SKI Asy-Syifa

Islamic Study

Beriman kepada Rasul

Beriman kepada Rasul

Diantara perkara yang harus diimani oleh seorang muslim adalah dia beriman kepada rasul-rasul Allah subhanahu wa taala. Hal ini berdasarkan sabda Rasulallah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam hadits jibril, yaitu tatkala jibril ‘alaihissalam bertanya kepada Rasulallah, dengan berkata:

“Kabarkan kepada kami tentang iman beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Engkau beriman kepada Allah, beriman kepada malaikat – malaikat, beriman kepada para Rasul, beriman kepada kitab-kitab , dan beriman kepada hari kiamat, serta beriman kepada takdir yang baik maupun yang jelek.””

(HR : Muslim)

 

Makna Rasul

Secara bahasa, rasul adalah orang yang diutus. Secara istilah, yaitu orang yang diberikan wahyu berupa syariat dan diperintahkan untuk disampaikan kepada ummat.

 

Perbedaan Nabi dan Rasul

Nabi adalah orang yang diberikan syariat yang sudah ada untuk melanjutkan syariat yang telah lalu kepada kaum yang tidak menyelisihinya.

Adapun Rasul adalah orang yang diberikan syariat dan diperintahkan untuk menyampaikannya kepada kaum yang tidak mengetahui atau kaum yang mengetahui akan tetapi menyelisihi rasul tersebut.

Semua rasul adalah nabi dan tidak semua nabi adalah rasul, dan apabila di dalam satu konteks nash disebutkan nabi atau rasul saja maka mencakup makna kedua duanya, dan kalau disebutkan keduanya dalam nash maka maknanya berbeda-beda.

 

Makna beriman kepada Rasul

Adalah beriman bahwasanya Allah telah mengutus kepada setiap umat seorang rasul untuk menyeru mereka kepada ibadah kepada Allah, dan memperingatkan mereka dari menyembah selain kepada Allah.  Di antara meraka ada yang dikabarkan nama dan kisahnya dan adapula yang tidak dikabarkan. Kemudian para rasul merupakan manusia biasa yang tidak memiliki hak rububiyah (hak ketuhanan), dan tidak pula memiliki hak uluhiyyah (hak disembah), namun mereka adalah seorang hamba dan seorang rasul.

Hamba artinya tidak boleh ghulu’ ( berlebih-lebihan) terhadap para rasul sampai mengangkat mereka sejajar dengan hak Allah. Seperti halnya meyakini mereka mengetahui hal ghoib, atau memiliki kekuatan mengatur alam dan semisalnya karena rasul adalah manusia biasa yang butuh makan, tidur, menikah bahkan mati dan sifat-sifat yang dimiliki manusia pada umumnya.

 

Seorang rasul juga artinya adalah seorang manusia yang diberikan kelebihan oleh Allah dengan wahyu dan mukjizat-mukjizat yang memiliki hak-hak yang wajib diditunaikan oleh manusia, sebagaimna penjelasan yang akan datang.

 

Hukum beriman kepada Nabi dan rasul

Setiap muslim wajib beriman kepada nabi dan rasul, dan barang siapa yang mengingkari satu saja dari mereka, maka termasuk mengingkari semua para nabi dan rasul.

Allah ta’ala berfirman dalam  QS. Al-Baqarah : 285,

“Rasul (muhammad) beriman kepada apa yang diturunkan kepadanya (Al-Qura’an) dari Rabnya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semua beriman kepada Allah, malaikat-malaikatNya, kitab-kitabNya, dan rasul-rasulNya. (mereka berkata) “kami tidak membeda-bedakan seorang pun dari rasul-rasulNya.”

 

Jumlah para nabi dan rasul

Jumlah nabi dan rasul Allah sangat banyak, di antara mereka ada yang dikabarkan nama-namanya dan diceritakaan tentang mereka dalam al-Quran, yaitu berjumlah 25 nabi dan rasul. Ada pula yang tidak dikabarkan nama-nama mereka dan tidak pula diceritakaan kehidupannya. Allah berfirman: dalam QS. Ghofir : 78,

“Dan sungguh, kami telah mengutus beberapa rasul sebelum engkau (muhammad) di antara mereka ada yang kami ceritakan kepadamu dan di antaranya ada (pula) yang tidak kami ceritakan kepadamu.”

 

Rasul yang termasuk ulul azmi

Ulul azmi maksudnya adalah para rasul yang memiliki kesabaran yang tinggi ketika mendapatkan ujian dari kaumnya, dan memiliki semangat dakwah yang kuat, pun tangguh ketika menghadapi para musuh – musuh Allah.

Adapun rasul-rasul yang termasuk ulul azmi para ulama berbeda pendapat sebagaimana yang dikatakan oleh syaikh Sholih Alu Syaikh dalam kitab Syarah Aqidah at-Thohawiyah bahwasanya, ada yang mengatakan semua para rasul termasuk Ulul Azmi, dan ada yang mengatakan jumlah ulul azmi 18 rasul sebagaimana yang disebutkan dalam QS. al-An’am. Selain itu adapula yang mengatakan 5 orang, yaitu Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam, nuh, Ibrohim, Musa, dan Isa  ‘alaihimussalam. Dan ini merupakan pendapat yang paling kuat dan rojih.  Sebagaimana Allah berfirman :

“Dia (Allah) yang mensyariatkan kepadamu agama yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah kami wahyukan kepadamu (Muhammad) dan apa yang telah kami wasiatkan kepada ibrahim, Musa, Isa yaitu tegakkanlah agama (Allah) dan janganlah kalian berpecah belah didalamanya. (QS. Asy-syura : 13)

 

Rasul yang pertama diutus ke muka bumi

Para nabi dan rasul agama mereka satu yaitu islam namun syariat mereka berbeda-beda, dan Rasul yang pertama kali Allah utus di muka bumi ini adalah Nuh ‘alaihissalam, setelah terjadinya kesyirikan ditengah-tengah umatnya.  Sebagaimana hadits syafa’at tatkala Adam didatangi oleh manusia untuk meminta syafa’at namun ia menolak kemudian berkata:

إذهبوا إلى نوح فيأتون نوحا فيقولون: يا نوح أنت أول الرسل إلى أهل الأرض

“Pergilah kalian kepada Nuh kemudian mereka mendatanginya seraya berkata,  “Wahai Nuh, engkau rasul yang pertama kali diutus dimuka bumi ini.”” (HR. Bukhari dan Muslim)

 

Kekhususan para nabi dan rasul

Allah memberikan wahyu dan mu’jizat. Mereka ma’sum terhindar dari dosa, walaupun mereka pernah melakukan kesalahan. Namun, Allah menegur mereka secara langsung. Mereka tidak mewariskan harta benda.

Sesungguhnya mereka tidur matanya namun hati-hati mereka tidak tidur. Mereka diberi pilihan tatkala dekat kematiannya, yaitu antara memilih dunia atau akhirat. Kemudian Mereka hidup dan mengerjakan sholat dikuburannya. Istri-istri mereka tidak boleh dinikahi. Setiap point dari kekhususan di atas berdasarkan dalil-dalil yang shohih insyaAllah.

 

Beriman kepada nabi dan rasul mencakup 4 hal penting yaitu,

beriman bahwasanya wahyu yang mereka bawa benar dari Allah, dan barang siapa yang mengingkari satu darinya sama halnya mengingkari semua.

Allah berfirman :

“Kaum Nuh telah mengingkari semua para rasul-rasul Allah.” (QS : Asyu’aro : 105)

 

Dalam ayat di atas menerangkan bahwasanya kaum Nuh dianggap telab mendustakan semua rasul disebabkan mendustakan nabi Nuh saja.

Kita beriman dengan rasul yang kita ketahui namanya seperti Nuh, Musa, Isa dan yang lainnya, adapun rasul yang tidak diketahui namanya kita beriman secara global.

Kemudian membenarkan apa-apa yang telah meraka kabarkan  baik hal yang telah lalu maupun yang belum terjadi, dan mengamalkan  syariat yang mereka bawa.

 

Faidah beriman kepada nabi dan rasul

Mengetahui rahmat Allah ta’ala kepada hamba-hambaNya, dan perhatianNya kepada hambaNya tatkala mengutus para rasul untuk menunjukkan mereka kepada ibadah yang satu yaitu Allah ta’ala, dan juga menunjukkan bagaimana cara ibadah yang sesuai dengan kehendak Allah. Kemudian menjelasakan kepada mereka tentang pahala dan dosa, selalu bersyukur dengan nikmat diutusnya para rasul, mencintai mereka dan memuji mereka dengan hal-hal yang layak.  Karena meraka adalah para utusan Allah yang selau gigih dalam menyampaikan risalah kepada ummat untuk kebahagiaan mereka di dunia dan akhirat.

 

Inilah hal-hal yang bisa kami utarakan dalam tulisan ini semoga bermanfaat

 

Wallahu alam bisshawab.

Oleh : Ust. Salman Abu syafiiq al atsari

Catatan : disarikan dari kitab Al Fiqh Al Islami dan kitab syarah Al Utsul Tsalastah

Tinggalkan Balasan

Recent Posts

Penyaluran Bantuan Gempa Lombok melalui FK Unram

Duka menyelimuti pulau Lombok. Pada akhir juli dan awal agustus, pulau seribu masjid ini diguncang gempa dengan kekuatan besar yaitu 6.4 SR dan 7.0 SR. Gempa susulan pun terjadi berulangkali setelah gempa utama tersebut. Beberapa rumah warga dan infrastruktur rusak, korban berjatuhan akibat tertimpa bangunan, keadaan memprihatinkan warga yang tinggal di pengungsian, dan keadaan lain […]

Webinar Bedah Buku “Islam, Sains, dan Kesehatan” karya dr. M. Saifudin Hakim dkk di FK Unram

Pernahkah kita membaca atau mendengar suatu hal yang dikaitkan dengan ajaran Islam dan sains? Banyak yang berdecak kagum ketika hal yang berlabel “islami” dapat dihubungkan dengan sains walaupun itu hanya opini. Doktor dokter Saifudin Hakim dkk menulis sebuah buku yang sangat informatif dan edukatif baik untuk kalangan akademisi maupun masyarakat umum. Buku ini khususnya membahas […]

Air Zamzam dengan Segudang Manfaat Didalamnya

Jabir bin Abdullah radhiallahu anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah shallahu ‘alaihi wassalam bersabda, “Air zamzam  mendatangkan khasiat dengan niat untuk apa air itu diminum”. (HR. Ibnu Majah) Ibnu Abbas radhiallahu anhu menambahkan dalam riwayatnya, “Air zamzam memenuhi tujuan untuk apa ia diminum; jika engkau meminumnya dengan niatan untuk menyembuhkan penyakitmu, Allah akan menyembuhkan penyakitmu dan jika […]

Event SKI Asy-Syifa

no event