SKI Asy-Syifa

Islamic History

Bagian 2 : Keistimewaan Masjid Al-Aqsa

Mungkin ada orang yang bertanya-tanya, mengapa banyak netizen mengganti foto profil sosial media dengan bendera Palestina? Mengapa para mahasiswa rela melakukan aksi kemanusiaan Al-Aqsa di terik matahari? Mengapa banyak yang rela merogoh uang untuk donasi masyarakat di Al-Aqsa ?Mengapa mereka rata-rata menggunakan syal bercirikan khas bendera palestina? Lalu, muncul sederet nasyid Al-Aqsa memanggil. Bahkan, yang menakjubkan berbagai penjuru orang di dunia, rela datang ke lokasi kejadian di masjid Al-Aqsa untuk berkontribusi menjaga masjid ini.

Jawabannya tentu tak terlepas dari betapa istimewa masjid ini dalam relung hati setiap orang islam. Oleh karena itulah, semua umat islam mengerahkan segala do’a dan upaya terbaik untuk menolong saudara-saudara kita di Al-Aqsa. Namun, masih ada ternyata orang-orang yang acuh berpartisipasi dalam isu kemanusiaan ini, sehingga jika sebelumnya kita mengenal nama-nama masjid Al-Aqsa, sekarang melalui tulisan ini pembaca ditawarkan agar membuka mata dan hati untuk melihat apa sebenarnya keistimewaan kiblat pertama umat Islam ini. Bismillah, pembaca setia skifkunram, jika dirujuk kepada Al­-Quran dan As­Sunnah, keistimewaan bumi Al-Aqsa adalah sebagai berikut :

1. Sebagai tanah Para Nabi. Bahkan terdapat lebih dari 50 Nabi yang disebut dalam Al-­Quran dilahirkan dan dimakamkan di bumi ini. Diantaranya adalah Nabi Ibrohim (dimakamkan di Kholil­ Hebron), Nabi Isma’il, Nabi Ishaq, Nabi Ya’qub, Nabi Syu’aib, Nabi Musa, Nabi Zakaria, Nabi Yahya, Nabi Isa dan lain­lain.

2. Dianggap suci dan diberkahi karena terdapat Masjid Al­-Aqsa. Berikut alasannya :

  • Masjid kedua dibangun di dunia, berdasarkan hadits Abu Dzar dalam Shohih Bukhori dan Muslim, Rasululullah ShollAllahu ‘alayhi wa Sallam pernah ditanya, “Masjid apakah yang dibangun diatas bumi ini? Beliau menjawab, “Masjid al­Harom”. “Setelah itu, masjid apa?” Beliau menjawab, “Masjid al­Aqsa”.
  • Menjadi kiblat pertama umat Islam, sebelum menghadap ke Masjid al­Harom di Makkah. Ini berdasarkan hadits yang mutawatir dari para sahabat. Dan diantaranya adalah hadits Al­Barro bin ‘Azib seperti dalam Shohih Bukhori dan Muslim, “Sesungguhnya Rasululullah ShollAllahu ‘Alayhi wa Sallam bila tiba di Madinah, beliau berjumpa dengan saudara (seagama) nya di kalangan Dan beliau sholat menghadap Baitul Maqdis selama 16 atau 17 bulan lamanya…”.
  • Merupakan masjid ketiga disucikan ummat Islam. Berdasarkan hadits Abu Huroiroh dan Abu Sa’id al­Khudri yang diriwayatkan Bukhori dan Muslim, “Rasululullah ShollAllahu ‘Alayhi wa Sallam bersabda, “Janganlah kamu bersusah­payah menempuh perjalanan kecuali untuk menuju ke tiga masjid, yakni Masjid al­ Harom, Masjidku ini (Nabawi) dan Masjid al­Aqsa.”
  • Terjadinya peristiwa Isro’ (perjalanan malam) terjadi, dimana Nabi Muhammad dari bumi suci itu melanjutkan perjalanan yang penuh keajaiban ke langit, yang disebut Mi’roj (naik ke langit). Firman Allah yang dimaksud adalah :

“Maha suci Dzat yang telah meng­Isro’­kan (membawa pada perjalanan malam) hamba Nya dari Masjid al­Harom ke Masjid al­Aqsa, yang telah kami berkahi sekelilingnya, untuk kami perlihatkan kepadanya tanda­tanda kekuasaan Kami.” (QS. Al­Isro 17:01)

  • Barangsiapa yang melaksanakan sholat di masjid ini akan mendapatkan pahala 500 kali lipat. Berdasarkan hadits, Rasululullah ShollAllahu ‘Alayhi wa Sallam bersabda, “Sholat di Masjid al­Harom sama dengan 100.000 kali sholat (di tempat lain), sholat di Masjidku sama dengan 1000 kali sholat (di tempat lain), dan sholat di Masjid al­Aqsa sama dengan 500 sholat (di tempat lain).” Hadits ini diriwayatkan oleh Thobroni dengan sanad.

3. Dalam Islam, tempat ini merupakan padang Mahsyar setelah       kiamat nanti, dan merupakan pusat keamanan. Ini berdasarkan hadits Maimunah binti Sa’ad yang diriwayatkan oleh Ahmad dalam Musnadnya, juga Ibnu Majah. Yakni Maimunah telah bertanya kepada Rasululullah ShollAllahu ‘Alayhi wa Sallam, “Ya Rasululullah, berikan kami fatwa berkenaan Baitul Maqdis” Lantas beliau bersabda, “Ia adalah bumi Mahsyar dan kebangkitan”

4.  Orang yang menetap di sana karena Allah diibaratkan seperti orang yang berjihad di jalan Allah, dan dinamakan sebagai “Ardhu Ribath” atau bumi pertahanan jihad. Atas dasar inilah Rasululullah ShollAllahu ‘Alayhi wa Sallam mengisyaratkan kepada Muslimin bahwa mereka akan mendudukinya dan berpusat di sana. Sebab itulah di zaman ‘Umar tidak sedikit shohabat yang syahid untuk membebaskannya dari kerajaan Kristen Roma. Setelah itu, Al-Aqsa juga pernah jatuh ke tangan tentara Salib Eropa sehingga Sholahuddin al­ Ayyubi Begitu pula di zaman Tartar, mereka hampir saja menawannya, sehingga mereka dikalahkan oleh Sultan Qutz. Sekarang tempat ini dijajah oleh Yahudi Zionis, dan jihad akan terus berkelanjutan, sesuai dengan sabda Rasululullah hingga datangnya Qiyamat nanti.

Hal ini sejalan dengan hadits riwayat Abu Darda’, “Ahli Syam akan berterusan dalam jihad dan ribath (berjaga­jaga) di jalan Allah.” Hadits ini diriwayatkan oleh Thobroni. Al­ Haitsami menyatakan perawinya semua tsiqoh dan ia didukung oleh hadits lain.

5. Bumi Baitul Maqdis juga dianggap sebagai pusat untuk kelompok yang senantiasa teguh menegakkan kebenaran dan hak orang Islam hingga hari Qiyamat. Ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Abu Umamah al­Bahili bahwa Nabi ShollAllahu ‘Alayhi wa Sallam bersabda,

“Sekelompok dari ummat ku akan tetap berada dalam kebenaran yang nyata, dan akan mengalahkan musuh­musuh mereka. Dan mereka tidak akan disakiti oleh musuh mereka kecuali saat ditimpa kesusahan. Dan datanglah pertolongan Allah  ­maka­ keadaan mereka akan kembali seperti sedia kala.” Para shohabat bertanya, “Dimanakah mereka itu ya Rasululullah?” Beliau menjawab, “Di Baitul Maqdis dan di bawah lindungan Baitul Maqdis.”

Hadits ini diriwayatkan oleh ‘Abdulloh bin Ahmad dalam Musnad Ahmad, dan al­Haitsami dalam Zawaid nya memberikan komentar, “Hadits ini diriwayatkan oleh ‘Abdulloh bin Ahmad dan juga Thobroni, dan perawinya adalah orang yang tsiqoh (dipercayai).

6. Tanah yang diberkahi Allah. Dalam QS. At­Tin, Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mengisyaratkan bumi tersebut dengan buah Tin dan buah Zaitun ­menurut tafsiran para Ulama­ karena banyaknya terdapat buah Tin dan Zaitun di sana, hal ini sebagaimana diriwayatkan oleh Ibnu Katsir dalam Tafsir Al­Quran Al­’Azhim Diantara ayat yang menggambarkannya adalah QS. Al­Isro (17:01) yang lalu, juga firman Allah dalam QS. Al­Anbiya (21:71) :

“Dan Kami selamatkan dia (Ibrohim) dan Luth ke bumi yang Kami berkahi untuk sekalian alam.” Yang dimaksud bumi yang diberkahi disini adalah bumi Palestina. Dan juga firman Allah dalam QS. Al­ Anbiya (21:81)

“Dan bagi Sulayman (kami tundukkan) baginya angin kencang, yang menuruti perintahnya ke negeri yang telah Kami berkahi.” Yang dimaksud dengan bumi yang diberkahi disini adalah Baitul Maqdis.

7. Munculnya ibukota umat Islam di akhir zaman, dan kemajuannya membawa kepada tanda­tanda akhir zaman, wallahu a’lam. Ini berdasarkan pada hadits Rasulullah ﷺyang diriwayatkan oleh Nu’aim bin Hammad, salah seorang syaikh (guru) Bukhori dalam kitabnya al­Fitan, sabda Rasululullah, “Pembangunan Baitul Maqdis akan membawa kehancuran Madinah (karena diserang wabah).

 

Wallahu a’lam

 

Sumber :

  1. Al Qur’an dan Terjemahannya.
  2. Buku Terjemahan “ A l ­ A q s a D a l a m   B a h a y a ” Edisi Bahasa Indonesia, dikeluarkan saat  Ta’lim Pemuda Aqsa Working Group Pekalongan di S K B (Sanggar Kegiatan Belajar) Comal – Pemalang pada tanggal 16 Shafar 1431H / 31 Januari 2010 M.

 

Tinggalkan Balasan

Recent Posts

Dibalik Kebaikan Donor Darah

  donor/do·nor/ n  1 penderma; pemberi sumbangan; 2 penderma darah (yang menyumbangkan darahnya untuk menolong orang lain yang memerlukan): — darah. Donor darah merupakan istilah yang sudah tidak asing lagi di telinga kita. Darah yang telah didonorkan ini kemudian akan ditransfusikan kepada orang yang membutuhkan. Transfusi darah bertujuan untuk mengembalikan darah yang hilang misalnya saat operasi atau pada cedera parah. […]

Api yang Berbeda

Ya dia adalah Bilal, seseorang yang sontak membuat geger penyelenggaraan Ospek waktu itu. bagaimana tidak, dia satu-satunya maba yang berani menentang senior, karena sikap senior yang tidak bisa diterima. Di saat kami dimarah-marah oleh senior, kami hanya bisa diam dan menundukkan kepala, tetapi tidak dengan dia, dia berani mengatakan salah jika salah dan menunjukkan benar […]

Seluk Beluk Sel Darah dan Keunikan disetiap Komponennya

Oleh Muhammad Alfaridzi   إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِأُولِي الْأَلْبَابِ الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) […]

Event SKI Asy-Syifa

no event