SKI Asy-Syifa

Kajian Rutin Sabtu Pagi

Bahaya Penyakit Hati: Riya’, Ujub, Sum’ah

Oleh : Oleh: Ustadz Dr. Muchlisin

Kita tidak bisa menjadi muslim yang baik jika tidak memahami agama kita dengan baik. Kisah oleh Ibnu Katsir dalam salah satu tafsirnya :

Tasir surah Luqman, di awal surah, Luqman bukanlah nabi, tetapi orang soleh berkulit hitam berasal dari dekat Sudan. Luqman pernah disuruh menyembelih kambing oleh majikannya. Ia disuruh menambil daging yang paling baik dari yang lain. Luqman mengambil hati dan lidah kambing. Beberapa waktu setelahnya, ia disuruh menyembelih kambing kembali dan diperintahkan mengambil bagian tubuh yang paling jelek. Luqman mengambil hati dan lidah. Majikannya bertanya mengapa ia mengambil hati dan lidah. Luqman menjawab, “Wallahi, tidak ada yang paling baik kalau keduanya baik dan tidak ada yang paling buruk kalau keduanya sudah buruk”.

 

Dari An Nu’man bin Basyir radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَلاَ وَإِنَّ فِى الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ . أَلاَ وَهِىَ الْقَلْبُ

“Ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah bahwa ia adalah hati (jantung)” (HR. Bukhari no. 52 dan Muslim no. 1599).

Oleh karena itu, Ulama sangat memperhatikan masalah hati. Imam Al-Ghazali membuat satu buku tentang hati.

Allah menciptakan makhluk yang paling mulia & istimewa itu manusia di antara makhluk yang lain.

“Dan (ingatlah), ketika Kami wahyukan kepadamu: “Sesungguhnya (ilmu) Tuhanmu meliputi segala manusia”. Dan Kami tidak menjadikan mimpi yang telah Kami perlihatkan kepadamu, melainkan sebagai ujian bagi manusia dan (begitu pula) pohon kayu yang terkutuk dalam Al Quran. Dan Kami menakut-nakuti mereka, tetapi yang demikian itu hanyalah menambah besar kedurhakaan mereka.” (QS. Al-Isra ayat 60)

Jenis manusia lebih istimewa dari malaikat.

Fisik manusia diciptakan sempurna dan memiliki hati.

Ketaqwaan itu sumbernya di hati, sehingga dimanapun dia, dia akan tetap menjadi baik. Berbeda kalau sumbernya dari pikiran. Akan menimbulkan sikap imma’ah à plin-plan/ tidak punya pendirian. Jika bersama orang baik, ia baik, jika bersama orang yang tidak baik, ia tidak baik.

Imam Al-Ghazali:

Akhlak itu lebih dalam dari karakter, yaitu sesuatu yang tertanam kuat di dalam hati. Hati menjadi sumber keimanan, kebaikan seseorang.

Dalam QS. Asy-Syams

7 Kali Allah bersumpah dengan makhluknya yang paling agung. Ketika Allah bersumpah 1x berarti ada sesuatu perkara yang besar yang agung yang ingin disampaikan.

7 makhluk tadi yaitu matahari, bulan, waktu siang, waktu malam, langit, bumi, dan jiwa.

  1. Asy-Syams ayat 1-15
  2. Demi matahari dan cahayanya di pagi hari,
    2. dan bulan apabila mengiringinya,
    3. dan siang apabila menampakkannya,
    4. dan malam apabila menutupinya ,
    5. dan langit serta pembinaannya,
    6. dan bumi serta penghamparannya,
    7. dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya),
    8. maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya,
    9. sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu,
    10. dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.
    11. (Kaum) Tsamud telah mendustakan (rasulnya) karena mereka melampaui batas,
    12. ketika bangkit orang yang paling celaka di antara mereka,
    13. lalu Rasul Allah (Shaleh) berkata kepada mereka: (“Biarkanlah) unta betina Allah dan minumannya”.
    14. Lalu mereka mendustakannya dan menyembelih unta itu, maka Tuhan mereka membinasakan mereka disebabkan dosa mereka, lalu Allah menyama-ratakan mereka (dengan tanah),
    15. dan Allah tidak takut terhadap akibat tindakan-Nya itu.

 

Pada ayat ke 9 à sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu.

Keberuntungan tertinggi seorang muslim : Jiwa yang tuma’ninah, hati yang bersih

Hati kita sama dengan badan kita. Ia bisa lapar, letih, sakit, bahkan bisa mati.

 

Riya’ : Secara bahasa berarti ingin dilihat

Sum’ah : ingin didengar

Ujub : ingin dipuji

 

Riya’

Merupakan salah satu penyakit yang paling berat. Termasuk syirik khofi à syirik terselubung.

Riya’ ini digambarkan seperti semut di atas batu di malam yang gelap.

Tidak ada orang yang bisa selamat dari riya’. Yang bisa dilakukan adalah kita kurangi. Bagaimana caranya?

Kita berbuat karena manusia à riya’

Kita tidak berbuat karena manusia (tidak melakukan ibadah karena manusia) à Syirik

Solusinya?

Jika ada rasa riya’ maka cepat-cepat kita kembalikan kepada Allah

 

Do’a agar terhindar dari riya’

Cara terhindar dari riya’, sum’ah, dan Ujub

  1. Merealisasikan penghambaan kita kepada Allah

Kita menyadari bahwa kita adalah hamba Allah, kita melakukan ibadah kita itu karena Allah

  1. Berdo’a kepada Allah
  2. Berusaha semampunya untuk menyembunyikan amal kita

Pada asalnya ibadah itu urusan kita kepada Allah dan hanya Allah yang tahu. Kecuali ibadah yang memang dilakukan secara terbuka, seperti shalat berjamaah.

“shalat seseorang di rumahnya kecuali shalat yang wajib”. Shalat sunnah di rumah lebih afdhal.

“seseorang yang bersedekan sehingga tangan kirinya tidak tahu apa yang dilakukan tangan kanannya”. Sampai seperti itu ibarat menyembunyikan sedekah.

Tapi, bolehkan di depan orang banyak? BOLEH. Namun jika bisa disembunyikan, itu lebih baik.

 

Menyucikan diri dari penyakit & diisi dengan yang baik. Bagaimana mengenali hati yang sakit? Jika hati itu tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

Misalnya, hati tenang ketika berdzikir dan mendengar ayat Al-Qur’an. Tetapi hati yang sakit bisa saja dia tidak tenang.

 

 

Hari/Tanggal : Sabtu, 13 Januari 2018

Tempat : Masjid Baabul Hikmah Universitas Mataram

 

Tinggalkan Balasan

Recent Posts

Bolehkah Sikat Gigi saat Puasa?

Rasulullah ﷺ sering sekali membersihkan gigi dengan siwak. Salah seorang sahabat Nabi ﷺ menceritakan, dari ‘Amir bin Rabi’ah, ia mengatakan : “Nabi ﷺ sering kali bersiwak saat puasa dan jumlahnya tidak terhitung”. HR. Bukhari Diantara keutamaan sikat gigi yang disabdakan Rasulullah ﷺ adalah : “Andaikan tidak memberatkan umatku, niscaya perintahkan mereka untuk bersiwak setiap hendak […]

Mengapa kita berpuasa di bulan Ramadhan?

Salah satu amalan untuk menunjukkan rasa syukur akan kejadian pada masa lalu adalah dengan berpuasa pada hari tersebut , contoh : 1. Nabi Muhammad ﷺ berpuasa pada hari senin yang merupakan hari di mana beliau lahir dan diutus. Pada hari itu, Nabi ﷺ dilahirkan dan diutus oleh Allah. Maka beliau puasa sebagai bentuk rasa syukur […]

H-1 Musyawarah Kerja Wilayah 2 FULDFK 2018 di Lombok

Ski Asy-syifa Fk Unram 3 menit · Mataram · [H-1 Road to Musykerwil DEW2] Alhamdulillah sudah H-1 ikhwah! Packing barang antum dan bersiap ke lombok esok hari dengan bismillah~ Kami tunggu di Lombok besok~ Fii amanillah.. Barakallahufiikum Mari jalin silaturahim dan pererat ukhuwah FULDFK DEW 2 kita~ (heart) Info lebih lanjut, follow OA Musykerwil DEW2 […]

Event SKI Asy-Syifa

no event