SKI Asy-Syifa

Islamic Study

Alquran, Mukjizat Sepanjang Masa

Alquran, Mukjizat Sepanjang Masa

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Apa kabar ikhwah fillah? Semoga selalu dalam lindungan Allah..

Kali ini, kami akan membahas tentang Alquran—yang seringkali diabaikan oleh beberapa orang—sebagai mukjizat dari zaman dahulu hingga masa mendatang.

Sebelum Alquran diturunkan, mukjizat diberikan melalui para nabi. Nabi Musa dapat membelah lautan dan disaksikan oleh Bani Israil, Nabi Isa dapat menyembuhkan orang buta, Nabi Saleh menunjukkan mukjizat melalui unta betinanya, dan nabi-nabi lain dengan mukjizat yang beragam. Mukjizat-mukjizat tersebut dapat disaksikan oleh kaum pada masanya, sedangkan generasi-generasi setelahnya hanya dapat mendengar cerita dari para leluhur. Generasi setelahnya tidak dapat merasakan dan mengalami kejadian yang dialami oleh leluhur yang menyaksikan mukjizat tersebut.

Alquran merupakan firman Allah yang diturunkan dengan tradisi oral (penuturan), sehingga dari awal diturunkan sampai sekarang tidak mengalami perubahan. Banyak orang yang merasakan mukjizat Alquran kemudian bersyahadat masuk ke agama Islam. Dapatkah kita merasakan mukjizat Alquran yang yang diturunkan 14 abad lalu untuk membuat kita “bertekuk lutut” mengakui kebenarannya?

Para ulama sepakat bahwa Alquran harus dipahami sesuai kaidah bahasa Arab yang benar.  Beberapa ayat dalam alquran yang menurut para ahli bahasa merupakan salah satu mukjizat Alquran dari segi struktur bahasa, bahkan ada yang menjadi mualaf karenanya, yaitu:

  1. Ayat-ayat yang tidak ada kontradiksi bahkan saling menguatkan satu dengan lainnya. Contoh:
  • Ketika Allah (sebagai Rabb, Malik, Ilah) memerintahkan kita untuk berlindung dari syaithan, surat an-Nas (114:1-3).

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ

  1. Katakanlah: “Aku berlindung kepada Tuhan/Rabb (yang memelihara dan menguasai) manusia”.

مَلِكِ النَّاسِ

  1. Raja manusia.

إِلَٰهِ النَّاسِ

  1. Sembahan manusia.

 

  • Ketika Allah menceritakan tentang Fir’aun (yang mengaku sebagai Rabb, Malik, dan Ilah) mempunyai sifat seperti syaithan, surat an-Nazi’at 79:24, az-Zukhruf 43:51, al-Qasas 28:38.

فَقَالَ أَنَا رَبُّكُمُ الْأَعْلَىٰ

Artinya: (Seraya) berkata: “Akulah tuhanmu yang paling tinggi”.

 

وَنَادَىٰ فِرْعَوْنُ فِي قَوْمِهِ قَالَ يَا قَوْمِ أَلَيْسَ لِي مُلْكُ مِصْرَ وَهَٰذِهِ الْأَنْهَارُ تَجْرِي مِنْ تَحْتِي ۖ أَفَلَا تُبْصِرُونَ

Artinya: Dan Fir’aun berseru kepada kaumnya (seraya) berkata: “Hai kaumku, bukankah kerajaan Mesir ini kepunyaanku dan (bukankah) sungai-sungai ini mengalir di bawahku; maka apakah kamu tidak melihat(nya)?

 

وَقَالَ فِرْعَوْنُ يَا أَيُّهَا الْمَلَأُ مَا عَلِمْتُ لَكُمْ مِنْ إِلَٰهٍ غَيْرِي فَأَوْقِدْ لِي يَا هَامَانُ عَلَى الطِّينِ فَاجْعَلْ لِي صَرْحًا لَعَلِّي أَطَّلِعُ إِلَىٰ إِلَٰهِ مُوسَىٰ وَإِنِّي لَأَظُنُّهُ مِنَ الْكَاذِبِينَ

Artinya: Dan berkata Fir’aun: “Hai pembesar kaumku, aku tidak mengetahui tuhan bagimu selain aku. Maka bakarlah hai Haman untukku tanah liat kemudian buatkanlah untukku bangunan yang tinggi supaya aku dapat naik melihat Tuhan Musa, dan sesungguhnya aku benar-benar yakin bahwa dia termasuk orang-orang pendusta”.

Hal ini diluar kemampuan manusia untuk menyinkronkan ayat-ayat tersebut yang diturunkan dalam jangka waktu dan tempat secara acak, apalagi rasulullah saw. adalah seorang yang ummi (buta huruf).

 

  1. Pilihan presisi kata sesuai dengan hal yang dimaksud. Contoh:
  • Surat al-Baqarah:126 dan surat Ibrahim:35 tentang doa nabi Ibrahim

 

وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ اجْعَلْ هَٰذَا بَلَدًا آمِنًا وَارْزُقْ أَهْلَهُ مِنَ الثَّمَرَاتِ مَنْ آمَنَ مِنْهُمْ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۖ قَالَ وَمَنْ كَفَرَ فَأُمَتِّعُهُ قَلِيلًا ثُمَّ أَضْطَرُّهُ إِلَىٰ عَذَابِ النَّارِ ۖ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ

Artinya: Wahai Tuhanku, jadikanlah negeri ini, sebuah negeri yang aman, dan kiranya hindarkan aku beserta anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala.

 

وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ اجْعَلْ هَٰذَا الْبَلَدَ آمِنًا وَاجْنُبْنِي وَبَنِيَّ أَنْ نَعْبُدَ الْأَصْنَامَ

Artinya: Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berkata: “Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini (Mekah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala.

 

Penambahan “al” di depan kata balad (negeri) seperti definite dan indefinite dalam bahasa Inggris dalam 2 ayat di atas memberi pemahaman kepada kita kapan doa tersebut diucapkan (ketika terbentuk kota Mekkah).

 

  • Penyebutan hati (fuad/qalb keduanya diterjemahkan hati dalam bahasa Indonesia), surat al-Qasas 28:10 dan surat al-Isra 17:36.

 

وَأَصْبَحَ فُؤَادُ أُمِّ مُوسَىٰ فَارِغًا ۖ إِنْ كَادَتْ لَتُبْدِي بِهِ لَوْلَا أَنْ رَبَطْنَا عَلَىٰ قَلْبِهَا لِتَكُونَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ

Artinya: Dan menjadi kosonglah hati ibu Musa. Sesungguhnya hampir saja ia menyatakan rahasia tentang Musa, seandainya tidak Kami teguhkan hatinya, supaya ia termasuk orang-orang yang percaya (kepada janji Allah).

 

وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ ۚ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَٰئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا

Artinya: Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggunganjawabannya.

 

Kedua ayat tersebut menyatakan tentang hati. Hati (qalbu) berarti hati, sedangkan hati pada ayat kedua fuad yang berarti hati bergelora/bergemuruh/membara. Maksud ayat kedua tentang fuad yang akan diminta pertanggungjawabannya dapat kita lihat pada contoh berikut: seorang dosen yang sedang bad mood (fuad/hatinya bergemuruh) memarahi seorang mahasiswa tanpa sebab. Pada hari lain, sang dosen meminta maaf dengan alasan sedang bad mood (karena alasan fuad). Hal inilah yang akan dimintai pertanggungjawaban, yaitu fuad dalam diri kita. Jadi dengan mengetahui jenis kata yang digunakan untuk mendefinisikan hati kita dapat mengetahui makna yang di maksud.

 

  1. Konsisten. Contoh:
  • Surat as-Shaf ayat 5, ketika Musa menyeru kepada kaumnya.

وَإِذْ قَالَ مُوسَىٰ لِقَوْمِهِ يَا قَوْمِ لِمَ تُؤْذُونَنِي وَقَدْ تَعْلَمُونَ أَنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُمْ ۖ فَلَمَّا زَاغُوا أَزَاغَ اللَّهُ قُلُوبَهُمْ ۚ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ

 

Artinya: Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada kaumnya: “Hai kaumku, mengapa kamu menyakitiku, sedangkan kamu mengetahui bahwa sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu?” Maka tatkala mereka berpaling (dari kebenaran), Allah memalingkan hati mereka; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang fasik.

 

  • surat as-Shaf ayat 6, ketika Isa menyeru kepada kaumnya.

وَإِذْ قَالَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ إِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُمْ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيَّ مِنَ التَّوْرَاةِ وَمُبَشِّرًا بِرَسُولٍ يَأْتِي مِنْ بَعْدِي اسْمُهُ أَحْمَدُ ۖ فَلَمَّا جَاءَهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ قَالُوا هَٰذَا سِحْرٌ مُبِينٌ

Artinya: Dan (ingatlah) ketika Isa ibnu Maryam berkata: “Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi khabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)”. Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: “Ini adalah sihir yang nyata”.

Pada tradisi Arab, kewarganegaraan seorang anak ditentukan oleh kewarganegaraan ayahnya. Alquran  konsisten menyebutkan bahwa Isa tidak mempunyai ayah. Penyebutan Isa ibn Maryam yaa bani  Israil, Musa yaa qaumi (as-shaf).

 

  1. Banyak ditemukan susunan struktur yang simetris padahal alquran diturunkan secara berangsur- angsur dan acak

Contohnya dapat dilihat melalui link berikut.

//skifkunram.com/hijrahnya-seorang-professor-sastra-arab-melalui-keindahan-sistematika-al-quran/

Penulis: dr. Seto Priyambodo, M.Sc

Agi Tri F

Sumber:

//skifkunram.com/hijrahnya-seorang-professor-sastra-arab-melalui-keindahan-sistematika-al-quran/

The Quran , unchalangable miracle

Syarah risalah ta’lim bab 20 prinsip pokok

Divine speech at www.bayyinah.tv

Tinggalkan Balasan

Recent Posts

Air Zamzam dengan Segudang Manfaat Didalamnya

Jabir bin Abdullah radhiallahu anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah shallahu ‘alaihi wassalam bersabda, “Air zamzam  mendatangkan khasiat dengan niat untuk apa air itu diminum”. (HR. Ibnu Majah) Ibnu Abbas radhiallahu anhu menambahkan dalam riwayatnya, “Air zamzam memenuhi tujuan untuk apa ia diminum; jika engkau meminumnya dengan niatan untuk menyembuhkan penyakitmu, Allah akan menyembuhkan penyakitmu dan jika […]

Dibalik Kebaikan Donor Darah

  donor/do·nor/ n  1 penderma; pemberi sumbangan; 2 penderma darah (yang menyumbangkan darahnya untuk menolong orang lain yang memerlukan): — darah. Donor darah merupakan istilah yang sudah tidak asing lagi di telinga kita. Darah yang telah didonorkan ini kemudian akan ditransfusikan kepada orang yang membutuhkan. Transfusi darah bertujuan untuk mengembalikan darah yang hilang misalnya saat operasi atau pada cedera parah. […]

Api yang Berbeda

Ya dia adalah Bilal, seseorang yang sontak membuat geger penyelenggaraan Ospek waktu itu. bagaimana tidak, dia satu-satunya maba yang berani menentang senior, karena sikap senior yang tidak bisa diterima. Di saat kami dimarah-marah oleh senior, kami hanya bisa diam dan menundukkan kepala, tetapi tidak dengan dia, dia berani mengatakan salah jika salah dan menunjukkan benar […]

Event SKI Asy-Syifa

no event