SKI Asy-Syifa

Islamic Study

Bolehkah Shalat Tahajud setelah melaksanakan Shalat Witir?

Bolehkah Shalat Tahajud setelah melaksanakan Shalat Witir?

Rasulullah ﷺ menganjurkan kita untuk mengerjakan shalat witir sebagai penutup shalat malam seperti yang diriwayatkan dalam hadist, “Jadikanlah akhir shalat kalian di malam hari dengan shalat witir.” (HR. Bukhari 998 dan Muslim 749).

Mengenai pelaksanaan shalat tahajjud setelah shalat witir, At-Turmudzi menyebutkan terdapat perbedaan pendapat para ulama mengenai hukum orang yang ingin mengerjakan tahajjud di akhir malam. Namun, banyak pendapat yang menegaskan boleh melaksanakan tahajjud sesudah witir.

Terdapat dua pendapat para ulama yang dirangkum dalam sunan at-Turmudzi, yaitu :

  1. Sebagian sahabat dan ulama generasi setelah at-Tirmidzi berpendapat bahwa shalat witir di awal malam harus dibatalkan. Jika seseorang ingin shalat tahajjud, ia harus shalat 1 rakaat sebagai penggenap witir yang dilakukan di awal malam. Selanjutnya ia dapat mengerjakan tahajjud sesuai yang dia inginkan dan witir kembali di akhir malam. Ini adalah pendapat Ishaq bin Rahuyah.
  2. Pendapat dari ulama lain di kalangan para sahabat dan generasi setelahnya mengatakan apabila seseorang telah witir di awal malam kemudian hendak melaksanakan tahjjud di akhir malam, ia tidak perlu membatalkan witir dan dapat mengerjakan tahajjud sesuai keinginan. Akan tetapi, ia tidak boleh witir lagi setelah tahjjud. Ini adalah pendapat dari Sufyan at-Tsauri, Imam Malik, Ibnul Mubarok, Imam Syafi’i, ulama kufah, dan Imam Ahmad.

Turmudzi menyimpulkan bahwa pendapat kedua lebih kuat karena terdapat beberapa riwayat Nabi Muhammad ﷺ shalat tahajjud setelah shalat witir (Sunan at-Turmudzi, 2/318).

Adapun pendapat lain mengenai bolehnya shalat tahajjud setelah shalat witir antara lain sebagai berikut :

  1. Diriwayatkan dalam HR. Muslim no. 476, Aisyah Ra. bercerita mengenai shalat malam Rasulullah ﷺ. Beliau melihat Rasulullah ﷺ bangun untuk melaksanakan rakaat yang kesembilan hingga duduk tasyahud, kemudian berdoa dan memuji Allah. Beliau lalu salam dengan suara agak keras hingga didengar oleh Aisyah, kemudian shalat dua rakaat sambil duduk.

Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim no. 2:11, menjelaskan shalat dua rakaat yang dilakukan Rasulullah sambil duduk setelah witir bermaksud untuk menjelaskan boleh mengerjakan shalat setelah witir dan boleh dikerjakan sambil duduk walaupun tidak dijadikan kebiasaan oleh beliau serta hanya dilakukan sesekali atau beberapa kali.

  1. Dari Tsauban Ra., beliau pernah melakukan safar bersama Rasulullah ﷺ . Rasulullah ﷺ bersabda,

ِنَّ هَذَا السَّفَرَ جُهْدٌ وَثُقْلٌ، فَإِذَا أَوْتَرَ أَحَدُكُمْ فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ، فَإِنِ اسْتَيْقَظَ وَإِلَّا كَانَتَا لَهُ

“Sesungguhnya safar ini sangat berat dan melelahkan. Apabila kalian telah witir, kerjakanlah shalat 2 rakaat. Jika malam harinya dia bisa bangun, (kerjakan tahajjud), jika tidak bangun, 2 rakaat itu menjadi pahala shalat malam baginya.” (HR. Ibnu Hibban 2577, Ibnu Khuzaimah 1106, Ad-Darimi 1635, dan dinilai shahih oleh Al-‘Adzami)

  1. Imam an-Nawawi mengatakan :

إذا أوتر ثم أراد أن يصلي نافلة أم غيرها في الليل جاز بلا كراهة ولا يعيد الوتر, ودليله حديث عائشة رضي الله عنها وقد سئلت عن وتر رسول الله صلى الله عليه وسلم…

“Apabila ada orang yang telah mengerjakan witir (di awal malam) dan dia hendak shalat sunah atau shalat lainnya di akhir malam, hukumnya boleh dan tidak makruh. Dan dia tidak perlu mengulangi witirnya. (Al-Majmu’, 4/16).

Pada saat bulan Ramadhan, setelah melaksanakan shalat tarawih, kita diperbolehkan untuk melaksanakan shalat tahajjud dengan saran :

  1. Hendaknya kita mengikuti imam sampai selesai dan jangan pulang sebelum imam mengerjakan shalat witir agar mendapatkan keutamaan pahala seperti shalat semalam suntuk. Rasulullah ﷺ bersabda, “Siapa saja yang ikut shalat tarawih berjamaah bersama imam sampai selesai untuknya itu dicatat seperti shalat semalam suntuk.” (HR. Nasai 1065, Turmudzi 811, dan dishahihkan oleh Syu’aib al-Arnauth)
  2. Apabila kita ingin mengakhiri tarawih bersama imam, pada saat witir hendaknya dia menggenapkan witirnya dengan menambah 1 rakaat. Ini adalah salah satu cara untuk orang yang ingin mengerjakan tahajjud.
  3. Jika telah witir bersama imam, kita tidak boleh witir lagi ketika shalat tahajjud. Hal ini berdasarkan pernyataan hadist “Tidak boleh ada 2 witir dalam 1 malam.” (HR. Abu Daud 1441, Nasai 1679, dan dishahihkan oleh Syua’aib al-Arnauth)

 

Oleh : Larasita Prameswari

Referensi :

https://konsultasisyariah.com/6297-tahajud-setelah-tarawih.html

https://konsultasisyariah.com/19158-bolehkah-shalat-sunah-setelah-witir.html

Tinggalkan Balasan

Recent Posts

Foto Kajian dan Buka Bersama Gubernur NTB Dr. TGH. M. Zainul Majdi, MA

KAWAT 3 -> Menyambut Bulan Ramadhan

Sepertiga dari isi Al-Quran adalah kisah orang – orang terdahulu, peristiwa yang akan datang, dan kisah yang berlaku hingga saat ini. Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh barokah karena semua pahala akan dilipatgandakan 100 kali lipat, sedangkan puasanya tidak terhingga balasannya. Allah menjanjikan malam kemuliaan pada bulan Ramadhan, yaitu lailatul qadr yang malamnya lebih baik […]

Fisiologi Taqwa Ramadhan

Tujuan berpuasa (al baqarah:183)  Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa. Definisi taqwa Taqwa berasal dari  waqa-yaqi-wiqayah yang berarti memelihara. “memelihara diri dalam menjalani hidup sesuai tuntunan/petunjuk Alloh” Sedangkan dari asal bahasa arab  taqwa lebih dekat dengan kata waqa. Waqa bermakna melindungi sesuatu, memelihara dan melindunginya dari […]

Event SKI Asy-Syifa

no event