istilah “otak […]

Event SKI Asy-Syifa

no event