SKI Asy-Syifa

Opinions

Api yang Berbeda

Api yang Berbeda

Ya dia adalah Bilal, seseorang yang sontak membuat geger penyelenggaraan Ospek waktu itu. bagaimana tidak, dia satu-satunya maba yang berani menentang senior, karena sikap senior yang tidak bisa diterima. Di saat kami dimarah-marah oleh senior, kami hanya bisa diam dan menundukkan kepala, tetapi tidak dengan dia, dia berani mengatakan salah jika salah dan menunjukkan benar jika itu benar. Dari saat itu saya tahu bahwa dia adalah orang yang merdeka, berani dan tegas.

Seiring berjalannya waktu kami pun cukup dekat, saya tidak tau awalnya bagaimana, tetapi dia selalu ikut kemanapun saya pergi, apalagi ketika saya belajar atau diskusi kelompok, dia akan selalu ikut, bertanya dan memberikan pendapat yang terkadang membuat saya terkejut, tertawa, bingung, dan terkadang memberikan cara pikir yang berbeda dengan pendapat dan pertanyaanya,. Saya pernah meminta dia untuk belajar dengan yang lebih mampu dibandingkan saya, tetapi dia bilang, “cuma kamu yang bisa mengajak saya diskusi dengan bahasa sederhana dan bahasa sasak”, semenjak itu kami selalu bersama.

Tahun pertama di fakultas kedokteran adalah hal yang sulit bagi kami pada waktu itu. Bagaimana tidak. Kami telah belajar banyak namun tetap mendapat nilai yang kurang baik dibanding dengan teman – teman. Semangat, kegigihan dan pantang menyerah yang dia miliki membuat kami berusaha mencari solusi bagaimana cara belajar yang baik di fakultas kedokteran. Saat itu saya mengajak dia untuk berkonsultasi dengan salah satu dosen yang cukup dekat dengan kami. Kami kemudian diajak ke RS Biomedik. Salah satu perkataan yang saya ingat adalah bahwa butuh perjuangan yang keras untuk mencapai masa depan. Jika ingin lebih sukses kamu harus berbeda dengan mereka. Belajarlah disaat orang lain sedang tidur. Bekerjalah sementara yang lain bermalas-malasan. Persiapkanlah disaat orang lain bermain dan bermimpilah sementara lainnya sedang berharap. Ketika seusia dengan kami, beliau adalah mahasiswa yang biasa saja. Namun, di kampusnya dulu mahasiswa suka belajar sampai  larut malam bahkan sampai pagi di perpustakaan kampus. Akhirnya beliau pun menjadi rajin berkat teman – temannya. Dia iri mendengar hal itu. Kenapa di kampus kami tidak seperti itu.

Akhirnya kami mencoba belajar di kampus. Selepas sholat Isya kami berkumpul di berugak kampus dan dia selalu datang paling awal. Di sana kami belajar bersama hingga dini hari sekitar jam 3 pagi. Kami terus belajar seperti itu hingga terkadang membuat kami telat masuk kampus karena selepas sholat Subuh kami selalu ketiduran karena mengantuk. Beberapa hari belajar di sana, oleh pak satpam kami ditegur untuk tidak belajar di kampus lagi. Mungkin pak satpam khawatir bila ada masalah keamanan.

Dia tidak kehabisan akal. Kami akhirnya pindah tempat belajar ke fakultas D3 ekonomi. Kami belajar di emperan dengan membawa cok roll sendiri. Kami menikmati suasana dengan membaca buku dan materi kuliah dari dosen – dosen kami. Terkadang jika saya dan salah satu teman saya tidak datang belajar, dia akan selalu datang ke sana untuk belajar walaupun sendiri. Prinsip yang dia pegang adalah tidak ada kata bosan dan lelah dalam belajar dalam mengejar mimpi.

Saya ingat saat ujian blok 6 dan mungkin akan selalu saya ingat bagaimana bahagianya kami lulus bersama karena memetik hasil jerih payah kami sendiri. Dari sana untuk pertama kalinya saya merasakan nikmatnya sebuah hasil dari perjuangan yang keras.

Alasan kami belajar di luar sebenarnya adalah agar kami tidak cepat tidur karena pengaruh sedatif dari teks – teks buku dan slide kuliah serta agar mendapatkan akses internet. Tidak jarang kami belajar di warnet dan membeli password WiFi. Jika kami kehabisan uang, dia tidak habis akal. Dia mencoba menggunakan password wifi yang sudah terpakai dan terbuang. Kami memungutnya dan menggunakan kembali password-password tersebut dan akhirnya bisa mengakses internet. Dia satu – satunya orang yang serba bisa dan banyak akal, dia jenius dalam hal yang berbeda.

Setiap belajar bersama, dia selalu membawakan makanan dan minuman ke tempat tinggal saya, kesukaan kami adalah tuak manis. Pengalaman yang tidak bisa saya lupakan adalah saat kami harus sahur menggunakan mie yang entahlah sudah basi atau tidak karena terpaksa akibat waktu sahur sudah mau berakhir. Dia bilang ke saya biar lambung yang ngatur nanti, rasa hanya sebatas di lidah saja. Ya begitulah dia, selalu ada cara untuk menghibur diri dalam kesusahan.

Kebersamaan kami berlanjut di TBM, bagi kami belajar tidak hanya lewat buku belajar juga bisa di tempat dan cara yang berbeda. pengalaman menarik di organisasi ini adalah,saat baksos pertama, yang datang pada waktu itu hanya kami bertiga yaitu saya, Bilal dan salah satu teman saya. dengan hanya bermodalkan bisa nensi,periksa gula darah stik saja dan mocu (kata dia, kalau dalam situasi kayak gini, kita harus terlihat pinter di depan pasien).
Pengalaman yang menarik juga saat jaga kami ditugaskan untuk jaga ospek, pada saat itu hari pertama, kami bertugas di FKIP, ada misskomunikasi pada saat itu, senior kami tidak ada yang datang, jadi yang menjadi tim medis hanya kami berdua, yang belum paham mengenai gejala penyakit, diagnosa dan tatalaksananya. sekali lagi kami tidak kehabisan akal, setiap ada pasien kami berkonsultasikan ke dokter yang kami kenal lewat telepon. Semenjak itu, kami mulai menemukan alasan lain untuk belajar, bukan skedar mengejar nilai tetapi juga bagaimana menyembuhkan orang yang sakit.

Sampai saat sebelum dipanggil, dia adalah orang yang paling loyal di organisasi ini.

Ini adalah sedikit cerita tentang teman saya, Bilal. Dia adalah orang yang baik dan selalu ikhlas membantu teman-temannya. Dia tidak hanya dewasa dalam usia tetapi dalam kepribadian dan hati juga.

Mengenal Bilal berarti mengingatkan saya bahwa keterbatasan bukan halangan untuk menggapai impian. Nasib berubah bukan dengan diam berpangku tangan, tetapi harus ada usaha dan ikhtiar yang harus kita kerahkan dalam kondisi apapun.

Selamat jalan kawan, InsyaAllah surga tempat istirahat terbaikmu.

 

Penulis :

Ajeng Retno Wulandari

Tinggalkan Balasan

Recent Posts

Dibalik Kebaikan Donor Darah

  donor/do·nor/ n  1 penderma; pemberi sumbangan; 2 penderma darah (yang menyumbangkan darahnya untuk menolong orang lain yang memerlukan): — darah. Donor darah merupakan istilah yang sudah tidak asing lagi di telinga kita. Darah yang telah didonorkan ini kemudian akan ditransfusikan kepada orang yang membutuhkan. Transfusi darah bertujuan untuk mengembalikan darah yang hilang misalnya saat operasi atau pada cedera parah. […]

Api yang Berbeda

Ya dia adalah Bilal, seseorang yang sontak membuat geger penyelenggaraan Ospek waktu itu. bagaimana tidak, dia satu-satunya maba yang berani menentang senior, karena sikap senior yang tidak bisa diterima. Di saat kami dimarah-marah oleh senior, kami hanya bisa diam dan menundukkan kepala, tetapi tidak dengan dia, dia berani mengatakan salah jika salah dan menunjukkan benar […]

Seluk Beluk Sel Darah dan Keunikan disetiap Komponennya

Oleh Muhammad Alfaridzi   إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِأُولِي الْأَلْبَابِ الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) […]

Event SKI Asy-Syifa

no event