SKI Asy-Syifa

Lifestyle

28 Cara Mengobati Gangguan Psikis

  1. Huda (petunjuk Islam) dan tauhid, karena kesesatan dan kesyirikan termasuk sebab stress
  2. Keimanan yang tulus disertai amal shalih
  3. Ilmu yang bermanfaat. Seseorang yang luas ilmunya akan luas dan lapanglah dadanya (hatinya)
  4. Berserah diri dan kembali kepada Allah, mencintai-Nya sepenuh hati, menerima segala ketentuan-Nya dan bersyukur kepada-Nya dengan beribadah dengan benar
  5. Senantiasa berdzikir (ingat) kepada Allah di setiap situasi dan kondisi. Dzikir memiliki pengaruh yang menakjubkan dalam melapangkan dada, menenangkan hati, serta menghilangkan resah dan gelisah
  6. Berbuat baik kepada sesama makhluk dan melakukan hal-hal yang bermanfaat bagi mereka. Orang yang mulia lagi suka berbuat baik adalah orang yang paling lapang dadanya, paling baik jiwanya, dan paling tenteram hatinya
  7. Sesungguhnya keberanian akan melapangkan dada dan meluaskan hati
  8. Mengeluarkan noda-noda hati yang berupa sifat-sifat tercela seperti: hasad, dendam, sikap berlebih-lebihan, jengkel, rasa permusuhan, dan pikiran-pikiran yang tidak baik.

 

Rasulullah pernah ditanya tentang orang yang paling utama. Beliau menjawab, “Setiap orang yang bersih hatinya lagi jujur lisannya.” Para sahabat bertanya, “Kalau jujurnya lisan kami tahu, tetapi apa yang dimaksud dengan bersihnya hati?” Nabi menjawab, “ Orang yang bersih hatinya adalah orang yang bertakwa, yang dalam hatinya tidak terdapat dosa, tidak berpikiran buruk, tidak berlebih-lebihan, dan tidak dengki.”  (Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Majah hadits no. 4216)

  1. Meninggalkan berlebih-lebihan dalam memandang, berbicara, bergaul, makan, dan tidur. Sesungguhnya meninggalkan hal-hal tersebut menjadi sebab lapangnya dada, tenteramnya hati, serta hilangnya gundah dan gelisah
  2. Menyibukkan diri dengan amal-amal shalih atau dengan menuntut ilmu-ilmu yang bermanfaat, karena hal tersebut dapat menenteramkan hati
  3. Bersungguh-sungguh dengan pekerjaan harian yang ada, tidak sibuk memikirkan waktu yang akan datang, dan tidak larut dengan waktu yang telah lalu. Kita hendaknya berusaha mengupayakan apa yang bermanfaat bagi kepentingan agama maupun dunia. Kita juga hendaknya selalu minta pertolongan Allah agar tujuan hidup kita tercapai. Dengan cara seperti itu, kegundahan dan kesedihan akan lenyap dari diri kita
  4. Melihat orang-orang yang ada di bawah kita dalam hal kesehatan dan rezeki, dan jangan melihat orang-orang yang berada di atas kita
  5. Melupakan hal-hal yang tidak menyenangkan yang terjadi di masa lalu dan tidak memusingkannya lagi, karena hal itu tidak mungkin kembali
  6. Jika kita mendapat kesusahan/kesulitan, hendaknya kita berusaha mengatasi dan mencari solusi yang tepat agar masalah tersebut bisa segera terselesaikan
  7. Menguatkan hati dan tidak menyibukkan diri dengan khayalan-khayalan yang hanya akan memunculkan pikiran-pikiran jelek. Tahan amarah karena problem dan masalah tidak akan terselesaikan dengan sikap seperti itu. Kerjakan hal-hal yang bermanfaat bagi kita, lalu bertawakallah. Mintalah ampunan dan keselamatan kepada-Nya
  8. Menyandarkan diri kepada Allah, bertawakal, dan berbaik sangka kepada-Nya. Sesungguhnya orang yang bertawakal kepada Allah tidak akan merasa gelisah
  9. Orang yang berakal mengetahui bahwa kehidupan yang benar adalah kehidupan yang membahagiakan dan tenteram. Dia juga paham bahwa hidup di dunia ini sangatlah singkat, sehingga dirinya tidak dirundung kegelisahan dan sesuatu yang menyusahkan, yang merupakan kebalikan dari kehidupan bahagia
  10. Tatkala tertimpa musibah, bandingkan antara musibah yang menimpa itu dengan kenikmatan di dunia yang telah diterimanya dan kenikmatan di akhirat yang kelak akan didapatkan. Dengan cara begitu kita akan sadar bahwa berbagai nikmat yang telah Allah berikan jauh lebih besar (daripada musibah yang sedang menimpa). Kita juga hendaknya mampu mengalahkan rasa khawatir tertimpa hal-hal yang tidak menyenangkan dengan berpikiran bahwa kebaikan dan keselamatanlah yang insya Allah akan kita dapat. Kita upayakan jangan sampai kekhawatiran akan tertimpa musibah yang lebih mendominasi pikiran kita. Dengan cara begitu, insya Allah kegelisahan dan kekhawatiran akan hilang
  11. Berkeyakinan bahwa gangguan orang lain –apalagi hanya berupa doa-doa buruk terhadap kita- tidak akan membahayakan diri kita, tetapi sebaliknya akan membahayakan dirinya. Jangan pedulikan hal tersebut. Dengan cara demikian hal itu tidak akan mempengaruhi kondisi hati kita
  12. Senantiasa mengarahkan pikiran kita untuk hal-hal yang bermanfaat bagi kepentingan dunia maupun akhirat
  13. Tidak meminta ucapan terima kasih dari orang lain atas perbuatan baik yang telah kita lakukan. Mintalah balasan pahala hanya kepada Allah. Sadarkan diri kita bahwa apa yang kita lakukan memang merupakan tanggung jawab kita kepada Allah. Dengan cara begitu kita tidak akan mempedulikan balasan atau ucapan terima kasih dari orang yang telah kita perlakukan dengan baik.

Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridhaan Allah, kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih.” (QS. Al Insan : 9)

Ini juga harus kita terapkan ketika bermuamalah dengan istri dan anak-anak

  1. Arahkan orientasi hidup kita kepada perkara-perkara yang baik, lalu berusaha menjalani kehidupan ini dengan baik. Jaga diri kita jangan sampai disibukkan dengan perkara-perkara yang merusak hati dan pikiran
  2. Tidak menunda-nunda pekerjaan sehingga pekerjaan tidak menumpuk, dan kesiapan fisik dan mental pun selalu terjaga.
  3. Lakukan pekerjaan-pekerjaan dengan baik dan tuntutlah ilmu yang bermanfaat. Prioritaskan pekerjaan yang terpenting untuk kita kerjakan, khususnya pekerjaaan yang sangat kita minati saat itu. Mintalah pertolongan Allah dan bermusyawarahlah. Jika sudah tampak jelas kebaikan pekerjaan tersebut, bertawakallah kepada Allah
  4. Menyebut-nyebut nikmat Allah yang diberikan kepada kita, baik nikmat lahir maupun batin. Sesungguhnya menyadari dan menyebut-nyebut nikmat Allah akan membuat kegelisahan dan kegundahan hilang, serta akan memacu seorang hamba bersyukur
  5. Bergaullah secara baik dengan isteri, karib kerabat, dan siapa saja yang memiliki hubungan dengan kita. Jika kita mendapati cacat atau kelemahan pada diri mereka, sadarkan diri kita bahwa mereka pun memiliki banyak kebaikan (sehingga kita tidak membesar-besarkan cacat atau kelemahan mereka). Dengan cara demikian akan langgenglah hubungan kita dengan mereka dan hati kita pun akan lapang.

Janganlah seorang mukmin membenci seorang mukminah. Karena, kalau pun ia tidak suka dengan salah satu akhlaknya, maka masih ada hal lain yang disukai.” (Hadits ini diriwayatkan oleh Muslim II/1091)

  1. Berdoa kepada Allah agar semua urusan menjadi baik dan beres. Doa terbaik yang bisa kit abaca adalah :

Ya Allah, perbaikilah agamaku yang merupakan penjaga urusanku, perbaikilah duniaku yang menjadi tempat aku hidup, perbaikilah akhiratku yang menjadi tempat kembaliku, jadikan hidupku sebagai tambahan amal kebaikan bagiku, dan jadikan kematian sebagai penghenti setiap keburukanku.”

(Hadits ini diriwayatkan oleh Muslim IV/2087)

 

Kita juga bisa membaca doa:

Ya Allahm rahmat-Mu aku harap. Janganlah Engkau serahkan urusanku sepenuhnya kepadaku barang sekejap pun. Perbaiki seluruh urusanku, karena tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Engkau.

  1. Berjihad di jalan Allah. Rasulullah bersabda,

“Berjihadlah di jalan Allah! Sesungguhnya jihad di jalan Allah termasuk pintu-pintu surga. Allah akan menghindarkan seseorang yang berjihad di jalan-Nya dari resah dan gelisah”

Jihad yang dilakukan dengan penuh keikhlasan merupakan cara efektif untuk menyembuhkan penyakit jiwa dan meredam keguncangan jiwa.

 

Dikutip dari:

Dr. Sa’id bin Ali bin Wahf Al Qahthani, 2004. Berobat dengan Do’a  & Ruqyah. Yogyakarta: Media Hidayah

Tinggalkan Balasan

Recent Posts

Dibalik Kebaikan Donor Darah

  donor/do·nor/ n  1 penderma; pemberi sumbangan; 2 penderma darah (yang menyumbangkan darahnya untuk menolong orang lain yang memerlukan): — darah. Donor darah merupakan istilah yang sudah tidak asing lagi di telinga kita. Darah yang telah didonorkan ini kemudian akan ditransfusikan kepada orang yang membutuhkan. Transfusi darah bertujuan untuk mengembalikan darah yang hilang misalnya saat operasi atau pada cedera parah. […]

Api yang Berbeda

Ya dia adalah Bilal, seseorang yang sontak membuat geger penyelenggaraan Ospek waktu itu. bagaimana tidak, dia satu-satunya maba yang berani menentang senior, karena sikap senior yang tidak bisa diterima. Di saat kami dimarah-marah oleh senior, kami hanya bisa diam dan menundukkan kepala, tetapi tidak dengan dia, dia berani mengatakan salah jika salah dan menunjukkan benar […]

Seluk Beluk Sel Darah dan Keunikan disetiap Komponennya

Oleh Muhammad Alfaridzi   إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِأُولِي الْأَلْبَابِ الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) […]

Event SKI Asy-Syifa

no event