SKI Asy-Syifa

Kajian Rutin Sabtu Pagi

All About Salah You Have to Know

Oleh : Ustadz Zainuddin Sulaiman, Lc

(“Suatu hari ada seorang pemuda yang mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Wahai Rasulullah, izinkan aku berzina!”

Orang-orang pun bergegas mendatanginya dan menghardiknya, “Diam kamu! Diam!”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Mendekatlah.”

Pemuda itu pun mendekat lalu duduk.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya, “Relakah engkau jika ibumu dizinai orang lain?”

“Tidak, demi Allah, wahai Rasul!” sahut pemuda itu.

“Begitu pula orang lain, tidak rela kalau ibu mereka dizinai.”

Lanjut Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Relakah engkau jika putrimu dizinai orang?”

“Tidak, demi Allah, wahai Rasul!” pemuda itu kembali menjawab.

“Begitu pula orang lain, tidak rela jika putri mereka dizinai.”

“Relakah engkau jika saudari kandungmu dizinai?”

“Tidak, demi Allah, wahai Rasul!”

“Begitu pula orang lain, tidak rela jika saudara perempuan mereka dizinai.”

“Relakah engkau jika bibi – dari jalur bapakmu – dizinai?”

“Tidak, demi Allah, wahai Rasul!”

“Begitu pula orang lain, tidak rela jika bibi mereka dizinai.”

“Relakah engkau jika bibi – dari jalur ibumu – dizinai?”

“Tidak, demi Allah, wahai Rasul!”

“Begitu pula orang lain, tidak rela jika bibi mereka dizinai.”

Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam meletakkan tangannya di dada pemuda tersebut sembari berkata, “Ya Allah, ampunilah kekhilafannya, sucikanlah hatinya, dan jagalah kemaluannya.”

Setelah kejadian tersebut, pemuda itu tidak pernah lagi tertarik untuk berbuat zina.)

( Lihat hadits riwayat Ahmad, no. 22211; sanadnya dinilai shahih oleh Syaikh Al-Albani)

 

HR. Imam Muslim

“Aku sedang tertidur dibawa oleh kedua malaikat, di bawa ke atas bukit..”

  1. Nabi melihat orang sedang tidur dilempari bata (terus menerus)” à akibat sengaja tidur waktu tahu waktu azan tiba
  2. Mulutnya bercucuran darah setelah dirobek-robek à akibat berpuasa di pagi hari namun sengaja berbuka di siang hari tanpa sebab di bulan suci Ramadhan

Sujud Sahwi

Di dalam shalat, ragu telah ¾ rakaat à pilih 3 rakaat dan sujud sahwi sebelum salam

Ketika sudah terlanjur shalat, kemudian ternyada hanya shalat 3 rakaat (misalnya diberitahu oleh teman) à shalat 1 rakaat + sujud sahwi (jangan banyak tenggang waktu)

 

Imam maliki : jika shalatnya perlu ditambal karena ada kekurangan, maka hendaklah sujud sahwi dilakukan sebelum salam. Sedangkan jika shalatnya sudah pas atau berlebih, maka hendaklah sujud sahwi dilakukan sesudah salam dengan tujuan untuk menghinakan setan.

 

Shalat Isya di akhir waktu

Batas akhir shalat isya

  1. Jam 12 malam
  2. Sebelum subuh

Waktu afdhal shalat isya : jam 9-10 namun laki-laki harus tetap berjamaah

 

Takbir

  • Sejajar bahu
  • Ada 4 kali takbir : ketika takbiratul ihram, ketika mau ruku, ketika mau sujud, dan saat berdiri setelah duduk tasyahud awal

Ruku & Sujud

  • Tuma’ninah
  • Ruku : Jari dilebarkan di lutut, punggung harus lurus
  • Sujud : Jari dirapatkan

 

Shalat untuk pasien yang tidak bisa terkena air

Orang yang sakit tetap memiliki kewajiban shalat fardhu, islam telah memberi kemudahan untuk mereka yang sakit agar tetap bisa melaksanakan shalat. Jika tidak mampu berdiri maka duduk, jika tidak mampu duduk maka berbaring.

Wudhu dapat digantikan dengan tayamum jika pasien tidak boleh terkena air.

  1. Tata cara tayamum
    Memukulkan kedua telapak tangan ke permukaan bumi dengan sekali pukulan kemudian meniupnya.
  2. Kemudian menyapu punggung telapak tangan kanan dengan tangan kiri dan sebaliknya.
  3. Kemudian menyapu wajah dengan dua telapak tangan.
  4. Semua usapan baik ketika mengusap telapak tangan dan wajah dilakukan sekali usapan saja.
  5. Bagian tangan yang diusap adalah bagian telapak tangan sampai pergelangan tangan saja

Tayammum dapat menghilangkan hadats besar semisal janabah, demikian juga untuk hadats kecil. Tayammum hanya berlaku untuk 1x shalat wajib, dan bisa untuk shalat sunnah berkali-kali

 

Shalat jamak

Rahmat Allah bagi seorang musafir adalah diberi keringanan untuk menjama’ dua shalat di salah satu waktunya. Shalat yang boleh dijama’ adalah shalat Zhuhur dengan Asar serta shalat Maghrib dengan ‘Isya’. Adapun shalat shubuh tidak boleh dijama’ dengan shalat yang sebelumnya atau sesudahnya. Demikian pula tidak boleh menjama’ shalat asar dengan maghrib.

Adapun tatacara menjama’ shalat adalah menggabungkan dua shalat dalam salah satu waktu, baik diakhirkan maupun dikedepankan. Misalnya shalat Zhuhur dan Asar dijama’ (digabung) dikerjakan pada waktu Zhuhur atau pada waktu Asar, keduanya boleh. Hendaklah adzan untuk satu kali shalat dan iqomah pada setiap shalat. yaitu satu kali adzan cukup untuk Zhuhur dan Asar dan iqomah untuk setiap shalat (HR. Al Bukhari: 629).

  • Meringkas shalat (Qoshor )

Meringkas shalat (qoshor) dimana shalat empat rakaat diringkas menjadi dua rakaat ketika safar disyariatkan. Shalat yang boleh diringkas adalah shalat Zhuhur, Ashar, dan ‘Isya’. Orang yang safar diperbolehkan meringkas shalatnya apabila telah berangkat dan meninggalkan tempat tinggalnya. Selama belum masuk ke dalam negeri atau kotanya, selama itu musafir masih boleh mengqashar shalat. Jika musafir masuk ke kotanya, maka hilanglah hukum safar dan statusnya menjadi seorang yang mukim.
 

Hari/tanggal : Sabtu, 11 November 2017; Sabtu, 16 Desember 2017; 30 Desember 2017

Tempat : Masjid Baabul Hikmah Universitas Mataram

 

(Note : mohon maaf atas kekurangan isi notulensi kajian ini akibat adanya kesalahan teknis)

Tinggalkan Balasan

Recent Posts

Kegiatan Kesmas Al-Wafi 2018

Transfusi darah adalah kegiatan dalam membantu penyembuhan manusia ketika kadar darah dalam tubuh dibawah yang seharusnya. Menyumbangkan darah kepada orang lain yang amat membutuhkannya menurut kesepakatan para ahli fikih termasuk dalam kerangka tujuan syariat Islam, yaitu menghindarkan salah satu bentuk kemudaratan yang akan menimpa diri seseorang. Meskipun pada hakikatnya darah yang dikeluarkan dari tubuh manusia […]

7 Cara Menenangkan Hati

Selama manusia hidup, kesenangan dan kesedihan selalu bergantian mengisi hari-hari. Permasalahan yang terus-menerus datang, baik itu ringan maupun berat, akan memberikan dampak pada hati seseorang. Ketika dihadapkan dengan masalah, manusia sering menghindarinya. Namun, dengan menghindari masalah yang dimiliki, hati akan merasa tidak tenang. Dalam Islam, kita diajarkan cara untuk membuat hati menjadi tenang dan selalu […]

Tutur Kata yang Baik

Saudaraku.. Mungkin dari kita sering atau suka menggunakan kata-kata yang tidak baik. Kata dusta. Kata hinaan. Serta ujaran kebencian. Kata-kata tersebut diucapkan baik saat bercanda, atau sedang serius, marah, dan sebagainya. Ada pula yang mengatakannya demi memuaskan diri saja. Atau ingin menjatuhkan suatu tokoh yang terkenal. Wahai saudaraku, apakah baik sikap muslim seperti itu ? […]

Event SKI Asy-Syifa

no event